
Jo sampai-sampai merasa malu untuk bertemu Celine. Dia lebih memilih tiduran di kamarnya.
" Kalau Combreng tadi ada di sana, bisa jatuh harga diri gw di depan dia. Jo...Jo...kenapa nyosor si Celine begitu si ? Ini semua gara-gara Clara. " Gerutu Jo.
Pintu kamar sang papi tak terkunci. Clara langsung menyelonong masuk dan naik ke atas ranjang.
" Pih..." Panggil Clara membuat Jo tersentak kaget. Clara yang datang tiba-tiba.
" Kamu... ngagetin aja sih ! " Gerutu sang papi.
" Cie yang lagi membayangi Mis Celine. " Goda Clara.
" Apa-apaan sih kamu ! Anak kecil ga usah sok tau !" Gerutu Jo membuat Clara tertawa geli.
Clara terus menggoda sang papi membuat papi Jo wajah nya merah seperti udang rebus.
" Udah makanya papi menyerah aja si, nikah sama Mis Celine biar Clara cepat punya adik. " Sahut Clara.
Sungguh ucapan Clara membuat papi Bar-bar nya merasa tak suka.
" Hus...ga pantes kamu bicara masalah orang dewasa ! " Ujar Papi Jo sedikit keras.
Clara memanyunkan bibirnya dan langsung meninggalkan papi nya.
" Dari pada gw stres begini. Mending gw ke rumah Combreng aja deh. " Dan akhirnya Jo bangkit dan langsung bergegas mandi dan bersiap pergi.
__ADS_1
Jo menuruni anak tangga berpamitan pada sang anak dan langsung pergi begitu aja. Dia memilih tak sarapan dulu. Mood nya benar-benar buruk. Dari pada dia bersikap kasar salah sasaran. Jo juga tak berani melirik ke arah Celine. Dia lebih memilih menundukkan pandangannya. Setelah kejadian itu, Jo masih merasa tak enak hati.
Setelah menempuh perjalanan 1 jam akhirnya Jo sampai di rumah Combreng. Combreng yang sedang mencuci motor nya merasa kaget melihat kedatangan sahabatnya yang tiba-tiba tak memberi kabar sebelumnya.
" Tumben Lo, pagi-pagi udah ke sini ? Kenapa Lo ? " Tanya Combreng saat melihat temannya terlihat lesu, masuk ke rumah nya langsung menyenderkan kepalanya di kursi.
" Lagi bete aja di rumah. Pengen santai dulu ! " Sahut Jo singkat.
Combreng saat mengenal temannya itu, Jo tak mungkin seperti itu jika tak ada masalah.
" Nape Lo ? Masih aja sama gw rahasia. " Ujar Combreng yang ikut menduduki bokongnya.
Jo menceritakan kejadian dirinya dengan Celine saat di kolam renang dan terpaksa harus menggendong tubuh Celine dan memberikan nafas buatan. Dan be*go nya, Jo justru malah mengambil kesempatan dalam kesempitan.
" Gi*la emang Lo ya. Setelah merenggut ciu*man pertama sang perawan, Lo malah langsung pergi aja. " Ujar Combreng.
Jo menceritakan kini yang menjadi masalah nya anaknya. Anaknya tadi meledek dirinya. Dan menyuruh Jo segera menikah agar bisa segera memilik adik.
" Ya udahlah Jo, gw sebagai teman ngedukung Lo ! Dari pada Lo jadi Duda Gegana begini, mending Lo nikah aja bener kata anak Lo. Lagi pula anak dan emak Lo kan mendukung Lo, jadi apa lagi yang jadi penghalang Lo ! " Ujar Combreng yang saat ini sedang terlihat dewasa.
" Tapi gw masih belum yakin Breng. Gw masih ingin hidup sendiri. " Sahut Jo membuat Combreng menarik nafas panjang. Memang sahabat nya ini sangat keras kepala. Padahal dari pada Gegana ga jelas seperti ini, mending dirinya menikah biar merasa tenang tidak seperti sekarang.
