Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Suami siaga


__ADS_3

" Pokoknya aku ga mau kamu cape-cape ya! Aku akan mempekerjakan satu orang lagi untuk mengurus Clara dan juga kamu. Apapun yang kamu inginkan, bicarakan ke aku! Jangan sungkan untuk bicara! Aku ingin kamu makan yang banyak, apapun yang kamu mau akan aku wujudkan! Ingat sekarang di dalam perut kamu itu udah ada dua makhluk kecil buah cinta kita! Dan untuk sementara waktu aku minta kamu tunda dulu keinginan untuk kuliah, fokus dengan kehamilan kamu! Kamu mengerti kan ucapan aku?" ucap Jo panjang lebar membuat Celine tak berdaya dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Semenjak dirinya dinyatakan hamil, papi Jo semakin posesif kepada mami Celine.


" Dan untuk sementara waktu kamu harus urus pisang tanduk kamu sendiri, ladang aku untuk sementara waktu tidak menerima untuk bercocok tanam pisang tanduk dan mencangkul!" sahut Celine dan langsung meninggalkan sang suami naik ke ranjang membaringkan tubuhnya.


Selama kehamilan trisemester pertama, tubuh Celine terlihat lebih kurus dan tubuh nya terasa lemas. Dia tak bisa makan nasi, jika makan pasti dia langsung mual memuntahkan semua isi perutnya. Jadi dia lebih suka makan buah atau kentang goreng.


Celine memilih berpura-pura tidur, untuk menunjukkan protesnya kepada suaminya.


" Sabar Bray, rival Lo lagi ga mau di cangkul!" ucap Jo lirih yang akhirnya memilih memainkan Mobile Legends di ponselnya untuk menunggu saatnya mengantuk. Mungkin ini akan menjadi mainan kesukaan papi Jo selama sang istri tak mau di sentuh, menggantikan mainan kuda-kudaan.


Saat main lagi seru-serunya, dirinya tiba-tiba teringat jika dirinya belum membuatkan susu coklat hangat yang menjadi kesukaan istrinya. Selama dirinya di nyatakan hamil, Jo selalu berusaha menjadi suami siaga. Membuatkan susu untuk sang istri di pagi hari dan malam hari sebelum tidur, kini sudah menjadi kewajiban barunya. Meskipun hal itu bisa saja di lakukan oleh art yang bekerja di rumah.


" Tuan, sini bibi yang buatkan susu buat Nyonya Celine!" ucap Bi Midah yang tiba-tiba saja datang menghampiri tuannya yang sedang berkutat di dapur untuk membuatkan susu coklat hangat untuk istri tercinta nya.


" Ga usah bi, biar anak saya nanti tahu kalau papinya sangat menyayangi mereka, dan biar anak saya nanti mirip saya!" sahut Jo membuat Bi Midah terkekeh melihat sikap tuannya yang sangat penyayang. Bi Midah sudah ikut papi Jo sejak lama, sejak papi Jo masih bersama Selena sebelum Clara lahir. Dia sudah sangat mengenal tuannya itu. Tapi baru saat bersama Celine, tuannya terlihat bucin akut.

__ADS_1


Setelah susu coklat telah selesai di buatnya, papi Jo langsung menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. Untungnya selama Celine hamil, Clara langsung mengerti untuk membiarkan mami nya tidur dengan papinya. Dan dia kini sudah berani tidur sendiri, karna sebentar lagi akan menjadi kakak dari dua adiknya.


" Sayang...bangun dulu! Ayo di minum dulu susu coklat hangatnya!" ucap Jo lembut membangunkan istrinya yang tidur terlelap. Rasanya papi Jo merasa tak tega untuk membangunkan mami Celine, tapi dia tak ingin jika kedua anaknya sampai kekurangan nutrisi yang baik untuk kecerdasan otaknya dan pertumbuhan mereka.


