Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kelahiran buah cinta Combreng dan Mila


__ADS_3

Saat ini Combreng dan Mila yang sedang menghitung hari persalinan anaknya. Rencananya Mila akan melahirkan secara normal. Combreng dengan setia menemani Mila berjalan di pagi hari. Agar jalur lahirnya cepat terbuka. Menurut perhitungan lahir, dalam beberapa hari ini Mila akan melahirkan. Semua persiapan sudah dilakukan. Mila memilih melahirkan di bidan.


"Papa masih tak percaya akhirnya kamu hadir di perut mama. Semoga kamu dan mama selalu di berikan kesehatan dan di mudahkan dalam persalinan. Kamu bantu mama ya!" ujar Combreng berbicara pada anaknya yang masih dalam kandungan. Cobaan untuk memiliki anak, untuk Mila dan Combreng sangatlah sulit.


❤️❤️❤️


"Bang, perut Mila mules. Bangun!" ujar Mila membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas sehabis ritual yang mereka lakukan. Menengok sang baby. Dan hasilnya Mila langsung mules.


Combreng mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat. Namun akhirnya dia mencoba mengalahkan rasa kantuknya.


"Ayo kita ke bidan kalau memang kamu sudah merasa mules." ujar Combreng. Combreng langsung mencuci mukanya dan berganti pakaian. Dia memesan taksi online untuk membawa istrinya ke bidan yang letaknya tak jauh dari rumahnya.


Rasa mules yang di rasa Mila semakin bertambah, namun sang suami tak kunjung mendapatkan taksi untuk mereka. Karna saat ini jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Hingga akhirnya mereka terpaksa naik motor.


Combreng meletakkan tas baju yang berisi pakaian istrinya dan bayinya di depan. Dengan menahan rasa mules, Mila naik ke atas motor. Combreng mulai melajukan motornya dengan pelan-pelan. Jalanan terlihat sepi dan gelap. Membuat suasana terasa mencekam. Mila memeluk suami dengan erat, dia merasa takut. Menahan rasa sakit yang semakin bertambah.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai!" ujar Combreng menguatkan sang istri.


Combreng semakin panik saat Mila sudah mulai mengejan.


"Sayang, sabar dulu jangan mengejan dulu! Ga mungkin donk kamu melahirkan di jalan. Sebentar lagi sampe ni." ujar Combreng kepada istrinya.


Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, akhirnya mereka sampai juga di bidan.


"Awas hati-hati, pelan-pelan turunnya!" ujar Combreng.


Mila langsung di lakukan pengecekan pembukaan, ternyata Mila sudah masuk pembukaan sembilan.

__ADS_1


Mila terus meringis kesakitan, merasa tak tahan. membuat Combreng merasa kasihan. Dia terus memberi ketenangan kepada istrinya itu. Ini adalah hal pertama kali buat Combreng menemani istri tercintanya.


"Sakit bang, Mila ga tahan Bang." ucap Mila lirih. Meskipun dirinya dulu pernah melahirkan, tapi kejadian itu sudah sangatlah lama.


"Sabar ya Mil! Mila harus kuat demi buah hati kita. Abang yakin Mila pasti bisa." ujar Combreng. Padahal dia pun sejak tadi berdegup kencang, namun berusaha bersikap tenang di hadapan istrinya.


Hingga akhirnya pembukaan lengkap, dan akan mulai persalinan. Bidan sudah memandu Mila dalam proses persalinan. Percobaan mengejan pertama gagal, bahkan Mila terlihat lemas dan sudah mengeluarkan keringat dingin.


"Ayo ibu sekali lagi ya tapi mengedannya lebih kuat!" ujar bidan yang menangani persalinan Mila


Dan akhirnya pada percobaan kedua Mila berhasil. Bayi perempuan mereka sudah terlahir ke dunia dengan kondisi sehat. Bidan melakukan inisiasi dini kepada bayi mereka sebelum di bersihkan.


