Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Suami yang hebat


__ADS_3

Bi Midah mengetuk pintu kamar Tuannya, memberi tahu jika ada tamu yang pernah datang waktu itu. Bi Midah juga mengatakan jika pria itu datang bersama seorang wanita dan juga anak kecil.


"Baiklah saya akan segera turun! Suruh tunggu saja!Dan kamu buatkan minuman untuknya!" titah papi Jo.


Papi Jo langsung menutup pintu kamarnya kembali dan menginformasikan kepada sang istri. Papi Jo menyuruh Celine untuk berganti pakaian dan mengajak Celine untuk menemani dirinya untuk turun ke bawah menemui Vino dan juga Miranda.


Papi Jo dan mami Celine menuruni anak tangga satu persatu sambil bergandengan mesra, menghampiri Vino dan Miranda.


"Maaf jika kalian telah menunggu lama!" ucap Papi Jo sambil menduduki bokongnya di sofa yang berhadapan dengan Vino dan juga Miranda, begitu juga dengan Celine yang duduk di sebelah sang suami.


"Mohon maaf jika kedatangan kami telah mengganggu waktu kebersamaan kalian. Saya hanya ingin bersilaturahmi dengan orang yang telah membantu kami!" ucap Vino membuka obrolan.


Celine merasa bangga dengan sikap suaminya yang luar biasa, bisa menerima orang masa lalu dirinya dengan santai. Memang suami yang hebat.


Hubungan Papi Jo dengan Vino terlihat membaik. Kini kedekatan mereka sebagai seorang rekan bisnis bukan sebagai seorang rival. Papi Jo menyambut kedatangan Vino dan juga Miranda dengan baik.


"Kita semua sudah sama-sama memiliki keluarga yang bahagia, mari kita jaga pasangan kita masing-masing! Meskipun rumput tetangga terlihat lebih hijau, tapi percayalah pasangan kita adalah jodoh yang di berikan Tuhan untuk kita. Dia yang terbaik untuk kita!" ujar papi Jo mengingatkan Vino.


"Terima kasih atas motivasinya Tuan Jonathan Anderson, anda memang suami yang terbaik, yang kelak akan saya jadikan inpirasi di dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Memang benar kata anda, pasangan kita ini adalah jodoh kita, seseorang yang Tuhan telah pilih untuk kita!" sahut Vino.


Mereka terlihat bahagia bersama pasangan masing-masing, mereka berniat menghapus kenangan buruk di hidup mereka dan menjalani kehidupan baru bersama orang baru di hidup mereka. Semakin lama mereka terlihat akrab. Vino sangat kagum dengan Papi Jo, di balik kesombongannya dulu ternyata ada kemurahan hati di dalam diri seorang Jonathan Anderson.

__ADS_1


"Baiklah Tuan Jonathan, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kebaikan anda kepada kami. Kami pamit dulu! Mohon maaf karna telah menggangu waktu istirahat kalian!" ujar Vino.


"Ok. Pesan saya, selalu jadi orang tua yang hebat untuk anak-anak kita semua! Untuk Miranda, berusaha untuk selalu menjadi ibu yang baik untuk anak kamu! Belajarlah dari istri saya! Jika kamu merasa bingung, kamu bisa bertanya padanya! Ingat hartanya yang paling berharga adalah keluarga." ungkap Papi Jo. Vino dan Miranda menganggukkan kepalanya. Vino sangat menginspirasi kesuksesan Papi Jo, dirinya sukses karna sangat mencintai keluarganya.


❤️❤️❤️


"Suamiku memang suami yang hebat. Seorang pengusaha yang profesional yang mengesampingkan masalah pribadi." puji Celine.


"Kata siapa aku mengesampingkan urusan pribadi? Justru saat aku memutuskan, aku berpikir apakah urusan pribadi aku aman atau tidak? Kalau aman, baru aku ambil. Kan aku sudah bilang padamu, keutuhan keluarga yang terpenting. Aku lebih memilih bangkrut dari pada keluargaku hancur." sahut Papi Jo.


