Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Cuaca mendukung


__ADS_3

Kini mereka telah sampai di rumah. Clara sedang merengek karna tak mau terpisah dengan sang mami.


" Ga ! Pokoknya Clara ga mau ! Clara mau nya tidur sama mami ! Titik ! " ucap Clara dengan penekanan sambil menyilangkan kedua tangannya dan membuang muka tak mau melihat sang papi.


" Clara jangan gitu donk sayang ! Status mami kan sekarang berbeda, Mis Celine udah jadi istri papi. " sahut Jo memelas.


" Iya...Clara tau ! Justru harusnya mami sekarang tidurnya satu ranjang sama Clara ! Papi harus sadar donk, yang minta Mis jadi mami Clara, kan Clara ! " ujar Clara tak mau kalah. Tentu saja membuat Jo merasa bingung mungkin sebentar lagi akan frustasi. Pisang tanduknya dalam keadaan tidak aman. Harus puasa lagi. Memang sulit jika harus berhadapan wanita keras kepala seperti mami dan anaknya. Jo berharap sang istri tak seperti keduanya.


" Yang, bantuin aku donk ! Kamu mah malah diem aja, bukan belain aku ! Mana sekarang hujan deres lagi ! " ucap Jo lirih. Bukannya merasa iba, Celine justru terkekeh melihat kelakuan suaminya yang seperti anak kecil yang minta di belikan balon.


Bukan minta di belikan balon, tapi papi Jo pengen balon yang awet yang bisa di remes. πŸ˜€πŸ€£πŸ˜ƒ


Clara langsung menarik tangan Celine ke kamarnya , membuat Jo tak berkutik hanya bisa meratapi dirinya dan pisang tanduknya. Bahkan dengan teganya Clara langsung mengunci pintu kamarnya. Dan tak peduli dengan papinya yang di luar terus merengek.


" Please Clara ! Jangan buat papi begini donk ! Katanya Clara minta adik, papi janji buatin adik buat Clara deh kalau perlu dua sekalian biar Clara ga ganggu mami. Mami buat papi aja ya ! " Jo terus memohon terus. Ucapan Jo membuat Bi Midah yang mendengarnya berusaha menahan tawanya agar tidak meledak.


" Clara mau nya mami, udah papi sana tidur sendiri ! Jangan ganggu Clara sama mami tidur ! " Teriak Clara dari dalam kamarnya.


Dan mau tak mau akhirnya Jo menerimanya. Joe


membaringkan tubuhnya di ranjang, bahkan dirinya sampai tak berganti pakaian dulu.


" Clara jahat banget si sama papi. Mana sekarang hujan, cuaca mendukung banget ini ! Sabar ya Bray, Lo harus terkalahkan sama anak gw ! " ucap Jo lesu, bicara sama pisang tanduknya.


Jo mempunyai ide untuk menghubungi istrinya.


" Yang, nanti kalau Clara tidur kesini ya temani aku ! Ga tahan aku yang, mana cuaca mendukung. Aku tunggu kamu ya sayang ! " Tulis Jo lewat pesan chat ke istrinya.

__ADS_1


Dua jam sudah dirinya mengirimkan pesan chat ke sang istri, namun sampai saat ini sang istri tak kunjung membalasnya. Di baca pun tidak. Sampai-sampai Jo berpikir jika Celine mungkin sudah tidur.


Jo berusaha untuk memejamkan matanya, mungkin malam ini dia harus lebih bersabar, tapi sayangnya tetap tak bisa. Hujan semakin deras menambah udara ruangan semakin dingin dan membutuhkan kehangatan.


" Aku cek aja dulu deh ke kamar Clara, pasti udah tidur lah Clara. " gumam Jo sambil berjalan keluar menuju kamar Clara. Jo mengendap-endap menempelkan telinganya di pintu kamar sang anak. Tangannya sambil mengirim pesan kepada istrinya, memberi tahu jika dirinya ada di depan pintu. Dan lagi-lagi Celine tak membalasnya. Karna bagaimana tak membalas, orang ponselnya Celine masih di dalam koper dia belum sempat mengeluarkan dan bahkan saat ini ponselnya dalam keadaan silent Celine memang tak terlalu suka main ponsel. Dia lebih suka main dan mengobrol sama Clara di tambah lagi sekarang dirinya sudah punya mainan awet dan bahkan kemarin seharian bermain-main.πŸ˜€πŸ˜„πŸ€£πŸ˜ƒ


Mainan yang bikin jadi balon 9 bulan ya πŸ˜ƒπŸ€£πŸ˜€


Karna merasa tak sabar, Jo akhirnya mengetuk pintu kamar Clara pelan-pelan sambil memanggil nama Celine pelan-pelan agar singa kecil nya tak bangun. Hati Jo merasa senang saat melihat pintu kamar Clara perlahan terbuka, tapi tanpa terduga ternyata yang membuka pintu kamar itu bukan Celine melainkan singa kecilnya. Tentu saja membuat Jo tersentak kaget. Ingin langsung lari mengumpat sudah ga sempat hingga akhirnya dirinya memilih pasrah jika singa kecilnya akan memarahi dirinya.


