Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Gelisah...Sah...Sah...Sah


__ADS_3

Dari pada gelisah mending di sahin aja Mpok Celine nya biar ga gelisah lagi πŸ˜€πŸ˜„


" Kenapa sih rasanya gw ga rela melihat Celine seperti itu. Sebenarnya gw suka melihat penampilan dia yang baru. Cantik dan seksi, Tapi..." Jo terlihat gelisah di kamarnya dia memilih menghentikan ucapannya.


Jo membuka pintu kamar yang terhubung dengan balkon. Tanpa dia sadari, dirinya telah mengakui dan memuji Celine bahwa Celine cantik dan seksi.


" Ini juga bisa-bisanya mami bicara seperti itu. Tapi bener juga ya kata mami, jika Celine seperti itu. Meskipun dirinya tak berniat menggoda, pasti laki-laki yang melihatnya akan tergoda. " Jo sejak tadi bicara sendiri dan jawab sendiri.


Dan lagi-lagi akhirnya Jo mengambil segelas wine untuk merilekskan otaknya. Dan dalam sekejap secangkir wine telah tandas di minumnya.


" Dua gelas sudah cukup, jika terlalu banyak takut mabuk ! " Ujar Jo yang berbicara sendiri dengan hatinya.


Jo menyenderkan tubuhnya di bangku yang berada di balkon. Sungguh angin malam membuat hatinya terasa sejuk. Terlebih pengaruh Wine yang seperti nya sudah mulai beraksi. Kini kondisi Jo dalam keadaan setengah sadar dan setengah sadar.


Dan akhirnya dirinya memilih untuk membaringkan tubuhnya yang terasa lelah. Jo berjalan sempoyongan dan naik ke atas ranjang. Merebahkan tubuhnya yang sangat lelah.


" Sepertinya mami sangat menginginkan Celine jadi menantu nya ? " Gumam Jo yang mulai kesadaran nya hanya 50 % saja. Jo meracu tak jelas hingga akhirnya dirinya tertidur pulas.


\=\=\=


Hari ini hari Minggu. Waktunya Clara berkumpul dengan sang papi. Celine sudah sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk Clara dan juga papi Jo, setelah sudah jadi dia langsung menata di meja makan.


" Papi, bangun ! " Clara mencoba membangunkan sang papi dengan menggoyang-goyangkan tubuh papi nya.


" Eemmm...Ini emang hari apa sih ? Papi masih ngantuk Clara. " Sahut Papi yang mata nya kini masih memejamkan matanya.


" Ini hari Minggu. Hari aja lupa. " Gerutu Clara. Clara merasa kesal karna ternyata sang papi sudah memejamkan matanya kembali tak mendengar omongannya.


Dan akhirnya Clara pergi meninggalkan sang papi.


" Mis aku makan duluan aja deh, papi masih tidur. Susah di bangunin. " Ujar Clara dengan wajah cemberut.


" Ih ko anak cantik cemberut. Pan ade Mis di mari nemenin non Clara. Si papi juge pan hari enih hari libur kerjanye. " Celine mencoba merayu dan menenangkan anak asuhnya.


Jo masih saja memejamkan matanya, karna memang semalam dia sempat ga bisa tidur hingga akhirnya dia menenggak wine membuat dirinya setengah mabuk.


Dan baru jam 10.00 pagi Jo membuka matanya. Jo memicingkan matanya melihat pintu dan jendela kamarnya yang sudah terbuka.


" Clara udah naik ke atas ? Pasti ngomel deh , jam segini gw baru bangun. " Gumam Jo yang masih mengumpulkan nyawanya, masih bermalas-malasan di ranjang.

__ADS_1


Setelah 10 menit memulihkan tenaganya, Jo bangkit dari ranjang untuk mandi. Dan kini dirinya sudah terlihat segar meskipun matanya masih terlihat sembab.


Jo menuruni anak tangga untuk sarapan yang tertunda dan mencari keberadaan sang anak.


" Kemana lagi tuh anak, kenapa ga ada ? " Gumam Jo sambil berjalan menuju meja makan.


Makannya terhenti, saat mendengar sayup-sayup suara anak ya sedang tertawa riang dengan Celine. Karna letaknya ruang makan memang tak jauh dari kolam renang dan taman bermain. Hanya harus melewati pintu penghubung ke halaman belakang.


