
" Clara, hari ini papi yang anter kamu ya ! " Ucap Jo di sela-sela sarapan pagi.
Seperti biasa Clara duduk di depan dengan papi nya, dan Celine duduk di belakang. Dan seperti biasa saat mengantar ke sekolah tak pernah lagi memakai seragam baby sitter. Karna Clara sudah menganggap Celine sebagai ibunya.
Kini Clara sudah sampai di sekolah. Setelah mencium tangan papinya, Clara turun. Dan seperti biasa Jo memberikan kecupan di kening dan kedua pipi anaknya.
" Dah papi ! " Ucap Clara sambil melambaikan tangannya ke arah papinya hal yang sama di lakukan oleh papinya.
Jo masih terus memandang Celine dan Clara. Dan pandangan Jo menjadi berubah saat melihat Wilsen menghampiri Celine saat Clara dan anaknya sudah masuk ke dalam kelas.
" Breng*sek tuh duda ! Ga bisa di biarkan seperti ini ! Mami sih segala merubah penampilan dan kepribadian Celine, jadi bikin gw semakin banyak saingan deh. " Ucap Jo geram. Padahal dia sendiri duda. πππ€£π€£π
Jo turun dari mobil dan hendak menunggu Wilsen menuju ke parkiran. Saat melihat Wilsen yang berjalan menuju mobilnya. Jo langsung menghampiri Wilsen.
" Woy...bro ! Gw peringatkan sama Lo jangan pernah ganggu calon istri gw lagi ! " Ucap Jo dengan gaya cool nya.
" Hahahaha... " Wilsen justru malah tertawa terbahak-bahak.
" Santai bro ga usah ngancem gw begitu ! Ayolah kita bersaing secara sehat. Lagian Lo tadi bilang kalau Celine itu calon istri Lo kan ? Baru calon istri kan ? Berarti masih ada kesempatan donk buat gw ?" Ujar Wilsen menantang. Tentu saja membuat Jo merasa geram. Merasa tak suka. Dan akhirnya memilih langsung pergi meninggalkan Wilsen yang masih dengan wajah mengejek. Jo takut jika kesabarannya habis, dan melayangkan Bogeman ke wajah Wilsen. Dia tak ingin membuat ulah di sekolah anaknya buka karna dia merasa takut ataupun kalah.
Ini sosok Wilsen Fernandez
Jonathan Anderson
__ADS_1
" Ternyata mengejar Celine sangat sulit, sama seperti saat aku mengejar Selena dan Sella dulu. Wanita itu benar-benar meresahkan hati, jika sudah hadir di hatiku. " Ucap Jo frustasi.
Tak terasa kini Jo sudah sampai di perusahaannya dan langsung menuju ruangannya.
" Pagi tuan, tambah tampan aja. " Ucap Siska yang mencoba menggoda Jo. Tapi Jo tak mempedulikannya, dia menganggap ucapan Siska seperti angin lalu.
" Lama-lama aku pusing punya sekertaris ganjen seperti dia. " Gerutu Jo yang selalu merasa risih dengan sikap centil Siska.
Siska masuk ke dalam ruangan Jo dan menyebutkan jadwal apa saja yang harus dia lakukan.
" Huhft paling males kalau harus bekerja sama dengan wanita. Selalu membuatku pusing. " Jo paling tak suka bila harus membicarakan urusan bisnis yang relasinya seorang wanita, terlebih wanita muda yang selalu berusaha menggoda dirinya.
Dan akhirnya Han yang akan menemui Nyonya Carlota sebagai perwakilan dari perusahaan-perusahaannya.
" Oh ya aku belum menghubungi Sean menanyakan tentang perihal makan malam. " Ujar Jo sang kini sedang menekan nomor Sean agar terhubung.
" Iya Halo Jo. " Ucap Sean di panggilan telepon.
" Maaf aku baru menghubungi kamu. Saat aku pulang kemarin dari Yogyakarta, aku langsung sibuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda. Oh ya gimana jadinya ? Apa istri kamu sudah melahirkan ? " Ucap Jo pada Sean.
