
"Yang, Emeli sudah melahirkan. Tolong besok kamu belikan kado untuk baby mereka! Setelah aku pulang kerja kita menengok ke sana!" ujar Papi Jo.
"Cewek apa cowok baby nya? Aku jadi ga sabar menanti kelahiran anak kita." ucap Celine.
"Cewek anaknya. Aku juga, sabar ya sayang. Aku berangkat dulu ya! Jaga diri kamu baik-baik!" ucap Papi Jo sambil mengecup perut gendut istrinya.
Usia kandungan Celine sudah menginjak 6 bulan. Sama seperti dengan Papi Jo, Combreng pun sedang menanti kelahiran anak pertama mereka. Rasa syukur selalu Combreng dan Mila ucapkan.
Siang ini dengan di dampingi Clare, Celine pergi ke pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumahnya untuk membeli kado untuk baby nya Emeli dan Hanif.
"Mi, adik aku nanti cewek apa cowok? Aku sudah tidak sabar pengen memilihkan baju-baju untuk nya. Lucu-lucu sekali." ujar Clare saat di counter tempat menjual perlengkapan bayi. Dia sudah tidak sabar ingin memilihkan baju untuk sang adik.
"Sabar ya sayang...bulan depan kita sudah bisa belanja perlengkapan adik bayi. Bulan lalu masih belum jelas jenis kelaminnya." sahut Celine lembut sambil mengelus rambut anaknya.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, Papi Jo baru saja sampai di rumah. Dia sengaja pulang cepat karena memang sudah niat ingin menengok baby nya Hanif dan Emeli. Dan setelah pukul 18.30, mereka baru bergegas ke rumah sakit.
Celine membelikan 10 baju bayi yang lucu-lucu, papi Jo juga akan mentransfer uang untuk asistennya itu. Hanif sudah banyak berjasa untuknya.
"Selamat ya Han sama Emeli. Akhirnya kalian sudah resmi menjadi orang tua." ujar Celine memberi semangat.
"Selamat Han, kamu sudah resmi jadi pejantan tangguh. Bukti sudah jelas." goda papi Jo sambil menepuk pundak asistennya.
"Oh ya Mil, namanya siapa? Cantik banget baby kamu." ujar Celine.
__ADS_1
Emeli memberitahu kalau nama anaknya adalah Syakila Camelia yang berarti bunga yang cantik. Hanif dan Emeli berharap sang anak kelak menjadi wanita yang cantik dan di sukai banyak orang seperti bunga.
❤️❤️❤️
Dengan kehadiran Kila panggilan sang anak, menambah kebahagiaan Hanif dan Emeli dalam rumah tangganya.
Meninggalkan Hanif dan Emeli yang kini sedang menikmati peranannya menjadi orang tua. Celine sedang menunggu kelahiran anak keempatnya. Kebahagiaan papi Jo semakin bertambah, keempat anaknya akan menambah semangat dirinya dalam berkarier.
"Kalau masih ada mami, pasti mami seneng banget kamu akan melahirkan kembali." ujar papi Jo dan di iyakan sang istri. Mami Grace tipe mertua dan nenek yang sangat perhatian.
Sama halnya dengan papi Jo dan Hanif, kebahagiaan juga menyertai pernikahan Combreng dengan Mila. Terlebih mereka yang sangat menginginkannya sejak lama. Akhirnya Combreng bisa merasakan sebagai ayah dari anaknya kelak.
Inilah waktu yang di nanti papi Jo sebelum dirinya harus berpuasa berbulan-bulan. Menjelang persalinan di sarankan untuk lebih sering melakukan hubungan suami istri agar mempermudah jalan persalinan. Terlebih di kelahiran kali ini, Celine menginginkan melahirkan dengan persalinan normal. Celine berusaha keras dengan sering melakukan yoga dan berjalan pagi.
Celine langsung membuka daster yang dia kenakan, hanya menyisakan penutup duo semangkanya dan kue apemnya. Celine berlenggak lenggok seperti model membuat Papi Jo berkali-kali menelan Saliva nya.
