
Setelah mengantar Clara ke sekolah, Celine dan Jo langsung ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Celine. Jo menggandeng mesra tangan istrinya masuk ke dalam rumah sakit. Mereka terlihat sangat serasi sekali.
"Kamu duduk saja di sana! Biar aku yang daftar ulang, kemarin kamu sewaktu telepon kebagian nomor berapa?" ucap Jo. Dan Celine menganggukkan kepalanya mengikuti keinginan suaminya. Celine kebagian nomor 5.
Di sana terlihat banyak sekali ibu hamil yang sudah duduk mengantri menunggu giliran, namun hanya Celine yang di dampingi suaminya.
"Apa ada yang kamu inginkan?" tanya papi Jo, tapi mami Celine menggelengkan kepalanya. Karna memang tak ada yang dia inginkan saat ini.
Hingga akhirnya Celine yang di panggil, Papi Jo membantu sang istri untuk bangkit. Karna mami Celine sudah mulai kesulitan bergerak cepat.
Dokter mulai melakukan USG untuk mengecek kondisi bayi yang berada di kandungan mami Celine. Sang baby sudah terlihat jelas bentuknya meskipun masih terlihat kecil.
"Selamat bayi kalian kembar, cewek dan cowok." ucap dokter Amanda. Dan tentu saja hal itu membuat Celine dan Jo merasa bahagia. Terlebih kondisi kedua anaknya sehat tidak ada masalah.
Papi Jo langsung memberikan kecupan di kening istrinya dan mengucapkan terima kasih. Tentu saja hal itu membuat sang dokter dan perawat di sana ikut tersenyum melihat keromantisan mereka. Dokter Amanda teringat saat Papi Jo dulu mengantarkan Selena beberapa tahun lalu, saat hamil Clara. Namun jelas terlihat sangat berbeda, karna dulu Selena tak menginginkan Clara berbeda dengan Celine yang ikhlas mengandung buah hati dengan suaminya meskipun di awal ada drama penolakan untuk hamil.
"Untuk keluhan, apa ada yang kamu rasakan saat ini?" tanya dokter Amanda.
"Sepertinya tidak ada dok. Saya sudah tidak mual lagi dan sudah bisa makan. Hanya saja sekarang sudah mulai merasa tidak nyaman saat tidur, karna perut yang semakin membesar." sahut Celine sambil tersenyum.
"Dok, untuk berhubungan suami istri berarti sudah aman kan dok? Apakah sudah boleh melakukan sering?" tanya papi Jo dengan cueknya, membuat wajah mami Celine berubah merah. Lagi-lagi suaminya menanyakan tentang bercocok tanam si Bray. Padahal ga nanya udah aman atau belum, jos terus si papi.
__ADS_1
"Sebenarnya sudah di perbolehkan seperti sebelum-sebelumnya, tapi tetap harus di perhatikan keamanan sang baby. Harus di lakukan penuh kelembutan! Sepertinya setelah kembar lahir, akan ada adiknya lagi menyusul." ucap Dokter Amanda sambil terkekeh. Membuat Celine bertambah malu punya suami mesum.
Habis gimana ga mesum, kalau punya istri menggoda seperti itu. Cantik dan sexy. Bikin hati papi Jo ingin mencangkul terus.
Setelah dokter Amanda memberikan resep obat dan vitamin yang harus di tebus, mami Celine dan papi Jo langsung keluar dari ruangan untuk bergantian dengan pasien lainnya.
"Kamu malu-maluin aja sih, nanyanya begituan terus." gerutu mami Celine. Bukannya meminta maaf, sang suami malah terkekeh melihat sang istri yang protes.
"Dasar, di bilangin malah ketawa ga jelas!" ucap mami Celine lagi. Dan akhirnya mami Celine memilih untuk mendiamkan suaminya yang aneh itu.
Kini mereka sudah duduk di apotik, untuk menunggu obat. Dan tiba-tiba saja ada seorang ibu hamil yang menghampiri papi Jo dan meminta papi Jo untuk mencium perut sang ibu hamil itu.
