Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Iri


__ADS_3

Hingga akhirnya Celine mengalah membiarkan Clara memanggil dirinya mami, karena Celine nggak mau melihat Clara bersedih.


Jo perlahan membuka matanya dan langsung bangkit mencari keberadaan Celine.


" Ga ada ? Pasti udah keluar. " Gumam Jo saat tak melihat keberadaan Celine yang sudah tak berada di kamarnya.


Jo langsung bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat ke kantor.


Setelah rapi, Jo langsung menuruni anak tangga dan melihat Clara yang sedang menonton tv.


" Hai..sayang..." Sapa Jo pada anaknya.


" Papi semalam pulang jam berapa ? " Tanya Clara.


" Entahlah papi nggak melihat jam saat pulang. "


Kini mereka sudah berada di meja makan untuk sarapan pagi.


" Clara pagi ini Papi nggak mengantar kamu ya ! Kamu sama supir dulu ya sayang ! " ucap Jo pada Clara.


Kini Jo sedang dalam perjalanan ke kantor. Pagi ini ada rapat penting divisi di perusahaannya.


" Jam berapa mau mulai meetingnya ? " Tanya Jo pada Hanif.


" Maaf Tuan ada perubahan jadwal, meeting baru dimulai jam 10.00 pagi. " Sahut Hanif. Dan akhirnya Jo lanjut mengecek laporan yang masuk dulu, namun beberapa menit pekerjaannya terhenti saat Hanif bercerita tentang perkembangan masalah di Surabaya dan Yogyakarta. Hingga akhirnya Jo memilih untuk membahasnya dengan Hanif.


Sedangkan di lobby Carlota sedang memaksa untuk bertemu dengan Jo hingga akhirnya pihak resepsionis mempersilahkan Carlota bertemu Jo.


" Saya, ingin bertemu dengan Jonathan Anderson. " Ucap Carlota dengan sombong.


" Apa anda sudah memiliki janji dengan Tuan Jonathan ? " Tanya Siska. Dan Carlota berbohong, dia bilang kalau dirinya sudah berjanjian.


Siska mengetuk pintu ruangan bosnya dan memberitahu jika ada nyonya Carlota dan Jo mempersilahkan masuk.

__ADS_1


" Terimakasih tuan Jonathan Anderson yang semakin hari semakin tampan. " Puji Carlota dan Jo membalas dengan senyuman.


Jo meminta maaf jika kemarin dirinya tak sempat hadir menemui dirinya dan harus di wakilkan oleh Hanif sang asisten. Tentu saja membuat Carlota mendapatkan angin segar mendapatkan perlakuan manis dari Jo.


" Han, bilang Siska tolong buatkan teh hangat untuk Nyonya Carlota dan juga saya ! " Ujar Jo.


Kini Jo duduk di sebelah Carlota, tentu saja hal itu membuat Carlota bersorak gembira.


" Jo...apa kau telah memiliki kekasih atau calon pendamping hidup ? " Tanya Carlota selembut mungkin bahkan dia dengan berani memegang dada bidang milik Jo. Dan saat itu bersamaan dengan Hanif yang masuk.


" Cih... bilangnya ga suka, tapi di pegang-pegang mau. Giliran ada orangnya tebar pesona. " Umpat Hanif.


Jo sempat mengangkat tinggi Carlota hingga melambung ke angkasa, dan sekarang menghempaskan dengan mengungkap bahwa dirinya akan segera menikah dalam waktu dekat ini. Tentu saja membuat Carlota merasa kecewa. Sedangkan Jo justru malah tertawa geli mengerjai Carlota.


" Apa kau tak berpikir lagi ? Jo...aku mencintaimu, sejak pandangan pertama kita bertemu. Please Jo beri aku kesempatan ! " Rayu Carlota. Dia masih terus berusaha.


" Maaf nyonya Carlota, hubungan kami sudah sangat dekat. Dan bahkan aku lah yang telah mengambil perawan nya, rasanya begitu nikmat miliknya. Hingga aku tak mampu lagi terlepas dari dirinya, aku sudah sangat kecanduan tubuhnya. " Ucap Jo dengan bangga.


" Han, coba lihat apa dia sudah menjauh dari ruangan ! " Titah Jo.


Hanif membuka pintu ruangan, dan keluar mencari keberadaan Carlota. Setelah itu langsung masuk kembali.


