Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kecemburuan papi Jo


__ADS_3

Kini mereka telah sampai di rumah. Papi Jo langsung menyerahkan Clare kepada baby sister nya. Karna dirinya ingin segera mandi.


Setelah beberapa menit, papi Jo nampak sudah selesai mandi dan keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang. Dan langsung mengambil pakaian yang ingin dia pakai.


"Yang, kamu marah ya sama aku? Kok dari tadi cuma diem aja." ujar mami Celine.


"Enggak. Cuma aku masih kesel aja sama bule kampung itu. Bisa-bisanya dia mengajak kamu berkenalan. Aku ga bisa ngebayangin nantinya jika kamu sudah mulai kuliah. Pasti aku akan selalu menarik nafas panjang agar aku bisa menahan emosi." sahut papi Jo jujur.


Mami Celine langsung menghampiri suaminya memeluk suaminya erat.


"Meskipun ada ribuan cowok tampan dan kaya yang akan menghampiri aku. Aku tidak peduli. Karna hanya kamu yang aku cintai." ujar mami Celine, tentu saja hal itu membuat papi Jo melayang ke langit ke tujuh Dia merasa senang sekali saat mendengar penuturan dirinya.


❤️❤️❤️


Mulai hari ini mami Celine sudah mulai kuliah. Dia terlihat antusias sekali untuk menjadi seorang mahasiswi.


"Cie...semangat banget yang mau mulai kuliah. Ingat jangan ngasih hati ke cowok, nanti ngelunjak!" pesan papi Jo.


"Aish...kamu itu kenapa sih, cemburuan banget? Aku kan kuliahnya bareng yang usianya di bawah aku. Masa aku main sama berondong sih?" gerutu mami Celine.


"Justru berondong sekarang lebih suka main sama cewek yang lebih tua dan berpengalaman. Apalagi tubuh kamu masih terlihat sexy banget." ujar papi Jo.


Papi Jo memarkirkan mobilnya di parkiran kampus.


"Aku kuliah dulu ya! Ingat jangan mikir macam-macam! Kasih aku kepercayaan!" ujar mami Celine dan papi Jo mengangguk mengerti.


Setelah sang istri memasuki arena kampus, papi Jo langsung melajukan mobilnya kembali menuju kantornya. Untungnya kantor dirinya letaknya tak jauh dari kampus sang istri. Kini dirinya sudah sampai di kantor.

__ADS_1


"Bener kata Celine, aku harus kasih kepercayaan buat dia. Agar aku merasa tenang, tak gelisah. Lebih baik aku fokus bekerja." gumam Papi Jo.


Kesan pertama Celine kuliah, dirinya merasa sangat bahagia. Celine sudah mulai banyak memiliki teman. Celine termasuk wanita yang ramah, sehingga dirinya tak akan merasa kesulitan untuk memiliki teman di kampus. Mereka tak menyangka jika Celine telah menikah dan memiliki anak tiga.


Langkah Celine harus terhenti saat namanya di panggil dengan seorang cowok. Dia menengok mencari ke arah sumber suara.


"Hai Lin, apa boleh aku mencoba mendekati kamu? Salam kenal, aku Reno." ujar Reno sambil melambaikan tangannya. Berniat berkenalan lebih Celine, namun Celine menolaknya. Jika hanya untuk berteman silahkan, dia welcome.


Celine pergi meninggalkan Reno begitu saja, dia tak peduli jika nantinya Reno akan kecewa. Celine akan selalu ingat ucapan suaminya. Dia tak boleh memberi hati kepada cowok mana pun.


"Brengsek tuh cewek, bisa-bisanya dia menolak seorang Reno. Lihat saja nanti, suatu saat nanti Lo akan jatuh ke pelukan gw! Jika Lo ga bisa di ajak main dengan baik-baik, gw akan bermain sedikit memaksa." gerutu Reno.


Saat Celine ingin pulang, dering ponselnya berbunyi dan ternyata suaminya yang menghubungi dirinya. Tentu saja dirinya langsung mengangkat panggilan telepon dari suaminya.


