
Miranda melihat sikap Vino yang seperti itu menjadi sangat ketakutan. Yach...Vino yang lembut dan romantis kini berubah menjadi pria yang kasar dan dingin.
"Jika aku ingin melakukannya sekarang, kamu jangan menolak aku! Aku sudah tidak tahan ingin melihat permainan kamu di ranjang!" ujar Vino.
Vino langsung membuka pakaian Miranda dengan paksa termasuk kain segitiga Miranda dan melemparnya begitu saja.
"Ternyata tubuh kamu sangat indah baby, ku yakin aku pasti kecanduan dengan tubuhmu!" bisik Vino di telinga Miranda.
Vino langsung menggendong tubuh Miranda ke ranjang. Bukankah Miranda sudah biasa melakukan hal ini, jadi dirinya tak perlu melakukan foreplay yang lama. Vino bebas memasukkan burung perkututnya kapan pun dia mau.
Bles
"Awww...sakit!" ringis Miranda kesakitan. Karna Vino langsung memasukkan perkututnya ke miliknya.
"Come on baby, nikmati saja! Aku ingin mencoba bercinta tanpa pemanasan." ujar Vino menyeringai licik. Vino terus memompa milik Miranda dengan kasar. Meluapkan perasaan sakit hatinya, bayangan wajah cantik Celine terus hadir bersamaan Vino menaik turunkan pinggulnya. Tak ada rasa nikmat keduanya. Hanya rasa sakit yang di rasa Miranda, dia tak menyangka hidupnya begitu menyakitkan. Tak ada satu orang pria pun yang mencintai dirinya dengan tulus termasuk suaminya kini.
Berbeda halnya dengan Vino yang justru merasakan sensasi yang luar biasa. Cinta membuat orang berubah. Vino berubah menjadi seorang mafia yang menakutkan.
__ADS_1
"Ku mohon Vin, hentikan! Kau benar-benar gila!" teriak Miranda, namun perkutut Vino terus menghujam miliknya. Vino langsung meraup bibir Miranda agar Miranda terhanyut dan tak menggagalkan permainannya. Tangan Vino juga tak tinggal diam. Meremas bukit kembar Miranda yang masih terasa kencang. Hingga akhirnya perlahan demi perlahan Miranda menikmatinya. Terlebih kini mulut Vino sedang menghisap bukit kembarnya secara bergantian.
Hingga akhirnya mereka berdua mengerang bersama, merasakan pelepasan. Ternyata tidak sampai di situ. Vino melakukan percintaan tanpa henti. Vino langsung menyuruh Miranda menungging, kini mereka melakukan gaya ***** *****. Perlahan Miranda sudah mengimbangi permainan suaminya. Mereka sama-sama gila. Mereka mengalami pelepasan kembali.
"Ku rasa cukup sampai sini dulu! Kita break dulu! Kita mandi dulu, tubuhku terasa lengket!" ujar Vino.
"Thanks partner ranjang ku! Kamu memang sangat nikmat, wajar banyak pria yang menggilai mu di ranjang!" ucap Vino sinis. Ya dia hanya menganggap Miranda sebagai partner ranjangnya. Tak ada cinta di hati Vino saat melakukannya. Tentu saja hal itu membuat Miranda merasa sakit hati.
Tak ada kecupan di akhir percintaan, Vino langsung bangkit dan mandi. Beberapa menit kemudian Vino keluar dari kamar mandi dan melihat Miranda yang sedang menangis. Hingga akhirnya dia memilih mendekati wanita yang telah menjadi istrinya.
"Aku ingin bercerai denganmu! Untuk apa aku menikah denganmu jika hanya untuk kau sakiti!" ujar Miranda yang di penuhi rasa dendam. Rasa cintanya telah hilang dalam sekejap.
Vino merangkup dagu Miranda dengan kasar hingga membuat Miranda meringis.