Namun si ibu itu tetap saja ngeyel, dan bahkan menangis tersedu-sedu.
"Ada-ada aja si. Nanti yang ada gw di sangka hamil wanita lain, trus ga mau tanggung jawab." gerutu papi Jo dalam hati sambil memandang ke arah sang istri, meminta bantuan.
"Tolonglah! Saya ingin sekali punya anak seperti mas ganteng! Nanti kalau mas nya ga nurutin, anak yang bisa ngeces terus yang ada." sahut ibu hamil itu.
Mendengar suami bulenya di panggil mas, Celine tertawa geli. Dia tak peduli dengan wajah suaminya yang sudah memelas.
"Ya ga bisa lah Bu, orang ibu buatnya bukan sama saya! Gimana ceritanya, gara-gara saya cium perut ibu terus anak ibu nanti lahir mirip sama saya tampannya. Tergantung ibu buatnya dulu! Maaf ya Bu, saya permisi dulu! Nanti ibu minta cium sama yang buat aja ya!" sahut Papi Jo.
__ADS_1
Papi Jo langsung menarik mami Celine dan menuntun tangan sang istri keluar dari rumah sakit. Dan kini sudah berada di dalam mobil.
"Kamu gimana sih yang, aku di gituin bukannya bantu malah ketawain aku. Kalau kamu yang minta, jangankan di suruh cium perut, main-main di ladang kamu aku mau banget melakukannya dengan senang hati. Lagian tuh ibu aneh banget, masa minta di cium aku perutnya biar anaknya tampan seperti aku. Mana ada aturannya seperti itu. Kalau seperti itu, pasti banyak wanita hamil yang sudah antri mau di cium perutnya sama aku." gerutu papi Jo. Yang sudah mulai melajukan kendaraannya.
"Makanya kamu harus bersyukur, bisa nikah sama aku! Bisa punya suami tampan dan juga hot di ranjang. Combreng aja belum hamil juga istrinya, lah si Bray jago bisa hasilkan dua sekaligus. Gimana ga bisa di bilang pisang tanduk kelas import?" ucap papi Jo dengan bangganya. Membuat Mami Celine memutar bola matanya karna merasa malas.
Kini mereka telah sampai di sekolah Clara. Celine turun dari mobil untuk menjemput Clara, dan papi Jo memilih menunggu di mobil.
"Awas hati-hati jalannya! Ingat perut udah gendut, jangan tebar pesona!" ujar Papi Jo dengan posesifnya.
Kini Celine sudah bersama Clara dan ternyata Wilsen sedang menjemput anaknya yang satu kelas dengan Clara.
"Hai Celine...kamu sekarang lagi hamil? Kamu sudah menikah emang? Pantas kamu sudah lama tak mengantar Clara. Nikah sama siapa kamu? Semakin cantik saja kamu." goda Wilsen dan tentu saja membuat Papi Jo merasa geram.
Saat dirinya melirik ke kanan, ternyata dia melihat Wilsen yang sedang turun dari mobilnya. Papi Jo merasa khawatir jika Wilsen akan menggoda istri cantiknya dan sexy, hingga akhirnya papi Jo memutuskan untuk langsung turun dan mengikuti Wilsen. Dan benar saja tembakan benar. Wilsen sedang menggoda sang istri.
"Ga usah sok ramah deh Lo! Segala nanya lagi, kamu lagi hamil sekarang. Emang mata lo ga bisa lihat apa? Perut Celine gendut ya emang lagi hamil, di kira emang dia cacingan? Ya Celine udah nikah lah, gw suaminya! Emang gw seperti Lo yang cuma mau kumpul kebo aja." sahut Jo ketus. Jo langsung datang tiba-tiba. Membuat Celine dan Wilsen kaget.
Hai...hai...sudah hari Senin lagi ni. Jangan lupa vote nya ya di amalkan buat papi Jo dan mami Celine.πππ€£ππ
Jangan lupa like, comment,dan hadiahnya ya...makasihπππ
__ADS_1