Berkali-kali papi Jo berusaha membangunkan istrinya, namun baru ketiga kalinya Celine mengerjapkan matanya. Dan Celine langsung menenggak habis susu yang di buatkan suaminya. Celine sangat menyukai susu coklat hangat buatan suaminya. Setelah mengambil kembali gelas dari istrinya dan memberikan air putih hangat untuk istrinya, Jo ikut naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah istrinya.


" Sayang...apa tak ada yang kamu inginkan saat ini? Karna biasanya orang hamil sering kali mengidam macam-macam." ucap Jo, dan Celine hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Karna saat ini memang dirinya tak menginginkan apapun.


Jo teringat saat Selena hamil dulu, dia sering kali meminta di belikan tas branded bahkan seminggu saja bisa 3x beli dan harga tas itu ratusan juta dengan alasan mengidam.


" Yang, jangan peluk gini! Lepasin! Aku enggak, lagi pula aku mual wangi tubuh kamu!" ucap Celine sambil melerai pelukan suaminya.


" Ga ada yang berbeda, wangi tubuh aku kan emang seperti ini. Lagi pula tadi aku cium ketiak aku, wangi kok ga bau. Kan biasanya kamu suka wangi tubuh aku seperti ini, justru kamu nempel terus." ujar Papi Jo. Namun bukannya mami Celine mengerti, dirinya justru mengusir papi Jo untuk tidur di sofa.


" Nasib....nasib! Mau punya anak aja perjuangannya berat banget. Boro-boro bisa nyangkul di ladang, ngedeketin aja di usir dan terpaksa harus merasakan tidur di sofa." gumam Papi Jo lirih.

__ADS_1


Setelah rasa gelisah yang terjadi pada papi Jo, akhirnya papi Jo tertidur pulas meskipun tidur di sofa.


Matahari bersinar terang dan menyelusup masuk ke celah gorden. Dan hal itu membuat Celine merasa terusik dari tidurnya, dan perlahan Celine mengerjapkan matanya dan memilih untuk bangkit turun dari ranjang. Sedangkan papi Jo saat ini masih tertidur pulas. Karna semalam dirinya sulit sekali memejamkan matanya dan baru tertidur dini hari.


" Sayang...bangun! Ayo bangun, kamu harus kerja!" ucap Celine membangunkan suaminya.


" Aku masih mengantuk, hari ini aku ga berangkat ke kantor!" sahut Jo dengan mata masih terpejam.


Celine terisak tangis, dia pikir suaminya itu marah kepadanya. Dan tentu saja hal itu membuat suaminya terpaksa membuka matanya karna mendengar istrinya menangis.


" Sayang...kamu kenapa? Kamu jangan menangis seperti ini, nanti dia ikut merasa sedih juga!" ucap Jo memenangi sang istri. Dirinya masih belum menyadari jika kata-katanya tadi membuat Celine merasa sedih hingga akhirnya menangis. Karna menurut Jo dia hanya berucap masih mengantuk dan mengatakan hari ini dirinya tidak ke kantor. Mungkin suara khas bangun tidur dan matanya masih terpejam saat bicara, membuat Celine salah paham.


" Kamu marah kan sama aku? Karna aku ga mau tidur sama kamu. Ya sudah kalau kamu merasa seperti ini, lebih baik aku tidur sama Clara di kamarnya." ucap Celine merajuk membuat Jo mengerutkan keningnya. Merasa tambah bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Perasaan wanita yang sedang hamil memang lebih sensitif, dirinya mudah sekali tersinggung dan salah paham. Dan akhirnya mau tak mau jika sudah begini, papi Jo lah yang meminta maaf meskipun semuanya karna kesalahannya.

__ADS_1


" Aku ga pernah marah sama kamu. Mana bisa aku marah sama kamu. Maaf kalau membuat kamu menjadi salah paham. Membuat tersinggung dengan ucapan aku tadi!" ucap Jo meminta maaf kepada istrinya. Bagi Jo tak ada salahnya juga untuk meminta maaf jika bisa memperbaiki suasana, meskipun dirinya merasa tidak salah.


Jangan lupa vote, like, bunga, dan kopinya๐Ÿ˜„๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿคฃโ˜บ๏ธ๐Ÿ™


__ADS_2