Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Mengidam aneh


__ADS_3

Hari ini papi Jo, Clara, dan mami Celine mengunjungi kediaman mami Grace untuk menengok mami Grace. Setiap hari Sabtu atau Minggu, Jo beserta Clara dan Celine selalu menjadwalkan waktu untuk melihat kondisi mami Grace.


"Celine, gimana kondisi kehamilan kamu? Kamu mau mengadakan acara tujuh bulanan kapan?" ucap mami Grace memulai percakapan.


"Semua baik-baik saja mi, normal dan sehat semua. Oh ya aku mengandung baby kembar mi. Cewek dan cowok. Sesuai perhitungan, seharusnya tiga minggu lagi kalau mau mengadakan acara itu." sahut Celine.


"Ya harus donk sayang! Mami kan ingin menyambut kelahiran anak kamu! Kamu ini gimana sih, Jo? Sampai ga ingat seperti ini! Jangan ingatnya pas bikinnya aja!" cerocos mami Grace.


"Iya...maaf ya sayang sampai aku ga terpikirkan. Mengapa kamu tak mengingatkan aku? Nanti aku suruh Hanif mengurusnya! Kamu tinggal duduk manis aja!" ujar Papi Jo, dan Celine menganggukkan kepalanya.


Setelah pulang dari rumah mami Grace, Papi Jo langsung menghubungi Hanif untuk mencari EO yang bisa mengurus acara tujuh bulanan sang istri yang akan di laksanakan tiga minggu lagi.


"Sayang...apa ada konsep acara yang kau inginkan? Hanif menanyakan konsep apa yang ingin di pakai." tanya Papi Jo saat menghubungi Hanif.


"Bolehkan aku meminta konsep dekorasi dan kostum semua serba pink?" tanya Celine sambil memandang penuh harap.


"Tidak sayang! Ingat anak kita ada dua, tak adil rasanya jika hanya mengikuti keinginan yang cewek. Lagi pula, aku tak mau jika sampai harus memakai warna pink! Aku kan cowok yang, masa pakai warna pink sih." cerocos papi Jo.


Wajah Celine berubah menjadi mendung meskipun apa yang di katakan suaminya memang benar. Entah mengapa dia ingin sekali memakai pakaian berwarna pink dan dia juga ingin dekorasi acara nuansa pink.


Celine naik ke atas ranjang, tiba-tiba saja moodnya buruk dan dia tak mau memperkeruh suasana. Dirinya memilih untuk tidur. Dan melihat sang istri seperti itu, tentu saja membuat papi Jo merasa serba salah.


"Sayang...pasti kamu seperti ini karna kamu merasa kecewa ya sama aku?" ucap Papi Jo sambil mengelus rambut istrinya dari belakang, karna mami Celine tidur membelakangi papi Jo. Celine hanya menggelengkan kepalanya lemah.


Papi Jo menarik nafasnya panjang. Sungguh keputusan yang sangat sulit. Tak lama kemudian, sudah terdengar suara dengkuran ringan dari istrinya, sedangkan papi Jo masih saja terjaga. Matanya tak juga mengantuk.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apa sebaiknya aku wujudkan saja? Toh banyak yang seperti ini, menuruti keinginan sang istri yang mengidam ingin suaminya warna pink. Memang bagi segelintir orang, seorang cowok memakai baju berwarna pink tak masalah. Tapi bagi papi Jo yang sering memakai baju berwarna hitam,putih, dan biru tentu saja merasa sangat berat. Apa kata dunia jika nanti banyak yang melihat dirinya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Matahari sudah menampakkan sinarnya, Celine baru terbangun. Dia sempat melirik ke arah suaminya yang masih tertidur. Kini dia sudah terlihat rapi dan segar. Celine menyiapkan semua keperluan suaminya dan membangunkan sang suami.


Mendengar istrinya membangunkan dirinya. Papi Jo langsung membuka matanya dan bangkit memeluk istrinya.


"Maafkan aku!" ucap Papi Jo lirih. Bagi papi Jo hal seperti ini sangatlah tak enak, jika harus sang istri mendiamkan dirinya. Karna Celine hanya menjawab dengan kata emmm.


