Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Aku mencintai suamiku


__ADS_3

"Tidak sayang, aku sudah tak menginginkannya! Aku hanya ingin memelukmu saja, agar aku yakin jika kamu milik aku." ucap papi Jo. Mami Celine langsung memeluk sang suami meluapkan rasa cintanya pada suaminya.


"Sampai kapanpun cintaku tak akan berubah. Aku mencintai suamiku." ucap Celine mesra sambil memberikan kecupan di pipi suaminya.


Celine memainkan pipi suaminya, mengelus dan memberi cubitan lembut sambil menatap suaminya secara intens dan tangan papi Jo masih terus melingkar di pinggang sang istri.


"Kalau aku pergi lebih dulu, tolong selalu hatimu untukku!" ujar Papi Jo membuat Celine merasa kesal lagi-lagi suaminya berkata soal perpisahan lagi, membuat moodnya anjlok seketika.


"Jika kamu bicara seperti itu lagi, aku akan menghukum kamu dan Bray! Ngerti!" ucap Celine ketus membuat Papi Jo merasa gemas.


❤️❤️❤️


Kini Vino memiliki profesi baru yaitu sebagai penguntit. Dia berniat mengikuti kemana pun Celine pergi, mencari celah agar dirinya bisa bicara dengan Celine agar Celine bisa membantu dirinya.


Setelah beberapa hari melancarkan aksi, kini Dewa keberuntungan berpihak dengannya. Celine saat ini baru saja sampai di kampus, setelah menurunkan sang istri di lobby, papi Jo langsung melajukan kembali mobilnya menuju perusahaannya.


"Kamu terlihat bahagia banget bersama dia! Tapi kali ini tujuan aku bukan berniat ingin merajut kembali hubungan dengan kamu, aku hanya ingin meminta pertolongan kamu!" gumam Vino dalam hati.


Vino menelusuri dalam kampus, berharap akan segera bertemu Celine. Dan lagi-lagi Dewa keberuntungan berpihak padanya. Dia melihat Celine yang sedang duduk mengobrol bersama temannya.


Deg


Jantung Celine seakan terhenti, dirinya tersentak kaget saat melihat wajah mantan kekasihnya berada di hadapannya.


"Bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan padamu!" ujar Vino.


"Maaf aku tak bisa! Sebentar lagi aku ada kelas!" sahut Celine.

__ADS_1


"Ku mohon beri aku waktu sebentar saja! Aku janji tak akan lama! Ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu! Please!" ucap Vino dengan wajah memohon.


Dan akhirnya Celine memenuhi keinginan Vino untuk mengobrol, terlebih dirinya juga ingin membicarakan tentang kedatangan Vino semalam.


Vino dan Celine kini sudah duduk di sebuah bangku panjang yang berada di dalam kampus. Celine sengaja mencari tempat yang berada di dalam kampus, agar Vino tak berbuat macam-macam padanya.


"Katakanlah apa yang ingin kamu bicarakan padaku?" ucap Celine membuka omongan.


"Maaf jika kedatangan aku ke sini telah mengganggu waktumu! Dan percayalah tujuan aku ke sini bukan untuk menggangu rumah tangga kamu dengan suamimu! Aku sudah menerima Miranda di hidupku meskipun tak sepenuhnya aku melupakan kamu. Tapi aku sudah sadar, jika kamu bukanlah jodohku! Aku kini sudah merasa bahagia hidup bersamanya, dan bahkan kami sudah di karunia satu orang anak perempuan." sahut Vino.


"Lantas? Dan itu bukan menjadi urusanku, aku tak peduli dengan hidupmu sekarang! Karna aku sudah hidup bahagia dengan suamiku, dan aku mencintai suamiku. Percepat lah apa yang ingin kamu katakan, karna aku harus segera masuk! Perkuliahan akan segera di mulai, aku tak ingin terlambat!" ucap Celine tegas. Tak ada lagi senyum manis untuk mantan kekasihnya itu. Dia tak ingin membiarkan pria mana pun masuk di kehidupannya lagi, meskipun orang masa lalunya.