" Clara ? Sedang apa di halaman belakang ? " Gumam Jo. Setelah selesai makan, dia berniat untuk menemui sang anak.


Glekkkk


Jo mencoba menelan Saliva nya saat membuka pintu penghubung dan melihat Celine yang sedang berenang.


Seeerrr


Jantungnya melompat-lompat, nafas tak karuan. Dan tubuhnya terasa menegang seketika pikirannya melayang tak jelas. Pisang tanduk nya pun sudah turn on.


Saat dirinya ingin melangkahkan kaki nya kembali masuk ke dalam. Clara memanggilnya dan meminta sang papi menghampiri dirinya.


" Clara...please jangan begini ! Jangan bikin papi frustasi. " Gumam Jo yang wajahnya berubah pucat pasi.


" Papi sini ! Ayo kita renang bareng ! Jangan bikin Clara marah ya ! " Ancam Clara. Membuat Jo menelan Saliva nya. Sungguh ini posisi yang sangat sulit sepanjang hidupnya.


" OMG...Clara bener-bener kamu ya ! Kamu itu anak papi kenapa sifat mu menurun nenek kamu. 11 12 dengan nenek kamu, selalu ingin di turutin. " Gerutu Jo sambil berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


" Lo salah Jo, harus nya tadi Lo ga usah nyusul Clara ke sana ! Sekarang jadi berabe kan urusannya ? Lihat tuh pisang tanduk Lo ! " Jo komunikasi dengan hati dan pemikirannya sendiri.


Jo bertambah frustasi saat berganti celana renang dan pisang tanduk nya menonjol.


" Udah diem Lo ! Jangan macem-macem ! Jaga image sedikit lah, heran mau nya nyosor terus Loch kalau lihat duo semangka si Celine. " Umpat Jo pada pisang tanduk nya. Mungkin jika pisang tanduk bisa tertawa, dia pasti sudah tertawa terbahak-bahak menertawakan Jo yang gelisah...sah...sah...sah.


Dengan jalan gontai Jo berjalan ke belakang rumahnya.


" Papi ayo sini ! " Teriak Clara. Netra Celine dan Jo saling bertemu. Saat itu Celine memakai legging pendek dan juga tank top. Sebenarnya dia menolak karna merasa tak enak jika majikannya melihatnya, tapi Clara yang memaksanya.


Celine terpanah melihat roti sobek milik Jo dan tangan kekar milik Jo. Celine juga berusaha menelan Saliva nya. Jo terlihat sangat seksi dan macho. Sebuah anugerah terindah yang begitu nyata.


" Non, Mis buatin minuman dulu ye ! Pan Udeh Ade papi. " Sahut Celine dan langsung mendapatkan anggukan kepalanya.

__ADS_1


Lagi-lagi Jo harus menelan saliva nya dengan susah payah saat Celine berusaha naik ke atas permukaan. Sungguh duo semangka Celine sangat menggoda hati, di tambah bokong milik Celine yang terlihat padat dan terlihat belum pernah terjamah.


Clara tersenyum melihat tingkah papi nya. Rencana nya berhasil membuat sang papi merasa gelisah sah...sah...sah...


Celine membawakan dua gelas orange jus untuk Clara dan juga papi Jo. Dan terlihat Clara yang sedang berenang dengan sang Papi. Terlihat sekali raut bahagia dari keduanya.


Celine memilih untuk mandi dan berganti pakaian yang kini hanya di tutupi handuk besar karna Celine tak memiliki kimono handuk atau pun bathrobe.πŸ˜πŸ˜„


" Mis...ayo berenang lagi ! " Panggil Clara. Rencananya gagal berniat langsung mandi, tapi malah di suruh berenang lagi. Dan akhirnya mau tak mau dirinya mengikuti kemauan anak asuhnya. Membuka kembali handuk dan masuk kembali ke dalam kolam. Untungnya Celine pintar berenang.


" Sekarang Clara mau Mis sama papi lomba renang. Clara yang akan jurinya. " Ujar Clara. Membuat Jo dan Celine saling menatap.


Celine mencoba menolaknya karna dia merasa tak enak hati harus bertarung dengan majikannya. Tentu saja hal itu adalah rencana Clara dan akan ada satu rencana lagi yang akan Clara lakukan yang pasti bikin papi Jo dan Celine tak berkutik.


