Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Sekertaris plus-plus


__ADS_3

Celine kini telah resmi menjadi sekertaris pribadi suaminya sendiri. Papi Jo dengan telaten mengajari sang istri untuk mengetahui seluk beluk dunia bisnis, karna tujuannya bukan hanya menjadikan sang istri sebagai sekertaris tetapi kelak bisa memimpin perusahaan. Tapi bukan namanya papi Jo tak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tangan nakalnya terus menggerayangi tubuh istrinya. Perlahan menyelusup masuk ke dalam rok istrinya dan menyelinap menyentuh titik sensitif sang istri, memberi rangsangan pada sang istri.


"Sayang...aku pengen." rayu Papi Jo sambil merangkul tubuh istrinya.


"Sepertinya julukan yang tepat untuk aku bukan sekertaris pribadi tapi sekertarisnya plus-plus yang harus melayani plus-plus model di panti pijat. Makanya punya tangan jangan di gunakan untuk macam-macam, akhirnya pusing sendiri kan." gerutu Celine dan sang suami justru malah cengengesan ga jelas. Suami merangkap bos mesumnya itu tak pernah tahu tempat.


Bagaimana dia bisa bekerja maksimal menjadi seorang sekretaris, jika sang bos meminta pekerjaan lain kepadanya. Memuaskan bos nya di ranjang. Untungnya yang meminta seperti itu, suaminya sendiri. Lagi-lagi Celine tak bisa berbuat apa-apa. Tanpa kata ok dari nya, suaminya sudah langsung menggendong tubuhnya ke ranjang. Membawa ke kamar pribadinya yang berada di ruangannya.


"Aaahh...sayang." desau Celine saat tangan suaminya sudah mere*mas duo semangkanya. Merasa tak puas, Papi Jo langsung membuka satu persatu kancing kemeja istrinya dan pengait penutup duo semangka sang istri. Setelah puas bermain dengan duo semangka istrinya, kini jari tangannya bermain di lubang kenikmatan milik istrinya. Membuat tubuh Celine bergelinjang hebat. Dan saat milik istrinya sudah terasa basah, Papi Jo langsung menji*lati milik istrinya. Hal itu tentu saja membuat Celine tak kuasa menahannya. Celine semakin membenamkan kepala suaminya agar memperdalamnya.


"Sayang..." racau Celine. Dia tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya lagi, dia sudah tak sabar menginginkan pisang tanduk sang suami yang gagah perkasa. Yang selalu membuatnya merasakan nikmat.


Melihat sang istri sudah tak sabar, Papi Jo langsung melancarkan aksinya. Memasukkan pisang tanduknya ke milik istrinya dan langsung memompanya.


"Aaahhh sayang...milik kamu selalu membuat aku tergila-gila. Selalu membuat aku kecanduan." racau Papi Jo. Tak hanya papi Jo yang merasakan hal itu, ternyata Celine juga merasakan hal itu.


Meninggalkan pasangan sejoli yang sedang di landa gelora asmara, ada satu orang yang sejak tadi terus menggerutu karna harus mendengar desauan dari kamar bosnya.

__ADS_1


"Kalau sudah begini, rasanya aku ingin segera pulang. Untung saja aku bukan jomblo lagi, yang harus terkontaminasi suara laknat itu. Tapi sayangnya Emeli lagi hamil muda, aku khawatir jika nantinya akan terjadi sesuatu terhadap kandungan Emeli." gerutu Hanif.


Dengan tak tau malunya, sang bos keluar dengan wajah yang sudah segar dan rambut seperti habis keramas. Tapi dia bisa apa? Hanif tak mungkin meneriaki bosnya itu untuk meluapkan kekesalannya. Berbeda dengan Celine yang justru merasa malu. Dia merasa tak enak jika asisten suaminya mendengar mereka berdua.


"Dari tadi kamu di sini?" tanya bos mesumnya tak berdosa


"Ya...bisa di bilang seperti itu. Sepertinya Tuan sudah tidak terlalu membutuhkan saya, bagaimana jika ruangan saya pindah saja? Biar tak mengganggu privasi tuan dan nyonya jika ingin bermesraan di ruangan? Bagaimana? Ku rasa ini ide yang bagus, dari pada konsentrasi aku terkontaminasi dengan suara indah tuan dan nyonya." sahut Hanif to teh point meluapkan perasaan yang dia rasakan saat itu.