"Terima kasih beb, karna kamu sudah memberikan anak untuk aku. Berjuang keras mempertaruhkan nyawa kamu demi melahirkan buah hati kita." ucap Combreng sambil mengecup kening istrinya.


❤️❤️❤️


"Udah Mila naik sama si dede, abang aja yang ngangkat barang-barangnya. Abang pulang naik motor ya." ujar Combreng.


Combreng langsung memberi tahu sahabatnya itu, memberi tahu jika istrinya sudah melahirkan dan anak mereka perempuan. Papi Jo yang mendengarnya tentu saja merasa bahagia. Ikut merasakan bahagia. Setelah sekian lama sahabatnya itu tak memiliki anak dan baru sekarang dirinya berhasil memiliki anak.


❤️❤️❤️


"Sayang...Mila sudah melahirkan." ujar papi Jo.


Celine yang mendengar Mila sudah melahirkan tentu saja merasa senang. Ikut larut dalam kebahagiaan Mila.


Berhubung sang istri tak bisa menengok, maka papi Jo sendiri lah yang menengok bayi sahabatnya itu. Kali ini dia memilih untuk memberikan uang untuk Sahabatnya itu. Lebih bermanfaat. Lagi pula dia juga tak sempat membeli kado.

__ADS_1


Kini papi Jo baru sampai di rumah sang sahabat. Setelah pulang bekerja, Papi Jo langsung pergi mengunjungi rumah sahabatnya.


"Selamat ya Bro, akhirnya lo bisa merasakan menjadi seorang bapak juga. Semoga kebahagiaan selalu menyertai hubungan pernikahan lo." ujar papi Jo.


Combreng meneteskan air matanya penuh harunya. Dia masih merasa tak percaya. Setelah lima kali menikah dan bertahun-tahun menginginkan seorang anak, akhirnya baru kali ini dia merasakan menjadi seorang bapak.


"Udah sekarang lo ga usaha sedih! Tugas lo sekarang mengurus dan membesarkan anak lo ini! Lo sama Mila harus terus semangat!" ucap Papi Jo.


Bukan hanya Combreng saja, tetapi Papi Jo merasa hal seperti itu. Dia masih tak percaya jika sekarang dirinya memiliki empat orang anak. Dan bisa mendapatkan istri yang luar biasa.


❤️❤️❤️


Hari terus berlalu, trio somplak sedang menikmati perannya sebagai seorang ayah dan suami siaga bagi pasangannya yang baru melahirkan. Mereka berjuang keras untuk membahagiakan pasangannya.


Kondisi ketiga putri mereka sehat dan tanpa kurang apapun. Untungnya papi Jo berbaik hati, dia lah yang membiayai sahabatnya itu. Dan kelak anaknya Combreng akan di sekolahkan papi Jo.


"Thank bro akhirnya gw bisa bekerja lagi. Terima kasih kerjaan yang lo berikan ke gw. Semoga gw melakukan dengan sebaik mungkin, ga membuat lo kecewa." ujar Combreng. Saat ini Combreng bekerja di perusahaan papi Jo.


"Sayang, aku sudah merindukan kamu. Kapan kamu sudah mulai siap? Aku tak akan memaksanya." bisik papi Jo.


Dua bulan sudah usia Callista saat ini. Papi Jo sudah menagih untuk buka puasa kepada istrinya. Tetapi Celine masih belum merasa siap meskipun nifasnya sudah selesai.


"Ya udah kalau kamu belum siap, aku akan menunggu sampai kamu siap. Kamu tolongin aku ya! " ujar papi Jo yang sudah menurunkan celana boxernya. Menunjukkan betapa perkasanya si Bray.


"Sayang...kamu mau ngapain seperti itu? Aku masih belum siapa yang." ujar Celine bergedik mengeri. Rasa takut masih menghampiri dirinya.


"Bantu aku menuntaskan Bray!" ujar papi Jo sambil mengarahkan tangan istrinya untuk memegang Bray. Menuntaskan dalam mulut istrinya.

__ADS_1


__ADS_2