Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Sahabat terbaik


__ADS_3

"Yang, ikut aku yuk besok ke rumah Combreng! Aku harus memberi tahu dia dan Mila mengenai pengobatan Combreng ke Singapura Minggu depan. Biar mereka mempersiapkan semuanya dulu di sini sebelum berangkat ke sana. Dan sepertinya aku harus ikut menemaninya. Paling tidak sampai Combreng bertemu dokter yang akan menangani dia dan memberi tahu apartemen aku di sana. Sementara waktu biar mereka tinggal di sana dulu untuk menjalani pengobatan. Setelah semua selesai di sana, aku baru pulang ke sini lagi. Kamu ikut ya temani aku, kan kamu sekertaris pribadi aku. Kemana aku pergi kamu harus ikut! Aku ga rela nantinya kamu malah nemenin Hanif." ujar Papi Jo.


"Tapi anak-anak gimana? Kasihan kalau di tinggal lama-lama. Apalagi Clare pasti dia akan protes kalau kita pergi berduaan saja." sahut Celine.


"Kita ga lama kok di sana, paling sekitar dua sampai tiga hari saja di sana. Kan kita harus kerja, ga mungkin berlama-lama ninggalin perusahaan kepada Hanif. Kasihan dia kalau mengurus sendiri. Yah hitung-hitung kita bulan madu yang tertunda. Kan kamu sama aku belum pernah bulan madu, padahal udah lahir Clare sama Cairo. Kita sekalian buat lagi di sana adiknya kembar sama Clara." ucap Papi Jo dengan santainya. Dan langsung mendapat Capitan dari sang istri. Lagi-lagi sang suami minta anak lagi padahal dia lagi senang-senangnya bekerja dan ketiga anaknya saja kurang kasih sayang dan mulai protes.


Kini mereka berdua sudah sampai di depan rumah Combreng. Papi Jo tak lupa membelikan makanan dan buah-buahan untuk sahabatnya itu.


Tok...Tok...Tok


Mendengar pintu rumahnya di ketuk, Mila bergegas untuk membukakan pintu rumahnya. Dan ternyata sahabat suaminya lah yang datang bersama sang istri.


"Silahkan duduk dulu, gw buat minum dulu ya sekalian kasih tau si Abang dulu!" ujar Mila.

__ADS_1


"Ga usah repot-repot lah Mil. Kita udah minum kok tadi. Sini gw mau ngomong dulu sama Lo! Kita harus bicarakan penyakitnya sama dia. Tidak mungkin kalau kita terus menerus membohonginya. Cepat atau lambat dia akan tau. Yang ada nanti dia justru malah marah sama kita karna membohongi dia terlalu lama. Lagi pula kedatangan gw ke sini karna mau menyampaikan Minggu depan kalian harus berangkat ke Singapura! Gw sudah urus semuanya, kalian hanya mempersiapkan diri saja! Masalah ini harus segera di selesaikan semoga Combreng bisa segera sembuh! Untuk masalah biaya kalian tak perlu memikirkan karna gw yang akan membiayai semuanya, nanti Lo sama Combreng sementara tinggal di apartemen gw ya yang ada di sana!" ungkap Papi Jo membuat Mila sangat berterimakasih kepada sahabat suaminya.


Kondisi Combreng memang harus segera di sembuhkan sebelum sel-sel kanker menyebar ke seluruh tubuh. Mila menyetujui keinginan Papi Jo yang menyarankan agar membicarakan hal ini kepada sang suami. Papi Jo merasa khawatir dan takut kehilangan sahabatnya itu, karna kondisi Combreng yang sekarang ini semakin memperihatinkan.


Papi Jo meminta izin kepada Mila, agar dirinya lah yang menemui Combreng di kamarnya. Dia tak tega jika Combreng harus berjalan ke luar kamar.


"Breng, maaf gw baru nengok Lo lagi! Sekarang ini apa yang Lo?" tanya Papi Jo yang kini sudah duduk di pinggir ranjang sahabatnya.


"Badan gw lemes dan kalau banyak gerak kepala gw sakit banget! Menyiksa banget kalau lagi terasa. Entahlah gw sakit apa, gw juga ga ngerti Jo." sahut Combreng lesu.


"Emang gw sakit apa Jo? Hiks...hiks...maaf gw jadi ngerepotin Lo begini, nyusahin Lo!" ucap Combreng yang sudah terisak tangis.


Papi Jo meminta maaf kalau dirinya bersama Mila mencoba menutupi penyakit ini dari Combreng. Dan akhirnya dia menjelaskan kepada Combreng kalau Combreng mengidap kanker otak. Dan demi penyembuhan, Papi Jo akan membawanya berobat ke Singapura.

__ADS_1


Combreng dan Mila tak mampu lagi menahan tangis rasa harunya. Mengucapkan terima kasih kepada sahabat terbaiknya itu. Papi Jo memang sahabat terbaik. Rela mengeluarkan kocek demi Sahabatnya. Karna baginya, kesembuhan sahabatnya yang terpenting. Yang terbaik untuk Sahabatnya. Uang dapat dia cari, namun sosok sahabat sulit untuk dia temui lagi bila Combreng tak ada.


"Udah Lo ga usah mikir macam-macam ya! Gw ikhlas melakukannya. Yang terpenting Lo sembuh dan bisa hidup bahagia bersama istri dan anak Lo nanti! Gw pengen Lo hidup bahagia breng! Semangat ya, gw akan selalu support Lo! Hapus air mata Lo, cengeng amat Lo!" ujar papi Jo.


"Ya udah gw pamit ya! Nanti gw akan ikut sama Celine mengantarkan Lo ke sana. Sampai Lo ketemu sama dokter dan tau apartemen yang akan kalian tempati selama di sana. Mil, tolong siapkan semuanya! Karna kalian di sana sampai Combreng sudah membaik. Tapi kalian ga perlu khawatir, biaya hidup kalian di sana dan biaya hidup anak Mila di sini akan gw tanggung." ucap papi Jo.


Entah bagaimana caranya Combreng bisa membalas semua kebaikan sahabatnya itu untuk dirinya dan keluarganya. Mungkin hanya kesembuhan dirinya yang mampu membuat sang sahabat bahagia.


"Yang kita langsung pulang apa ke hotel ni ngecas si Bray?" goda papi Jo.


"Kamu yakin mau punya anak lagi? Ga takut kasih sayang aku semakin terbagi? Kalau aku hamil lagi, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan kamu. Paling tidak aku sudah tidak penasaran dengan dunia kerja. Dan aku akan kembali ke sejatinya sebagai ibu rumah tangga mengurus kamu dan anak-anak kita." ungkap Celine membuat papi Jo merasa terharu. Istrinya itu memang luar biasa, rela mengorbankan kebahagiaannya demi keluarga.


"Iya aku siap sayang, apapun konsekuensinya aku siap! Justru semakin memotivasi aku untuk mengumpulkan pundi-pundi uang buat keluargaku, demi kebahagiaan kalian. Aku minta support kamu ya!" ujar papi Jo.

__ADS_1


Papi Jo merasa bahagia karna pada akhirnya mami Celine menyetujui keinginannya untuk memberikan anak kembali, melepas alat kontrasepsinya.


__ADS_2