Papi Jo mencoba menimbang-nimbang dan akhirnya menyetujuinya, karna tak mungkin dia terus menerus menyiksa Hanif karna harus melihat dan mendengar kemesraan mereka berdua.


Papi Jo benar-benar memanfaatkan keberadaan sang istri dengan baik. Namun bukan hanya urusan ranjang saja, tapi Celine ternyata mampu menyelesaikan tugasnya sebagai sekertaris pribadi dengan baik. Dan sedikit demi sedikit Celine mulai mempelajari menjadi seorang pembisnis. Papi Jo merasa senang karna bisa seharian bersama sang istri.


"Mi, mami ga usah kerja donk. Jadi aku sama kak Clara dan Cairo ga di tinggal terus." protes Clare.


"Sabar dulu ya sayang! Mami masih perlu mencari pengalaman menjadi sekertaris dan melihat papi memimpin perusahaan." ucap Celine sambil mengelus rambut anaknya, mencoba memberi pengertian.


Hari Sabtu dan Minggu, adalah waktu kebersamaan mereka. Karna di hari kerja, waktu kebersamaan mereka justru tak terlalu banyak. Kadang mereka manfaatkan hanya untuk sekedar mengobrol bersama di rumah. Tapi ada kalanya juga mereka manfaatkan waktu untuk berlibur.

__ADS_1


Kini papi Jo dan mami Celine sudah berada di ranjang, bersiap-siap untuk tidur. Namun tentu saja papi Jo tak akan melewatkan ritual sebelum mereka tidur. Tangan nakalnya sudah mulai meraba tubuh istrinya.


"Sayang...aku lelah. Aku ingin tidur." gerutu Celine.


"Sebentar saja! Please!" ucap Papi Jo. Dia langsung melahap bibir istrinya. Dia memang paling pintar untuk membuat sang istri terbang melayang. Dan akhirnya terlena dengan permainannya.


Dan akhirnya mereka melakukan kembali. Papi Jo memang tiada matinya jika untuk urusan ranjang. Meskipun usianya terus bertambah, tapi jiwa semangat mudanya terus berkobar-kobar.


❤️❤️❤️


" Hari ini akan di adakan pertemuan dengan klien baru, aku ingin kamu ikut! Agar kamu bisa memiliki pelajaran untuk berbisnis. Aku ingin kamu yang melakukan presentasi!" ujar Papi Jo.


Sebenarnya Celine merasa tak yakin mampu, tapi dia akan mencobanya. Bukankah kita tahu dengan kemampuan kita, apabila kita sudah mencobanya? Dan hari ini dia akan mencobanya. Celine mulai mempelajari apa yang sekertaris suaminya dan Hanif siapkan. Melihat hal itu tentu saja membuat papi Jo tersenyum. Karna memiliki istri yang cerdas dan mau berusaha keras.


Kini Hanif, papi Jo, dan Celine sudah sampai di tempat pertemuan. Celine terlihat gugup, dan papi Jo mencoba menenangkannya dengan menggenggam tangan istrinya. Tentu saja hal itu membuat semua mata di sana mengarah ke mereka.


"Aku yakin kamu pasti bisa! Bersemangat lah!" ucap Papi Jo memberi semangat sang istri.

__ADS_1


Kini Celine sudah berdiri di depan, dan mulai melakukan sesi persentasi. Meskipun dia masih terlihat grogi, tapi dia sudah terlihat mahir dalam berbicara. Membuat dirinya mendapat tepukan tangan yang meriah dari para yang hadir di sana.


"Good! Kamu memang luar biasa! Tak salah jika kamu meraih cumlaude, kamu memang pantas mendapatkannya!" ucap Papi Jo membuat Celine tersenyum. Karna ini adalah hal pertama kali dalam hidupnya. Dan semua ini adalah karna suaminya yang selama ini selalu membimbingnya, menjadikan sekertaris plus-plus. Bukan hanya sukses menjadi sekertaris, tadi Celine mampu menjadi seorang pemimpin.


__ADS_2