"Kamu seksi banget yang kalau hamil gini tambah seksi. Sayangnya aku ga mau punya anak lagi. Nanti yang ada kasih sayang kamu ke aku semakin berkurang karna sudah terbagi untuk anak-anak." ujar Papi Jo dan Celine hanya menganggukkan kepalanya. Terlebih saat masih bayi, sebagian besar waktunya Celine untuk sang anak. Untuk menyusui dan mengurus sang anak. Meskipun memiliki baby sister, Celine selalu berusaha untuk mengurus anak-anaknya sendiri. Kecuali jika memang dia benar-benar tak sempat dan harus mengurus baby besarnya yang tak lain suaminya.
Papi Jo pun ikut membuka seluruh pakaian yang menempel, dan bahkan sudah dalam keadaan polos. Papi Jo langsung mendekati sang istri dan membuka penutup duo semangkanya dan kue apem. Celine terlihat malu-malu mencoba menutupinya.
"Kenapa harus malu? Seperti baru aja sih yang, anak udah tiga. Ini Bray nya di lihat, buka matanya!" ujar papi Jo yang menurunkan satu persatu tangan yang menutupi wajah mata dan apem sang istri. Berhubung mami Celine sudah lebih berisi, papi Jo sudah tak kuat untuk menggendongnya. Dia hanya mengarahkan sang istri untuk naik ke ranjang.
Papi Jo sudah duduk di tepi ranjang dan meminta sang istri melu*mat Bray. Celine terpaksa harus berjongkok untuk memuaskan sang suami.
__ADS_1
"Aaahhhh.." racau papi Jo yang sudah merasakan nikmat yang luar biasa. Papi Jo sudah tak kuasa menahannya.
"Sayang...apa kamu sudah menginginkannya? Bray sudah tak tahan ingin muntah." Papi Jo sudah tak tahan untuk menahannya.
Celine menganggukkan kepalanya, dia pun sudah merasa hal yang sama. Dia sudah merasa kecanduan dengan pisang tanduk suaminya yang selalu membuatnya melayang.
Kali ini papi Jo yang menjadi pemimpin permainan. Papi Jo meminta sang istri dengan posisi menungging. Menghentak-hentakkan Bray dengan penuh semangat, membuat mami Celine terus meleguh merasakan nikmat.
"Sayang... pelan-pelan!" ujar mami Celine, dia mengingatkan sang suami yang sudah seperti orang kesurupan. Hingga akhirnya papi Jo memperlambat.
"Aahhhh..." desau papi Jo saat Bray berhasil memuntahkan cairan penghangat yang menyirami rahim mami Celine.
Papi Jo mencoba mengatur nafasnya yang masih terengah-engah, tak lupa dia mengucapkan kata terima kasih kepada sang istrI. Karna selalu memberikan kepuasan untuknya.
❤️❤️❤️
Meninggalkan papi Jo dan mami Celine. Saat ini Combreng pun dengan Mila sedang melakukan ritual gelud ranjang. Ini adalah pertama kali Combreng berhubungan intim kembali dengan sang istri. Setelah dirinya mengalami penyakit kanker otak.
"Aaahh...sayang." racau Combreng. Combreng berhasil memuntahkan miliknya. Setelah sekian lama tertahan.
"Terima kasih ya beb kamu selalu sabar sama aku. Hari ini aku berhasil memberikan nafkah untuk kamu." ujar Combreng. Combreng memberikan kecupan di kening istrinya. Untungnya Mila selalu sabar menerima dirinya. Mila selalu setia menjalani pernikahan dengan combreng, meskipun Combreng belum bisa bekerja kembali.
Combreng merasa bahagia karna bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dan Mila pun selalu bersabar dalam mengurus suaminya berbulan-bulan, hingga akhirnya sang suami di nyatakan sembuh dan perlahan bisa menjalankan kehidupan normal.
__ADS_1