Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Imbalan aku mana?


__ADS_3

" Aku minta imbalan ke kamu!" ucap Jo yang sempat menghentikan sebentar hisapannya.


" Imbalan apa sih? Udah mandi dulu sana!" ujar mami Celine.


Dan akhirnya karna sang istri menyuruhnya untuk mandi, papi Jo langsung menggendong mami Celine ke kamar mandi ala bridal style.


" Apa-apaan sih kamu? Aku udah mandi, yang belum mandi itu kamu!" gerutu mami Celine.


" Dasar orang aneh! Kayanya aku aman kalau kamu sakit doank!" ujar mami Celine. Namun papi Jo tak mempedulikan sang istri yang terus mengomel. Dia yakin, jika nanti sang istri sudah terkena belut listrik pasti ucapannya berubah menjadi Hahuhaha, Aaaahh.


" Udah ga usah protes! Emang aku ngapain kamu sih? Aku kan cuma ingin bawa kamu ke langit ke tujuh, jadi lebih baik mulut kamu di tahan dulu buat nanti kamu mendesau!" goda papi Jo sambil menaik turunkan alisnya, dan mami Celine justru kini memutar bola matanya karna malas mendengar suami mesumnya bicara meskipun dirinya pun suka bercocok tanam.


Jo membuka satu persatu pakaiannya, dan juga pakaian istrinya.


" Rese banget kamu! Aku jadi harus mandi lagi!" cerocos Celine.


" Sapa suruh kamu mandi duluan! Harusnya kamu seneng donk mandi aku. Kamu akan mendapatkan paket komplit. Aku bisa spa kamu, aku bisa ngajak kamu traveling ke langit ke tujuh, aku juga bikin kamu olahraga." sahut suami minim akhlaknya.


Tanpa basa basi Jo langsung mendorong tubuh Celine hingga membentur tembok dan langsung mencumbunya mesra. Setelah puas bermain dengan bibir sang istri, lidah papi Jo bermain di leher jenjang mami Celine, kemudian perlahan turun ke bawah hingga sampailah di puncak tertinggi duo semangka sang istri. Tempat yang menjadi favorit papi Jo. Tentu saja hal itu tak akan di sia-siakan oleh papi Jo untuk membuat mami Celine mendesau.

__ADS_1


Meninggalkan papi Jo yang sedang mengeksplore tubuh istrinya dan memberikan banyak tanda kepemilikan. Clara kini sedang marah-marah bahkan hampir menangis karna menahan rasa kesalnya, sang mami dan papinya yang tak juga keluar dari kamar. Padahal dirinya sudah berusaha menggedor pintu dan berteriak memanggil kedua orang tua nya.


" Papi ke mana sih sama mami? Pintunya di kunci dari dalam, tapi ga ada satu pun yang keluar? Masa tidur sampai seperti kebo aja, ga dengar aku berteriak-teriak?" gerutu Clara yang terus saja mengoceh.


Bi Midah dan Selly langsung menghampiri Clara saat mendengar Clara berteriak memanggil kedua orang tuanya yang tidak membuka pintu kamarnya. Bagaimana tidak membuka, orang kedua orang tuanya lagi main dokter-dokteran di kamar mandi. Suara gemercik air mengiringi percintaan panas mereka di dalam kamar mandi.


Bukan hanya Clara saja yang merasa kesal, Hanif pun merasakan hal seperti itu. Sudah hampir tiga puluh menit, bos mesumnya itu tak kunjung turun menemui dirinya dan juga tak ada kabar sama sekali.


" Apa perlu kita buka paksa saja pintu kamarnya? Takutnya tuan dan nyonya pingsan. Bukankah tuan Jo sedang diare?" ucap Hanif yang akhirnya ikut nimbrung bersama mereka. Dan kini mereka berempat sudah berdiri di depan pintu. Mencoba menguping apakah ada suara dari keduanya.


Dengan tidak berdosa nya, pasangan yang tingkat kemesuman nya tingkat Dewa itu keluar dari kamar mandi dengan santai. Dia tak tahu jika sejak tadi ada empat orang yang menguping mereka berdua. Mendengar apa ada pergerakan di kamar mereka.