Dan dalam hitungan ketiga pertandingan di mulai. Dan siapa sangka ternyata Celine pemenang nya. Tentu saja hal itu membuat harga diri Jo jatuh, dia tak menyangka seorang babysitter diam-diam memiliki bakat terbenam.


" Yeay...Mis menang. Mis memang hebat. " Puji Clara pada Mis nya membuat Jo bertambah malu.


" Kagak no. Enih mah cuma kebetulan aje non. " Sahut Celine dengan wajah malu-malu. Dia tak mampu melihat wajah majikannya.


Clara menggiring tubuh Celine dan Papi Jo ke tengah. Dan siapa di sangka Clara berbuat nalar Jo dan juga Celine. Clara menurunkan tangannya dan menarik kaki satu Celine. Tentu saja Celine yang tak ada persiapan langsung terjatuh dan tenggelam. Melihat itu Clara dan Jo terlihat panik. Tanpa sadar Jo langsung berusaha menolong Celine. Dan membuat duo semangka Celine menempel dengan roti sobek Jo.


Jo mengangkat tubuh Celine ke permukaan. Celine pingsan. Sebenarnya bukan karna dia menelan banyak air tapi karna dia merasa shock merasakan tenggelam karna sewaktu kecil dia pernah mengalami hal seperti itu membuat dirinya trauma. Namun beranjak besar, ayahnya menasehati nya agar Celine tak perlu takut tenggelam. Dan dari situ Celine berusaha keras untuk pintar renang agar kejadian buruk masa kecilnya tak akan terulang lagi.


Jo mencoba membangunkan Celine yang pingsan. Dan mau tak mau dirinya menekan dada Celine agar air yang terminum bisa keluar. Sebenarnya Jo tak mau, tapi dia terpaksa. Sungguh hal ini membuat dirinya gelisah dan basah. Harus menyentuh duo semangka Celine.


" Tahan Jo, Lo harus kuatkan iman Lo ! Jangan jadikan ini kesempatan buat Lo ! " Kini justru Jo yang terlihat sangat pucat.


" Pi, setau Clara lihat di tv. Kalau orang pingsan ga bangun-bangun gitu. Kita harus memberikan nafas buatan. " Sahut Clara membuat jantung Jo berpacu dengan cepat.


" Maaf papi ga bisa sayang...Papi ga enak sama Mis. " Jo berusaha menolak sang anak. Dia tak mungkin memberikan nafas buatan. Bisa-bisa dia akan merasa khilaf.


Clara terus merengek-rengek, dia merasa khawatir jika sampai terjadi apa-apa dengan Mis Celine bahkan Clara sampai meneteskan air mata. Dan akhirnya dengan berat hati dan menarik nafas panjang terlebih dahulu. Jo memberikan nafas buatan. Tapi tak seperti yang sebenarnya. Jo malah melum** bibir Celine dengan nafsu dengan tak tau malu nya di depan sang anak. Dan akhirnya ciuma* Jo membuat Celine membuka matanya. Dan mata mereka kini saling menatap.


" Maaf..Saya terpaksa melakukannya. Ga berniat apa-apa. " Ucap Jo lirih. Wajah nya memerah menahan rasa malu. Jo telah mengambil ciuma* pertama Celine.


Jo langsung pergi meninggalkan sang anak dan juga Celine ke kamarnya.


" Gila Jo apa yang udah Lo lakuin ? Kenapa Lo ga bisa nahan hasrat Lo sih ? Parah Lo Jo. " Jo terus mengerutuki kebodohan yang dia lakukan tadi.

__ADS_1


" Ini juga kenapa Lo ikut-ikutan bangun ? Bikin gw tambah gelisah aja sih ? " Jo mengomeli pisang tanduk nya. Padahal yang tadi khilaf dirinya, bukan pisang tanduk. Tapi untungnya tuh pisang tanduk masih di bedong kalau ga udah menyeruduk unboxing Mis Celine deh.


Jo diam terpaku sambil memegang bibirnya. Merasakan apa yang dia lakukan tadi. Sungguh bibir Celine terasa manis dan nikmat. Hingga Jo kehilangan kendali.


__ADS_2