Vino menjelaskan maksud dan tujuannya selama beberapa hari menguntit Celine, dia ingin meminta bantuan kepada Celine agar sang suami mau membantunya untuk melewati permasalahan perusahaan papinya. Dia janji di balik hal ini tak ada maksud apapun.


"Jaminannya apa? Apa kamu yakin tak berniat buruk kepada suamiku? Jika kamu melakukan hal itu, aku tak akan tinggal diam, aku akan membalas mu dengan tanganku sendiri!" ucap Celine.


"Baiklah aku akan mencoba membicarakannya dengan suamiku! Jika dia berkenan, dia akan mengunjungi perusahaan kamu! Aku pamit, jam perkuliahan sudah di mulai! ujar Celine dan Vino menganggukkan kepalanya.


❤️❤️❤️


Celine menghampiri sang suami yang sedang duduk di balkon kamarnya, menghirup udara segar sambil memainkan ponselnya.


"Sayang...apa aku boleh bicara hal penting padamu?" ucap Celine ragu-ragu. Sebenarnya dia merasa ragu untuk membicarakan hal ini kepada sang suami, dia takut jika sang suami akan merasa salah paham atau yang di lakukan olehnya. Tapi atas dasar kemanusiaan dia akan berjuang menolong Vino. Terlebih ada banyak orang yang terancam kehidupannya. Celine menduduki bokongnya di samping sang suami.


"Katakanlah apa yang ingin kamu bicarakan!" sahut Papi Jo dan kini matanya mengarah ke arah sang istri.


Celine menggigit bibir bawahnya, dia merasa takut jika nantinya sang suami akan marah besar padanya. Di mencoba untuk berpikir ulang.

__ADS_1


" Kenapa diam? Apa ucapan itu sangat berat untuk di katakan?" ujar Papi Jo lagi. Celine menarik nafasnya panjang, dan setelah tarikan kedua dirinya baru memberanikan untuk bicara.


Celine menceritakan tentang kedatangan Vino tadi siang ke kampusnya yang meminta pertolongan kepadanya agar papi Jo mau menolong perusahaan papinya Vino. Celine belum selesai bicara, papi Jo sudah langsung memotong menolaknya. Sangat tidak mudah untuk mewujudkan hal itu. Rasa takut Vino akan merebut sang istri masih menghantui pikirannya.


" Please sayang...ku mohon jangan salah paham dulu! Tujuan Vino bukan untuk mendekati aku lagi, dia seperti itu karna demi menyelamatkan keluarga dan juga para karyawannya." ujar mami Celine.


"Apa kau yakin jika dirinya tak ada maksud lain di balik hal ini?" sahut Papi Jo menyakinkan.


Celine menganggukkan kepalanya, dirinya juga sempat merasa tak yakin. Tapi atas dasar kemanusiaan, akhirnya mami Celine berniat menolongnya.


"Dia juga bilang, silahkan kamu mencari tahu tentang keraguan kamu, karna apa yang terjadi memang benar, dia tak merasa keberatan jika kamu mencoba mencari tahu seluk beluk tentang perusahaannya dan bahkan mengunjunginya!" ungkap Celine.


"Baiklah jika hal itu benar adanya, aku akan mengatur jadwalku. Aku akan menolongnya, menggelontorkan sejumlah dana yang dia butuhkan. Asalkan dia tak akan pernah merebut kamu dari aku!" ujar Papi Jo.


"Aku pun ga akan mau kembali dengannya, mengkhianati suamiku yang luar biasa ini." sahut Celine, membuat papi Jo tersenyum bahagia.


❤️❤️❤️


" Han, tolong kamu atur jadwalku Minggu ini! Aku harus mengunjungi perusahaan ABC. Kita harus mencari seluk beluk tentang perusahaan ini, apakah pantas atau tidak kita bantu." ujar papi Jo membuat Hanif melongo dengan ucapan Tuannya. Karna yang dia tahu dulu, Papi Jo sempat menolak mentah untuk bekerja sama dengan perusahaan tersebut.


Terus beri dukungannya ya kakak🙏😄😃


Mampir juga yuk ke karya bestie author yang ceritanya seru.



__ADS_1


__ADS_2