Celine berusaha melepaskan dan bangkit dari ranjang, membuat Papi Jo merasa tambah bersalah. Terlebih saat sang istri pergi meninggalkan dirinya keluar kamar, meninggalkan dirinya yang masih termenung.


Bahkan saat sarapan pagi pun, Celine tak seperti biasanya. Dia memilih diam, meskipun tetap menyiapkan makanan untuknya.


Kini Papi Jo sudah berada di dalam mobil menuju kantor, dia terlihat sedang berpikir sambil matanya mengarah ke luar jendela mobil.


"Huhft ada-ada aja sih keinginannya. Lebih baik mengidam tas branded, mobil keluaran terbaru, atau berlian dari pada minta yang aneh seperti ini." gerutu papi Jo.


❤️❤️❤️❤️


Papi Jo telah kembali dari kantor, sengaja dia pulang lebih cepat. Tapi sang istri tak menyambut dirinya seperti biasa. Clara bilang jika sang mami sedang tak enak badan. Dan tentu saja mendengar seperti itu, papi Jo langsung menaiki anak tangga dengan cepat untuk melihat keadaan istri nya. Dan benar saja Celine sedang terbaring di ranjang membuat papi Jo merasa bersalah.


Papi Jo menatap wajah istrinya yang sedang tertidur, sungguh dirinya merasa iba. Akhirnya dia memilih langsung mandi agar segera bisa dekat dengan istrinya.


Mendengar ada pergerakan di kamarnya, Celine membuka matanya, dan ternyata suaminya yang sudah pulang.

__ADS_1


"Kata Clara kamu sedang tidak enak badan? Ayo kita berobat!" ucap papi Jo.


"Tak perlu, aku baik-baik saja!" sahut mami Celine ketus. Mami Celine berpura-pura untuk tidur kembali.


"Gawat kalau gini terus, bisa-bisa si Bray bakal puasa panjang ini." gumam Papi Jo sambil merasa miris dengan kesejahteraan pisang tanduknya.


Papi Jo membaringkan tubuhnya di samping istrinya dan memeluknya dari belakang, tapi hal itu menjadi dirinya tersiksa karna Bray sudah turn on. Hingga akhirnya papi Jo menggesek-gesek si Bray di bokong istri nya.


"Aaaahh..." Baru seperti itu aja rasa nya sudah nikmat. Dan akhirnya papi Jo menarik tubuh istrinya agar terlentang dan mengukungnya. Kalau sudah begini mami Celine tak bisa menolaknya. Dan benar kata orang, jika pasangan kita sedang marah, selesaikan di ranjang.


Melihat sang istri tak menolak, tentu saja hal itu membuat papi Jo bertambah semangat.


"Bangun, buka dulu!" ucap Papi Jo karna saat ini mami Celine sedang memakai daster resleting. Hingga papi Jo merasa kesulitan. Papi Jo pun membuka celana dan kaosnya. Dia juga membuka bedongan si Bray. Hingga menunjukkan keperkasaan Bray membuat mami Celine terpanah.


Papi Jo langsung memberikan sengatan-sengatan. Setelah puas bermain di leher sang istri, kini dirinya sedang bermain di duo semangka sang istri. Tentu saja membuat mami Celine tubuhnya bergelinjang dan mendesau. Terlebih jari nakal suaminya sudah bermain-main, keluar masuk. Dan hal itu membuat papi Jo merasa bahagia.


Namun tiba-tiba sang istri mendorongnya, hingga membuat papi Jo terhenti dan menatap sang istri.


"Kenapa? Sakit?" tanya Papi Jo. Selama sang istri hamil, papi Jo sangat berhati-hati bermain. Meskipun melakukannya sering. Dia lebih mementingkan kenyamanan sang istri dan anak dalam kandungannya. Celine menggelengkan kepalanya.


"Lantas kenapa kamu mendorong tubuhku?" tanya papi Jo penuh tanya.


"Aku ga mau, karna kamu tak menuruti keinginan aku!" sahut Celine membuat papi Jo merasakan kepala atas dan bawahnya cenat cenut. Karna harus terhenti bermain di saat sudah siap berperang.


Jangan lupa dukungannya 🙏😘😍🤣😃😄

__ADS_1


__ADS_2