Celine tersenyum, sungguh dirinya merasa bahagia karna memiliki suami yang hebat.


"Lantas imbalan untuk aku apa donk? Aku tak butuh pujian, tapi aku butuh imbalan. Sudah lama juga ni yang, Bray kangen sama kamu." ujar papi Jo. Dan dengan senang hati Celine melayani suaminya. Suaminya selalu membuat dirinya bahagia, tak sepatutnya dia menolak. Dia ingin membalasnya, membahagiakan suaminya


"Aaahhh...sayang." racau papi Jo saat Celine memasukkan Bray ke dalam mulutnya dan memberikan kepuasan, membangunkan Bray yang tadi bobo ganteng. Tangan papi Jo tentu saja tidak tinggal diam, meremas duo semangka milik sang istri. Membuat Celine pun meleguh.


Merasa sudah tak tahan, papi Jo langsung menggendong Celine dan merebahkannya di atas ranjang dan mensejajarkan miliknya dengan lubang kenikmatan sang istri.


"Aaahhh..." racau keduanya, saat Bray sudah masuk dengan sempurna. Papi Jo yang memimpin permainan. Memompa dan meliuk-liuk pinggangnya. Suara leguhan dari keduanya saling bertautan mengiringi percintaan mereka. Hingga akhirnya mereka mengalami pelepasan. Namun tak cukup sekali, papi Jo langsung melanjutkan lagi. Menyuruh sang istri menungging, dan memasukkan kembali si Bray. Hingga akhirnya mereka mengalami pelepasan kembali.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Pagi ini papi Jo beserta istri dan ketiga anaknya sedang menikmati sarapan pagi bersama, ini adalah salah satu rutinitas di keluarganya. Di kala ini, mereka selalu saling mengobrol. Papi Jo selalu menjadi papi yang luar biasa untuk ketiga buah hatinya meskipun rutinitasnya sangat padat.


"Hari ini papi tak terlalu sibuk, papi bisa mengantarkan kalian bertiga!" ujar papi Jo dan tentu saja membuat Clare bersorak gembira akan di antar sang papi. Clara dengan Clare dan juga Cairo bersekolah di tempat yang sama. Sekolah itu menyediakan sarana pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA.


Hari ini adalah jadwalnya Celine ke kampus, Papi Jo tentu saja akan mengantarnya. Jika dirinya tidak terlalu sibuk, dia selalu menyempatkan waktu untuk mengantarkan istri untuk kuliah.


"Kamu ngapain ikut turun? Emangnya kamu ga kerja?" ucap Celine yang merasa bingung karna sang suami ikut turun, karna biasanya papi Jo hanya mengantar sang istri sampai lobby atau parkiran.


"Bolehlah sekali-kali aku cuci mata sama anak kampus, biar awet muda." goda papi Jo. Padahal pada kenyataannya tidak seperti itu, justru dirinya ingin memantau perkembangan pria yang berusaha mendekati sang istri. Jika dirinya ingin bermain-main, mungkin sudah dari dulu dan mengapa mencari yang satu kampus dengan sang istri.


"Kalau mengingat usia kamu, kamu seperti sugar aku. Nah biasanya anak kampus model kamu pada suka sama om-om yang hot dan tajir model aku. Yang memberikan kepuasan di ranjang dan dompet." goda papi Jo sambil terkekeh membuat sang istri memanyunkan bibirnya. Karna apa yang di katakan suaminya, benar adanya. Jika tak kuat iman, pasti banyak wanita yang berusaha untuk memuaskan sang suami di ranjang dengan sukarela.


Seakan tak rela kejadian itu terjadi, Celine langsung mengusir suaminya untuk segera pergi. Terlebih banyak mata mahasiswi yang melirik suaminya yang tampan dan gagah itu.


Like


Comment


Vote


Hadiah

__ADS_1


Terima kasih😘😍🙏


__ADS_2