Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Mami Grace sakit


__ADS_3

Papi Jo dan Celine sudah berada di pesawat. Mereka pergi menggunakan penerbangan pertama. Papi Jo merasa panik karna mendengar sang mami masuk rumah sakit akibat serangan jantung. Matanya saat ini terlihat berkaca-kaca, dia sangat takut jika sang mami akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Permasalahan sang sahabat saja belum selesai, kini dirinya harus menghadapi sang mami yang sakit.


"Sabar sayang...semoga mami baik-baik saja! Kita doakan mami!" ucap Celine mencoba menenangkan sang suami selama dalam perjalanan di udara. Celine tak henti-hentinya menggenggam tangan suaminya.


"Jujur aku takut banget, kalau sampai kejadian ini seperti yang aku alami dulu. Aku harus kehilangan papi." sahut papi Jo. Akhirnya air mata yang sejak tadi tertahan, lolos juga.


Celine merasakan apa yang di rasakan suaminya. Kehilangan orang yang di cintai sangatlah menyakitkan. Celine berharap sang ibu mertua baik-baik saja. Dia tak tega melihat kebahagiaan sang suami harus ternoda.


Kini papi Jo dan Celine sudah sampai di Jakarta, mereka bergegas langsung menuju rumah sakit tempat sang mami di rawat. Papi Jo sudah tidak sabar ingin melihat kondisi sang mami, terlebih dirinya mendapat kabar dari art nya kalau sang mami saat ini mengalami koma.


"Please mi, jangan tinggalkan aku! Aku sayang mami." gumam Papi Jo dalam hati. Hatinya terasa sesak saat bayangan sang mami hadir menari di pikirannya. Saat dirinya dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Papi Jo melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit, menaiki lift menuju ruang rawat sang mami. Kesedihannya semakin bertambah saat harus melihat sang mami yang sudah terbaring lemah di brankar rumah sakit dengan menggunakan berbagai macam alat medis. Mami Grace berada di ruang ICU.


"Jo datang mi, mami cepat sadar ya! Jo akan nemenin mami di sini! Maaf Jo baru ke sini, karna tiga hari Jo ke Singapura mengurus Combreng berobat." ucap Papi Jo sambil menggenggam tangan sang mami. Tangan yang selalu memberikan kasih sayang dan mengajarkan kebaikan untuk dirinya.


Kini Papi Jo hanya mampu memandang wajah sang mami dan mengamati layar monitor secara bergantian. Sampai saat ini mami Grace belum sadarkan diri. Hal itu membuat Papi Jo merasa sedih dan takut.

__ADS_1


Mami Grace adalah seorang wanita yang memiliki hati seperti seorang malaikat. Seorang nenek, ibu, dan mertua yang luar biasa. Terlebih untuk Celine yang awalnya hanyalah seorang babysitter Clara. Babysitter cucunya. Masih teringat jelas oleh Celine saat sang ibu mertua mengangkat dirinya dari keterpurukan menjadi seseorang yang sangat berarti. Mami Grace yang memberikan banyak hal di hidup Celine, dan salutnya dia melakukannya dengan ikhlas.


Mami Grace sangat berjasa di hidup Celine, dia lah yang menyekolahkan Celine paket C, sekolah kepribadian, make over dirinya, dan menjadi ibu baru di hidup Celine. Mami Grace sangat menyayangi Celine seperti anaknya sendiri. Dan dia lah yang memberikan Celine seorang suami yang luar biasa. Meskipun awalnya dengan sebuah penjebakan di kamar hotel hingga akhirnya dia di paksa menikah dengan sang anak.


"Sayang...lebih baik kamu pulang saja ke rumah! Kasihan anak-anak, mereka pasti sudah menunggu kamu. Maaf aku belum bisa pulang bersama kamu, aku ingin menemani dan mengurus mami di sini. Tolong kamu siapkan pakaian dan semua keperluan aku, nanti tolong antar ya sama pak Ahmad! Aku sementara di sini sampai mami sembuh." ujar papi Jo dan Celine mengikutinya. Karena dia juga kepikiran anak-anaknya di rumah, yang sudah tiga hari di tinggal. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang.


Celine sudah pulang bersama sang supir dan hanya meninggalkan papi Jo yang menjaga sang mami. Papi Jo tak henti-henti menggenggam tangan sang mami. Dia juga mengelus pipi sang mami dan sesekali menyandarkan kepalanya di tangan sang mami.


"Jo sayang sama mami, maafkan Jo yang sering tidak memperhatikan mami! Nanti kalau mami sembuh, mami tinggal sama Jo aja ya! Biar Jo bisa dekat sama mami, Jo bisa mengurus mami. Jo ga butuh penolakan mami!" cerocos papi Jo.


Selama ini Papi Jo sudah berusaha untuk mengajak Mami Grace untuk tinggal bersamanya. Namun, sang mami selalu menolaknya dengan alasan tak tega meninggalkan rumah kenangan bersama sang suami. Mami Grace juga tipe mertua yang ingin memberikan kebebasan kepada menantu dan anaknya menjalani kehidupan rumah tangga secara mandiri, dia tak ingin jika nantinya kehadiran dia menjadi bumerang dalam rumah tangga anaknya. Banyak kejadian di luaran sana yang pada akhirnya akan bertengkar karena sering bertemu dan tinggal bersama dalam satu atap.


"Jangan dulu! Doakan saja di rumah! Nanti saja kalau mami sudah siuman! Kamu tolong kirim pakaian, laptop dan keperluan aku ya! Ini juga aku sudah menyuruh Hanif untuk mengurus kepindahan mami ke ruangan sendiri, agar aku juga bisa beristirahat." ujar papi Jo.


❤️❤️❤️


Sudah tiga hari lamanya mami Grace terbaring koma, namun sampai saat ini mami Grace masih enggan membuka matanya. Hal itu tentu saja membuat papi Jo merasa gelisah. Rasa takut kehilangan sang mami selalu menghampiri dirinya.

__ADS_1


Mami Leticia dan Cristian baru saja sampai di Indonesia dan sedang di jemput oleh supir papi Jo. Mereka akan langsung ke rumah sakit menengok mami Grace. Celine juga akan datang ke rumah sakit hari ini dan kini dirinya sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.


"Jo, gimana keadaan mami?" ujar mami Leticia saat baru sampai di rumah sakit dan bertemu Jo.


Tak lama kemudian Celine pun datang. Dia langsung memeluk tubuh sang mami. Melepaskan kerinduannya pada sang mami. Karena terakhir pertemuan dengan sang mami saat terakhir dirinya melahirkan kembar dan dia belum sempat menengok ke Inggris.


Mereka semua yang berada di sana terus mendoakan untuk kesembuhan mami Grace. Hanif pun berada di sana bersama Emeli.


"Sabar ya Jo! Mami kamu itu wanita kuat!" ujar Cristian menguatkan keponakannya. Terlihat sekali wajah kesedihan Papi Jo. Wajahnya terlihat murung.


"Kamu harus tetap semangat, pikirkan juga kesehatan kamu! Kamu juga harus pikirkan juga anak dan istri kamu, mereka membutuhkan kamu! Lebih baik sekarang kamu makan dulu dan beristirahat! Biar kami yang menjaga, bergantian sama kamu!" pesan Cristian lagi.


Dan baru sekarang papi Jo mau makan, Celine dengan telaten menyuapi sang suami makan. Sebelum ke rumah sakit, mami Celine sempat memasak untuk makan suaminya di rumah sakit. Berharap napsu makannya bertambah.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😍😘😄🙏


Mampir yuk di karya bestie aku ceritanya seru..

__ADS_1



__ADS_2