" Papi ga ngerti ya aku bilangin baik - baik ! Bukannya tidur, malah gangguin terus ! Udah donk Pi jangan bikin kesabaran aku habis ! " ucap Clara ketus.


" Clara...papi mohon ! Papi ga bisa tidur kalau mami ga ada. " ucap Jo mengiba.


" Itu hanya alasan papi saja ! Papi kan selama ini sudah biasa tidur sendiri, kenapa sekarang protes sih ? " sahut Clara tak ada toleransinya. Sedangkan Celine memilih diam, padahal dalam hati nya kini tertawa geli melihat dirinya di perebutkan.


Jo mengelus lembut rambut anaknya, agar sang anak segera tertidur. Dan akhirnya dengan waktu 30 menit, Clara akhirnya tertidur pulas. Namun sangat di sayangkan sang istri juga sudah tertidur pulas. Hingga dirinya membawanya dengan paksa. Jo langsung menggendong Celine dan membawanya untuk pindah ke kamarnya.


Jo memberi kode dengan matanya, agar sang istri tidak bicara. Dan kini mereka sudah berada di kamarnya. Jo langsung membuka seluruh pakaiannya yang menempel di tubuh istrinya hingga terlihat polos membuat dirinya tak sabar mencicipi tubuh istrinya yang membuat dirinya selalu tak bisa melupakan.


" Sayang...aku lelah ! " ucap Celine lirih karna memang dirinya saat ini merasa sangat lelah.


Namun sayangnya Jo tak mempedulikannya ucapan sang istri. Jo langsung menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya dan Melu*matnya. Semakin lama ci*uman mereka semakin membara, Celine pun terhanyut dalam permainan suaminya yang selalu memabukkan dirinya.


" Aaahhh...sayang ! " Tanpa di suruh tangan Celine sudah masuk menggerayangi pisang tanduk Jo.


" Nakal ya kamu sekarang, sebentar aku buka dulu semuanya ! " ucap Jo sambil membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya. Menunjukkan pisang tanduknya yang sudah berdiri tegak.

__ADS_1


Jo mengira jika Celine bangkit karna ingin menghindar dari nya, namun pemikirannya salah Celine langsung memasukkan pisang tanduknya ke dalam mulutnya dan menghi*sap nya hingga membuat Jo terbang melayang.


" Aaahh...sayang nikmat sekali. " racau Jo, sungguh dirinya tak menyangka sang istri bisa melakukan itu.


" Sayang kamu pimpin ya, aku sudah tak tahan ! " ucap Jo dengan nafas terengah-engah.


Dan ternyata Celine pun sudah tidak sabar melakukannya, dia juga sudah mulai ketagihan. Celine mencoba memposisikan miliknya dengan milik suaminya.


" Emmmppttt...aaahhh. " racau keduanya saat pisang tanduk menancap menancap di ladang. Celine langsung mulai memompa, menaik turunkan bokongnya.


Namun sayangnya permainan mereka harus terganggu. Clara berteriak-teriak dari luar, mulutnya terus mengomel. Clara merasa kaget saat terbangun tak melihat keberadaan maminya.


" I-iya sayang nanti dulu ! Na-nanti ma-mi nyusul. Aaahh.." teriak Jo di sela-sela merasakan nikmat bahkan tanpa sadar dia mendesau.


" Ih papi ngapain si ? Pokoknya aku ga mau tau, Clara minta mami keluar sekarang juga ! " ancam Clara.


" Ayo sayang percepat, sebelum singa di luar menerkam kita ! " ucap Jo. Tentu saja hal itu membuat Celine semakin mempercepatnya, karna dia pun tak ingin mengakhirinya sebelum selesai. Namun teriakan Clara semakin kencang bahkan diiringi Isak tangis membuat konsentrasi buyar seketika meskipun pisang tanduk masih berdiri tegak.


" Udah deh yang, kasihan Clara ! " namun Jo tak ingin sang istri melepasnya. Dia tetap menahan sang istri dan berusaha membantunya. Hingga akhirnya Jo mengerang dan menumpahkan bibit unggul ke rahim istri nya. Merasa milik suaminya mengeras saat ingin pelepasan, Celine pun merasa tak tahan lagi hingga dia pun mengalami pelepasan.


Setelah itu mereka cepat-cepat memakai pakaiannya kembali dan Celine segera berjalan membuka pintu kamarnya. Tanpa banyak tanya, Clara langsung menarik paksa tangan mami tirinya.


" Huhft... akhirnya. Setelah perjuangan cukup keras, akhirnya selesai juga. " ucap Jo yang masih mengatur nafasnya.


Satpol PP nya galak banget melakukan penggerebekan. Sampai-sampai Jo tertawa geli memikirkan hal itu, mau berhubungan dengan sang istri saja harus melewati drama.


Jangan lupa beri dukungannya ya kakak πŸ™πŸ™πŸ˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2