Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Tetap papi Jo yang menang


__ADS_3

"Sayang, aku ingin makan rujak serut ya sama puding!" ucap Celine manja di kala para tamu undangan telah pulang dan hanya meninggalkan Combreng dan juga sang istri.


"Ya udah kamu tunggu dulu di sini! Aku ambilkan dulu!" ujar Papi Jo lembut.


Combreng merasa iri melihat kebahagiaan sahabatnya itu yang sebentar lagi akan memiliki anak kembar, sedangkan Combreng sampai saat ini belum juga di karuniai seorang anak. Padahal usia pernikahan mereka sudah satu tahun.


Papi Jo telah datang membawa 1 mangkok kecil rujak serut dan 1 piring kecil berisi puding. Tak lupa dia juga menawarkan kepada Mila dan Combreng untuk menyicipi makanan yang masih tersedia. Tapi keduanya sudah merasa kenyang. Setelah meletakkan makanan itu di dekat sang istri, Jo duduk kembali di sebelah sang istri untuk mengobrol kembali dengan sahabat dan istri sahabatnya.


"Gw iri sama Lo, sebentar lagi anak Lo udah tiga aja. Lah gw satu aja belum. Anak Lo yg sekarang cewek cowok apa sama jenis kelaminnya?" ucap Combreng.


"Cewek dan cowok. Kalau saran gw, coba Lo cek masalah kesuburan Lo. Secara Mila kan udah pernah melahirkan, kalau Lo kan belum pernah menghasilkan. Lo ga perlu malu, justru nanti Lo akan dapat solusi yang baik dari dokter. Kadang kita ga tau masalah kita apa, kalau hanya di lihat dari kasat mata." ujar Papi Jo, Mila dan Combreng hanya mengangguk-angguk seolah mengerti.


Di usiannya yang semakin tua, pastinya Combreng memiliki keturunan. Dia terpikir dengan ucapan sahabatnya itu yang bagi dia ada benarnya. Usaha keras sudah, namun tak pernah menghasilkan. Dan kejadian ini bukan hanya sekali saja dalam hidupnya. Tapi Mila adalah istri kelimanya, dan dia bercerai dengan keempat istrinya tanpa memiliki anak.


"Ya udah bro, gw pamit ya! Selamat ya buat Lo! Dan buat Celine semoga di permudah proses persalinannya, untuk Lo dan dua baby lo selalu di berikan kesehatan." ucap Combreng. Hari ini Combreng lebih terlihat serius, ga terlalu banyak bicara yang nyeleneh. Mungkin saat ini dia lagi merasa baper karna papi Jo tetap yang menang.


Setelah Combreng dan istri pulang, Papi Jo dan Celine pamit dengan sang anak. Untuk membersihkan diri dan beristirahat. Untungnya Clara sekarang tak lagi rewel jika kedua orang tuanya sering melupakan dirinya, Clara ingin memberikan kesempatan kedua orang tuanya untuk berduaan.


"Yang, turunin ih!" ucap Celine saat sang suami langsung menggendong dirinya dan membawanya ke kamar mandi. Papi Jo langsung membuka pakaian Celine dan dirinya secara bergantian.

__ADS_1


"Aku minta cicilannya sekarang!" bisik papi Jo sesensual mungkin, membuat mami Celine merinding. Kalau seperti ini mami Celine hanya bisa pasrah dan menikmati.


Sebelum memulai pertandingan, papi Jo mencium perut sang istri yang terlihat semakin sangat besar. Dia juga meminta izin kepada buah hatinya yang di dalam perut. Papi Jo terkekeh saat melihat tiga buah yang terlihat besar.


"Kamu kenapa tertawa?" tanya Celine sambil mengerutkan keningnya.


"Ga lucu aja lihat duo semangka saingan sama perut kamu. Sekarang yang gede jadi tiga." sahut papi Jo dengan santainya.