Di tempat berbeda Selena sedang merencanakan penjebakan untuk mantan suaminya itu. Dia masih berharap, Jo mau kembali padanya. Dalam hal ini, dia akan melibatkan pria simpanannya. Mereka merupakan hubungan simbiosis mutualisme. Sama-sama saling menguntungkan. Selena mendapatkan kemewahan dari pria itu, dan Selena menjadi pemuas ranjang pria tersebut. Dan jika pria itu berhasil membantu Selena, dia akan mendapatkan imbalannya. Bahkan Selena melakukan threesome.
" Baiklah sayang...aku akan menyuruh eksekutif muda untuk berpura-pura mengajak Jo untuk bertemu di hotel. Dan saat Jo tertidur, kamu bebas melancarkan aksinya ! Bagaimana sayang ? " Sahut seorang pria berusia 65 tahun. Usia memang tua, tapi dia mampu membuat tulang Selena terasa remuk. Sungguh pria itu sangat perkasa di ranjang. Selena pun menikmati nya.
__ADS_1
Dengan tak ada perasaan jijik, Selena langsung mendaratkan bibirnya di bibir pria simpanannya. Dan terjadilah cium*an panas
" Aaahhh...sayang..." Desau Selena saat pria itu meghisa* payuda*ranya dengan rakus dan tangannya bermain di sarang kenikmatan miliknya. Pria itu membuka pakaian yang menempel di tubuh Selena, hingga Selena sudah terlihat polos.
" Aaaahh...sayang..." Selena meracu merasa nikmat. Hal yang selalu dia rasakan. Pria itu memainkan lidah nya di bawah, bahkan Selena menarik tengkuknya agar pria itu semakin memperdalam.
Pria itu langsung membuka celana dan sarung pembungkus miliknya. Dan mengarahkan miliknya untuk Selena masukan ke dalam goa bergigi miliknya.
" Aaahhh... sayang. Sungguh nikmat ! Kau memang selalu pintar memanjakan aku. " Racau pria itu.
" Apa kau sudah siap sayang ? Aku sudah tak tahan." Selena langsung menganggukan kepalanya dengan malu. Karna memang dirinya juga sangat menginginkan nya.
Pria itu perlahan melebarkan kedua paha Selena agar memudahkan miliknya yang sudah berdiri gagah perkasa untuk masuk.
" Aaahhh...sayang...Aaaahhhh..." Racau kedua nya bersamaan saat milik pria itu berhasil masuk dengan sempurna.
Dan malam ini menjadi malam panas untuk mereka berdua.
Keesokan harinya. Panggil saja Albert, sedang menghubungi Hanif untuk memberitahukan tentang pertemuan malam ini Jo dengan bos nya yang akan di adakan di kamar hotel 003 hotel xxxx. Mereka berharap Jo untuk datang sendiri untuk membahas masalah kerjasama. Dan Hanif mencoba memberitahukan hal ini kepada Jo.
" Apa di kamar hotel ? Katakan saya ga mau ! Ada-ada saja, sejak kapan membicarakan masalah bisnis di dalam kamar. " Ucap Jo geram. Albert tak pantang menyerah, dia meminta pada Hanif agar dirinya bisa bicara langsung pada Jo.
" Mohon maaf Tuan Jo, pembahasan kita sangat privasi. Bos saya tak ingin orang lain tau tentang masalah ini. " Albert mencoba memberi pengerjaan.
" Memangnya bisnis kita ini bisnis apa ? Ilegal ? Sampe harus rahasia seperti ini ? Katakan pada bos Anda saya tak bisa menemuinya jika harus membicarakan masalah bisnis di kamar hotel ! " Sahut Jo tegas. Dan alternatif terakhir, Albert mencoba membohongi Jo mengatakan bahwa sebenarnya bos nya itu adalah pria cacat, dia merasa malu jika bertemu banyak publik. Dia tak merasa percaya diri. Albert mencoba memohon. Dan akhirnya Albert bisa bersorak gembira karna akhirnya Jo menerima tawaran itu dan masuk ke dalam perangkapnya.
__ADS_1