Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Pewaris kerajaan bisnis Anderson


__ADS_3

Lima Tahun Kemudian


"Selamat son, akhirnya kamu sudah lulus menjadi seorang sarjana! Papi dan mami sangat bangga padamu! Papi merasa senang, karena kelak kamu yang akan mengurus kerajaan bisnis Anderson." ujar Papi Jo sambil memeluk tubuh anaknya.


Hari ini adalah hari di mana Cairo Anderson melakukan wisuda. Mami Celine dan papi Jo langsung terbang ke Inggris, untuk menghadiri acara wisuda anak laki-laki satu-satunya. Kelak Cairo lah yang akan menjadi pewaris kerajaan bisnis milik Anderson. Sedangkan Clare justru lebih memilih kuliah di Indonesia, dia mengambil jurusan kedokteran.


Kedatangan mereka ke Inggris sekalian ingin melihat cucu pertamanya yang kini berusia empat tahun. Mami Celine dan Papi Jo sudah memiliki cucu dari anak pertamanya yang tak lain Clara Anderson. Setelah menikah, Clara ikut George ke Inggris. Karena George tak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai dokter di sana.


"Halo, cucu grandpa yang tampan." sapa papi Jo kepada cucunya yang bernama Samuel anak dari Clara dengan George dan sang cucu langsung berhambur ke pelukannya.


Semenjak Clara tinggal di Inggris, Cairo kuliah di Inggris, Celine dan Papi Jo sering berlibur ke Inggris. Mereka menginap di rumah orang tua Celine. Menjadi rutinitas setiap satu bulan sekali. Usia papi Jo sekarang sekitar 60 tahunan. Meskipun demikian dia tetap terlihat tampan dan gagah. Mami Celine pun terlihat masih awet muda meskipun telah memiliki cucu.


Sama halnya dengan sang anak, Clara pun memeluk sang papi dan mami secara bergantian. Meskipun setiap satu bulan sekali mereka bertemu, rasa kangen tetap selalu menghampirinya. Papi Jo dan mami Jo bersyukur karena George setia dan sangat menyayangi anak dan cucunya. George memiliki sifat yang sama dengan sang papi. Status duda dan perbedaan usia yang jauh justru membuat Clara merasa di cintai. George terlihat romantis dan mengayomi Clara.


❤️❤️❤️


"Son, kapan kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya papi Jo di sela-sela waktu kebersamaannya dengan sang anak.


"Mungkin secepatnya. Karna aku ingin melamar seorang gadis. Aku jatuh cinta padanya." sahut Cairo to the point membuat sang papi dan mami nya melongo.


"Serius dengan apa yang kamu katakan itu? Papi seneng sekali mendengarnya. Gadis? Apa kamu yakin wanita itu masih gadis? Kenalkan sama papi dan mami secepatnya, kami ingin mengenalnya!" ujar papi Jo penasaran.

__ADS_1


Cairo menceritakan kalau wanita itu adalah teman kampusnya, tetapi dia berasal dari Indonesia. Cairo tertarik sama wanita itu karena dia wanita yang tegas, pintar, dan sederhana. Tidak berpenampilan seksi meskipun sekolah di luar negeri. Dan yang lebih menantangnya, di saat wanita-wanita mengejar dirinya, Alana justru menolaknya. Ya wanita itu Alana gayatri.


"Apa kamu tahu tempat tinggalnya di Indonesia? Kalau tidak, biar papi suruh orang suruhan papi untuk melacak wanita itu." sahut Papi Jo kepada sang anak.


"Saat ini wanita itu tinggal di apartemen yang berseberangan dengan aku. Usianya memang lebih muda dari aku, tetapi usia tak menjadi alasan bagiku. Apa Papi mau menemani aku menemuinya?" ucap Cairo.


Papi Jo teringat akan dirinya dulu, yang tetap membutuhkan bantuan orang tuanya untuk menaklukkan sang pujaan hati. Dia jadi terkekeh sendiri kala mengingat hal itu. Tentu saja papi Jo mau menemani sang anak untuk bertemu wanita itu, dia ingin anaknya mendapatkan pendamping hidup sesuai pilihannya.