"Aish...kamu ini. Mentang-mentang kampus aku dekat dengan kantor kamu. Baru hari pertama aja udah nyuruh ke kantor." sindir mami Celine. Setelah perdebatan, akhirnya mami Celine memutuskan untuk mengalah. Terlebih sang suami sudah menyuruh supir kantor untuk menjemputnya.


"Gimana kuliah kamu hari ini? Lancar?" tanya papi Jo kepada sang istri. Celine langsung menceritakan tentang kuliahnya dengan antusias, menunjukkan rasa bahagia.


"Apa ada yang mencoba mendekati kamu?" ucap papi Jo mencoba menyelidik.


Celine menatap suaminya dengan lekat. Sambil dirinya berpikir apa perlu dia mengatakan hal itu kepada suaminya. Namun hatinya mengatakan jika dirinya lebih baik berbohong menutupi apa yang terjadi sebenarnya.


"Owh..yakin kamu ga bohongin aku? Kok aku ngerasa ada sesuatu yang kamu simpan?" sindir papi Jo. Namun Celine memilih untuk tetap merahasiakannya.


Kini mereka hanya berdua di dalam ruangan, karna Hanif sengaja di usir papi Jo agar tak mengganggu


dirinya. Tau lah apa yang akan di lakukan papi Jo di saat berdua dengan sang istri?

__ADS_1


"Yank, ada yang ke pengen main di kamar sini lagi." goda papi Jo. Celine tentu saja sudah merasa tak aneh dengan sikap suami mesumnya.


Papi Jo langsung menggendong tubuh istrinya dan membawa ke kamar yang berada di ruangan. Kini Celine sudah dalam polos di atas ranjang. Papi Jo langsung membuka pakaiannya dengan buru-buru dan merangkak naik ke atas ranjang untuk mengukung tubuh istrinya.


Mereka bercumbu dengan mesra, dan saling berbelit lidah satu sama lain. Ciuman mereka semakin memanas. Terlebih saat jari tangan papi Jo sudah bermain di lubang kenikmatan milik istrinya. Setelah puas berciuman, papi Jo langsung mulai mengeksplore tubuh sang istri membuat tanda kepemilikan di sekujur tubuh istrinya.


"Aaahhh...sayang. Rasanya nikmat banget." racau Celine saat mulut suaminya kini bermain di duo semangkanya. Menghisap dan meremas secara bergantian. Membuat dirinya terbang melayang.


Merasa ladang sang istri terasa sudah basah dan siap bercocok tanam, Papi Jo langsung melebarkan kedua pangkal paha sang istri dan mensejajarkan miliknya di ladang sang istri dan memasukkan si Bray.


"Aaahhh..." racau keduanya saat Bray sudah masuk sempurna.


Melihat sang istri yang sudah terbakar gairah, Papi Jo langsung memompanya dengan penuh semangat. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama.


"Terima kasih sayang...I Love You." ucap Papi Jo sambil mengecup kening istrinya.


Papi Jo selalu bisa membuat sang istri tersenyum bahagia atas sikapnya. Celine selalu mengucap kata syukur karna telah mendapatkan suami yang sangat sempurna. Yang memperlakukan dirinya dengan baik. Membuat dirinya merasa berharga dan di cintai.


Celine berjanji akan selalu menjaga kepercayaan suaminya. Baginya tak ada lagi pria yang sempurna di bumi ini, hanya suaminya saja.


Mereka kini telah rapi kembali dan terlihat sudah segar kembali.


"Seneng banget bisa dekat dengan kamu! Ga menyesal aku mengizinkan kamu kuliah." ujar papi Jo.


"Iya kamu seneng, aku musibah karna harus melayani naf*su kamu terus." gerutu mami Celine.


"Tapi suka kan punya suami seperti aku?" goda papi Jo.

__ADS_1


Yuk berikan dukungan buat karya ini😘😍🙏


__ADS_2