" Sayang...terima kasih imbalannya? Kamu memang luar biasa! I Love baby..." ucap Papi Jo sambil mengecup kening istrinya. Melihat wajah istrinya yang mendayu-dayu membuat papi Jo tak kuasa menahan hasratnya kembali. Dan meminta tambah.


" Yang...hentikan! Kasihan Clara, pasti dia sangat marah sama kita!" ucap Celine sambil menarik tangan suaminya yang sedang sibuk bermain dengan duo semangka mami Celine yang maknyos.


Jo terpaksa menghentikannya, dia pun tersadar atas apa yang istrinya katakan. Dia tetap harus memperhatikan Clara anaknya.


Cilukba

__ADS_1


Jo membuka pintu kamarnya tiba-tiba, membuat keempat orang yang kepo kepadanya harus tersungkur mencium karpet. Dengan tidak berdosa nya, Jo justru langsung menatap tajam keempatnya. Karna berniat menguping obrolan dirinya dan juga sang istri.


" Apa anda lupa tuan dengan janji anda pada saya? Semalam tuan yang bilang, jika pagi ini tuan ingin ke rumah sakit. Karna diare yang terus menerus. Tujuan saya ke sini untuk menjemput anda, sesuai perintah anda! Dan saya sampai naik ke atas karna Clara berteriak-teriak memanggil nama tuan dan nyonya berkali-kali. Tentu saja hal itu membuat saya khawatir, takut anda terjadi sesuatu. Kami berempat berkumpul di sini karna merasa khawatir dengan anda, bukan ingin menguping anda!" jelas Hanif.


Untungnya Selly dan Bi Midah sudah turun dan Clara langsung berlari ke maminya, kalau tidak mereka pasti akan mendengar ucapan minim iman papi Jo yang setipis kulit bawang. Menceritakan bahwa dirinya habis manjat istrinya. Dan hari ini papi Jo tidak datang ke kantor.


" Cih..bikin orang emosi aja! Orang di luar pada panik, eh dia dengan pede nya bilang habis manjat. Dasar bos minim akhlak!" gerutu Hanif. Bagaimana tidak, dirinya sejak tadi sudah sampai di rumahnya untuk menjemput. Dia juga merasa panik, dan khawatir takut bosnya terjadi kenapa-kenapa, eh dengan santainya malah cerita begitu. Dan akhirnya dia pun di suruh pulang lagi dan urus perusahaan.


Kini hanya meninggalkan keluarga bar-bar. Hanya ada Celine, Clara, dan papi Jo di kamar utama.


" Papi habis ngapain sih? Bikin emosi aku aja! Gara-gara papi sama mami, aku jadi ga sekolah!" gerutu Clara sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan memasang wajah perang.


" Lah kenapa kamu marahin papi? Kenapa kamu ga sekolah aja? Kan tinggal minta Anter Selly atau pak Ahmad, susah amat. Amat aja ga susah! Kamu tuh udah mulai besar dan sebentar lagi mau jadi kakak dari dua adik kamu, belajar lah mandiri! Sekarang mami harus mengurus papi, kan dulu ngurusin kamu terus! Kamu sekarang di urus suster Selly! Mau tau papi habis ngapain? Papi habis jenguk Dede bayi, ngecek kondisinya sekarang gimana! Udah ah papi mau tidur lagi, masih ngantuk!" ujar papi Jo panjang lebar. Kocak banget sih Pi, sama anak ga mau ngalah banget. Berebut mami Celine yang hot nya super duper.


" Loh tadi mami bilang, kalau mami lagi berendam merilekskan tubuh terus mami bilang papi tidur nyenyak makanya ga dengar aku teriak-teriak di luar. Mana bisa jenguk Dede bayi, orang perut mami aja masih belum besar. Ini mah alasan papi aja! Ga! Pokoknya Clara cuma mau sama mami Celine!" ucap Clara dengan pintarnya.


Terus beri dukungannya yaπŸ˜„πŸ˜πŸ™


Sambil menunggu up, mampir yuk di karya author lainnya πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜

__ADS_1




__ADS_2