"Papi yakin dia akan tertarik padamu, kalau dia tahu siapa kamu sebenarnya! Lebih baik malam ini kita bertemu, nanti yang ada dia kembali ke Indonesia." saran sang papi.


❤️❤️❤️


Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 waktu London, beserta kedua orang tuanya sudah bersiap-siap akan mengunjungi apartemen tempat wanita incaran Cairo. Papi Jo dan mami Celine berharap agar wanita itu mau menerima cinta anaknya.


"Kamu yakin ini tempatnya?" tanya papi Jo dan Cairo mengatakan kalau tempat itu memang tempat tinggal Alana. Cairo mendapatkan informasi dari temannya.


Cairo menekan bel apartemen milik Alana, berharap Alana segera membukanya.


"Siapa An yang memencet bel?" tanya sang mami.


Alana menggelengkan kepalanya, dia pun tak tahu siapa yang datang. Karena dia memang tak memesan apa pun, dia juga tak berjanjian dengan siapa pun. Akhirnya Alana memilih untuk segera membukanya.

__ADS_1


"Kamu? Ngapain kamu ke sini?" ucap Alana ketus. Dia merasa kaget dengan kedatangan Cairo yang tiba-tiba.


"Please na, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu! Kenalkan ini kedua orang tua aku, izinkan kami masuk ke dalam!" ujar Cairo sedikit memohon.


Alana berniat mengusir Cairo, karena dia merasa tak enak. Saat ini sedang ada kedua orang tuanya. Karena dia memang akan segera kembali ke Indonesia.


"Na, siapa tamu...." ujar Miranda menyusul sang anak. Miranda di buat terkejut dengan kehadiran tamu yang datang. Sama halnya dengan Miranda, papi Jo dan mami Celine pun di buat terkejut. Dia merasa kaget, kalau ternyata wanita yang di cintai anaknya adalah anak dari masa lalu mereka. Sedangkan Cairo dan Alana hanya saling pandang dan beralih ke arah orang tuanya. Ternyata kedua orang tua mereka saling mengenal.


Papi Jo sempat merasa bimbang. Sebenarnya dia tak menyukai gaya hidup Miranda, dia takut jika sang anak sama dengan ibunya dulu dan di tambah lagi dia merasa takut jika Vino akan mendekati istrinya lagi. Namun Celine berusaha menggenggamnya, dia tak ingin Cairo kecewa dengan tujuan awal mereka datang ke sana.


"Mami mengenal mereka?" tanya Alana menyelidik, netra Alana bertemu dengan sang mami. Miranda menganggukan kepalanya. Bahkan dirinya bukan sekedar kenal dengan kedua orang tua pria yang di hadapannya.


"Oh ya maaf. Ayo silahkan masuk! Silahkan duduk!" ujar Miranda ramah.


Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam, tinggal Alana dan Cairo yang merasa bingung sibuk dengan pemikirannya.


"Sayang...sa..." ucapan Vino terhenti saat melihat tamu yang tak asing untuknya. Vino memandang wajah Celine tanpa berkedip membuat Papi Jo merasa kesal, sama halnya dengan Miranda.


"Ka, kamu? Kenapa ada di sini?" tanya Vino kepada mantan kekasihnya itu.


Deheman dari papi Jo membuat Vino tersadar bahwa di ruangan itu bukan hanya mereka berdua saja yang berada di sana.

__ADS_1


"Sorry. Kok kalian bisa ada di sini? Bagaimana ceritanya?" ucap Vino membuka obrolan, dan Miranda saat ini sedang membuat minuman untuk tamunya.


Papi Jo langsung membuka perbincangan kalau kedatangan dia sekarang yaitu karena Cairo mencintai Alana. Cairo juga ingin melamar Alana menjadi istrinya.Tentu saja hal itu membuat Alana, Miranda, Vino melongo.


__ADS_2