"Kau yang memulainya, mengapa begini saja kau mundur? Pernikahan kita hanyalah pernikahan saling menguntungkan, kita sama-sama terpuaskan tapi kita tak perlu cinta di antara kita! Apa kau tak malu menjadi seorang janda yang baru menikah beberapa jam saja? Dan bahkan pesta pernikahan kita akan segera di gelar." ucap Vino menyeringai licik. Vino seperti seorang monster di hidup Miranda.
Air mata Miranda mengalir deras di malam pertamanya menjadi seorang pengantin. Sungguh ini bukan sebuah pernikahan impian dalam hidupnya. Dia tak menyangka takdir begitu menyakitkan.
__ADS_1
"Cih, jangan pernah bicara tentang takdir di depanku! Takdir begitu kejam dan menyakitkan. Takdirmu sama sepertiku! Begitu menyakitkan. Aku benci hidupku, aku benci semua hal tentang cinta! Bagiku semua itu hanyalah sebuah omong kosong! Jadi lebih baik kau nikmati saja hidupmu, tak perlu kau pedulikan takdir yang begitu menyesakkan dada! Lagi pula kau tak perlu takut jika dirimu akan hamil, karna kau melakukannya dengan suamimu!" ujar Vino.
Miranda berharap kelak suaminya akan mencintai dirinya. Dia yakin jika suaminya memiliki masa lalu yang begitu menyakitkan.
"Sudah sana, lebih baik kau mandi! Aku akan membuatkan kamu teh manis hangat agar tubuhmu terasa segar. Oh ya kamu mau makan apa? Aku akan memesan makanan untuk kita! Sebagai seorang suami, aku tak akan pernah menuntut kamu untuk melayani aku seperti menyediakan makanan atau pakaian ku! Tugasmu hanya melayani aku di ranjang! Melayani kapanpun aku mau! Mudah bukan? Dan aku minta padamu, jangan pernah meminta aku untuk mencintai kamu karna hal itu mustahil bagiku! Aku sudah benci dengan yang namanya cinta." ujar Vino panjang lebar dan Miranda hanya bisa menatap lekat suaminya.
Meninggalkan Miranda yang harus tersiksa dengan sikap Vino yang berubah menjadi seorang monster, kini ada pasangan yang sedang bermesraan. Meskipun belum melakukan pergulatan ranjang, tapi mereka tetap merasakan bahagia.
Cinta membuat orang berubah. Seperti yang di lakukan papi Jo, demi cinta dia rela memendam perasaannya. Meskipun dirinya sempat merasakan kecewa karna sang istri lebih sibuk dengan ketiga buah hatinya.
"Meskipun aku sudah menerima keadaan ini, tapi aku ingin dalam waktu dekat tak menginginkan kamu hamil! Aku sudah sangat merasa tersiksa, karna tak bisa menyentuhmu beberapa bulan belakangan ini. Terlebih kedekatan kita sangatlah baru dan harus terputus dengan kehadiran kembar." ungkap papi Jo.
"Makanya kalau di bilang istri itu dengar! Jangan ngikutin naf*su. Kalau kamu dulu mendengar keinginan aku untuk menunda kehamilan, pasti saat ini kamu tak seperti ini! Tapi ya sudah, kita sudah mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari itu. Kita harus merasa beruntung karna hadirnya kembar di pernikahan kita. Memperkuat hubungan pernikahan kita. Ku rasa sudah semestinya aku memberikan hak mu! Aku sudah merasa siap melakukan hubungan suami istri denganmu, tapi sebelumnya aku ingin berkonsultasi dan menggunakan alat kontrasepsi karna aku tak yakin kamu bisa menahannya di saat kamu sudah merasa ******* hingga akhirnya aku harus hamil kembali." ujar Celine dan papi Jo hanya menganggukkan kepalanya. Hatinya merasa bahagia karna memiliki istri yang luar biasa, yang sangat mengerti dirinya. Papi Jo langsung merangkul tubuh sang istri membawa ke dalam dekapannya. Dirinya juga memberikan kecupan di kening, kedua pipi sang istri. Tapi kali ini tidak bibir sang istri, dia takut akan kebablasan.
Cinta memang selalu bisa membuat orang menjadi berubah.
Jangan lupa dukungannya kakakππππ
__ADS_1