" Oh ya Jo tak apa. Aku juga minta maaf padamu karna tak memberi kabar juga kepadamu. Karna sudah merasa stres memikirkan istriku yang harus melahirkan secara sesar dan kamu tau kan jika hal ini adalah pengalaman pertama aku menjadi seorang ayah. Tentu saja hal itu membuat aku merasa panik. Tapi sekarang aku sudah merasa tenang, karna istriku sudah melahirkan dengan selamat. " Sahut Sean.
Jo sangat mengerti dia teringat dulu saat dirinya akan menyambut kelahiran anak pertama dirinya dengan Selena. Terlebih Selena tak menginginkan Clara, hingga dirinya harus berusaha terus untuk menenangkan Selena.
__ADS_1
" Congratulation untuk kamu Sean dan Callista istrimu. Akhirnya kamu bisa merasakan menjadi seorang papi. Oh ya anak kamu cewek apa cowok ? Dan gimana istri kamu sekarang masih di rumah sakit apa sudah di rumah ? Jika nanti ada waktu senggang, aku ingin menengok anak kamu ! " Ujar Jo.
" Anak aku cewek. Sekarang sudah pulang ke rumah. Tepatnya pulang ke rumah kami yang baru. " Sahut Sean yang sedang merasa bahagia karna sudah memiliki putri yang cantik dan memiliki rumah baru untuk keluarga kecilnya.
" Aku ikut bahagia Sean mendengarnya. Akhirnya kamu bisa memiliki seorang putri dari buah cinta kalian berdua. Dan juga bisa menempati rumah baru untuk tempat tinggal kamu dan keluarga kecil kamu. Semoga kebahagiaan kamu bisa menular kepadaku. Aku yakin jika aku memberitahu Clara pasti dia akan merasa senang karna kelak akan memiliki teman bermain." Sahut Jo.
" Jo nanti jika kamu mau main ke rumah kami menengok putri kecil kami, kabari ya ! Agar aku bisa menyiapkan makanan yang enak untuk kamu dan juga Clara ! " Ucap Sean.
Jo dan Sean mengakhiri panggilan karna mereka akan kembali bekerja.
" Aku iri pada kalian yang sudah hidup dengan keluarga baru kalian. Hidup bahagia. Apa aku harus melamar Celine aja ya dari pada keduluan yang lain ? " Gumam Jo. Jo merasa ingin seperti para sahabatnya yang sudah menikah lagi dan menemukan wanita yang lebih baik. Terlebih ucapan Wilsen tadi membuat dirinya merasa gelisah. Belum lagi dengan perasaan Celine yang masih mencintai cinta pertamanya. Jo bingung harus berbuat apa. Dia merasa takut jika kehilangan Celine terlebih Clara dan maminya sudah merasa cocok.
Sedangkan di sebuah restoran kini Carlota merasa tak terima karna Hanif yang datang menemuinya. Padahal dia ingin sekali membicarakan masalah bisnis dengan Jo. Bukan hanya urusan perusahaan. Tapi Carlota ini mengungkapkan perasaannya dan berniat menyatukan perusahaan Jo dan milik mantan suaminya. Tapi dengan syarat Jo mau menikah dengannya.
" Pokoknya saya mau ketemu tuan kamu ! Bilang sama dia, jangan menghindar dari saya ! Saya akan menemui dia besok ! " Ujar Carlota pada Hanif. Membuat kepala Hanif tiba-tiba saja pusing.
Bos nya itu selalu buat dia pusing. Banyak wanita yang menginginkan dirinya. Dan Hanif lah yang harus menyelesaikannya. Carlota, Selena, Sella dan belum lagi wanita lain yang sempat dekat dengan Jo yang berkenaan dengan Clara. Tapi tak ada satupun dari mereka yang di terima Clara.
Hai kakak readers semua mampir yuk di karya teman emak yang tak kalah seru..
Judul karya : Berbagi cinta : Madu Sahabatku
Author : Ruth89
__ADS_1