"Aaahhh...." mami Celine meleguh saat mulut sang suami meraup semangkanya. Papi Jo terlihat lahap menghisap duo semangka sang istri, yang sebentar lagi akan menjadi milik kedua anaknya. Kali ini Foreplay papi Jo di percepat. Dia tahu jika sang istri pasti merasa lelah karna hari ini belum beristirahat. Papi Jo langsung mengarahkan sang istri ke dalam bathtub dia ingin bermain di dalam.


"Aaahh..." desau keduanya saat Bray sudah masuk dengan sempurna. Papi Jo langsung memompa mami Celine sambil tangannya meremas duo semangka sang istri. Dan tentu saja hal itu membuat Celine meleguh dan merem melek. Merasakan supernya sang suami.


Kalau sudah begini tetap papi Jo yang menang.πŸ˜„πŸ˜πŸ€£


Celine terlihat lemas, papi Jo membantu sang istri untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai dan dirinya memakai handuk yang di lilitkan di pinggang, dia langsung memakaikan bathrobe di tubuh istrinya dan menggendong sang istri membawa keluar. Kini Papi Jo sudah meletakkan mami Celine di ranjang.


"Kamu tunggu di sini! Aku ambilkan dulu pakaian untuk kamu!" ucap papi Jo dan mami Celine hanya menganggukkan kepalanya.


So sweet banget papi Jo🀣😍😘

__ADS_1


Papi Jo langsung membantu sang istri memakai daster dan segitiga pengaman. Untuk duo semangka papi Jo membiarkan tidak memakai penutup. Saat memakaikan sang istri, tiba-tiba terjadi tragedi handuk melorot memperlihatkan si Bray membuat mami Celine spontan menutup matanya.


"Kamu udah sering melihat dan merasakan ketangguhan si Bray masih malu aja. Tenang dia ga akan menerkam kamu, udah bobo ganteng. Aku juga sudah lelah ingin istirahat."ujar papi Jo dan mami Celine hanya mengangguk.


Tumben papi Jo bisa bilang lelah dan mau istirahat. Biasanya ga pernah ada kata itu.πŸ˜πŸ€£πŸ˜„


Setelah sang istri sudah rapih, Papi Jo langsung mengambilkan air putih untuk istrinya minum. Lalu dia memakai pakaiannya.


"Aku buatkan susu dulu ya ke bawah!" ucap papi Jo dan lagi-lagi Celine hanya mengangguk. Seperti terhipnotis suami tampannya yang sempurna. Membuatkan susu adalah rutinitas yang papi Jo lakukan, jika dirinya sempat.


Bi Midah sangat bahagia melihat papi Jo yang selalu menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya untuk Celine. Dia sangat tahu perjuangan cinta mereka, yang tak mungkin menjadi mungkin.


"Minumlah susu ini!" ucap papi Jo sambil memberikan satu gelas susu coklat. Papi Jo menyediakan 3 rasa susu. Strawberry, coklat, dan vanilla agar sang istri tak merasa bosan.


Setelah di rasa tugasnya selesai, papi Jo langsung mematikan lampu kamarnya berganti lampu tidur. Setelah itu dia ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri.


"Selamat malam istri aku tercinta. Aku menyayangimu." ucap Papi Jo sambil mengecup kening istrinya dan mengelus perut sang istri. Seperti mengerti, sang anak meresponnya. Dan akhirnya Papi Jo bermain sebentar dengan sang anak. Sungguh dirinya terharu merasakan gerakan sang anak di dalam perut sang istri, meskipun ini bukan hal pertama kali dalam hidupnya. Saat Selena dulu hamil Clara, dia pun sering melakukan hal itu.


Hai...hai sudah hari Senin lagi ni. Author bela-belain untuk up. Jangan ragu memberikan vote dan hadiah buat karya ini ya, biar author tambah semangat.πŸ˜„πŸ€£πŸ˜ Dan author ucapkan terimakasih kepada semua readers yang telah setia mendukung karya ini. πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2