Jo langsung tertawa terbahak-bahak, tawa yang sejak tadi dia tahan.


" Apa acting ku cukup baik ? Sampai-sampai dia merasa kesal seperti itu. " Puji Jo pada diri sendiri.


" Ku kira anda akan tergoda dengannya ! Dan ternyata cuma acting yang anda lakukan tadi ? " Ujar Hanif.


" Memangnya yang tuan maksud tadi siapa wanita itu ? " Tanya Hanif menyelidik membuat Jo sedikit panik.


Jo terpaksa harus mengungkapkan pada Hanif jika dirinya sudah mencintai Celine dan berniat menikah dengan Celine.


" Jadi anda sudah DP duluan ke Celine ? " Tanya Hanif dengan wajah serius.

__ADS_1


" Yang kamu pikirkan seperti apa ? Apa kau tak mengenal saya ? " Ucap Jo yang merasa kesal karna di tuduh telah melakukan duluan dengan Celine hingga akhirnya dia harus menikah dengan Celine.


Jo memberi tatapan tajam pada Hanif. Dan akhirnya dari pada asistennya akan salah paham, Jo memilih membuka semuanya. Jika dia hanya mengerjai Carlota, dan semua itu terbukti. Carlota pergi tanpa dia usir.


" Halo penghuni neraka. " Ucap Combreng yang tiba-tiba saja memasuki ruangan sahabatnya.


" Sia*lan Lo nyumpahin gw hidup di neraka. " Sahut Jo yang merasa geram.


" Jiah... Sensitif amat jadi orang kaya panta* bayi aja. Makanya cepat nikah biar pindah ke surga. " Sindir Combreng.


" Iya lain deh yang pengantin baru, ngomongnya surga terus. " Sahut Jo ketus.


Dan seperti biasanya jika Jo dan Combreng bertemu seperti tom and Jerry. Hal itu membuat Hanif geleng-geleng kepala melihat perdebatan manusia yang tak berakhlak.


Dengan bangganya Combreng langsung menceritakan tentang adegan ranjang dengan sang istri. Dia juga bercerita tentang enaknya hidup berumah tangga. Sekarang udah ada yang ngurusin, ada yang nemani tidur, dan ada tempat berkeluh kesah. Tapi tentunya Combreng tak akan menceritakan tentang malam pertama nya. Bisa-bisa Jo menertawakan dia tujuh hari tujuh malam. Jo paling senang lihat Combreng susah hal yang sama dengan sebaliknya.


" Udah ga usah manas-manasin gw ! Ga usah buat gw iri ! Sebentar lagi gw juga nikah ! " Sahut Jo ketus.


" Nikah apa kawin ni ? Kawin sama kebo Lo ? Hahahaha..." Goda Combreng dan langsung di ikuti gelak tawa.


" Puas ? Emang paling puas Lo kalau lihat gw susah ! Tunggu aja tanggal mainnya, gw bakal kasih kejutan besar sama Lo. " Sahut Jo merasa tak terima dengan ucapan Combreng.


Obrolan mereka harus terhenti, karna Jo harus segera meeting bersama divisi di perusahaan. Dan akhirnya Combreng pun berpamitan pulang.


Kini Jo sudah berada di ruangan meeting, suasana tegang menyelimuti ruang meeting. Meskipun dirinya terlihat slengean di luar tapi saat menjadi pimpinan, Jo akan berubah menjadi sosok dingin.


" Selamat pagi menjelang siang semuanya, semoga kalian semua dalam keadaan sehat. Pagi ini saya ingin menanyakan perkembangan masing-masing divisi. Tolong presentasikan hasil kerjaan kalian per 3 bulan belakangan ini ! " Ujar Jo.


Satu persatu perwakilan divisi melakukan persentasi di depan Jo dan karyawan lainnya. Menjelaskan tentang kegiatan dan hasil kerja selama 3 bulan belakangan ini. Jo terlihat serius memperhatikan satu persatu karyawan yang melakukan persentasi.


Serangkaian acara telah selesai. Masing-masing Divisi sudah selesai mengeluarkan kebolehannya.


" Terimakasih saya ucapkan pada kalian semua yang terus berjuang demi kemajuan perusahaan ini. Semoga akan semakin berkembang. Dan sebagai gantinya saya akan membelikan makan siang untuk kalian semua ! " Ucap Jo kepada seluruh karyawan yang hadir.

__ADS_1


__ADS_2