
" Makasih ye non ! Karna non dan nenek, Mis bise sekolah lagi. " Ucap Celine dengan mata berbinar-binar saat Clara masuk ke dalam kamarnya. Dan saat itu Jo belum melangkah kakinya ke kamarnya, tentunya saja dia mendengar pembicaraan Clara dan juga Celine.
Ya...senyuman tiba-tiba saja terbit dari bibirnya. Celine memang terlihat polos namun sangat menggemaskan terlebih duo semangka dan body aduhay yang di miliki Celine yang memporak-porandakan hati duda beranak satu itu.
" Aaahhh..." Jo sedikit membanting tubuhnya ke ranjang. Matanya mulai di pejamkan. Kini dirinya merasa gelisah karna teringat senyum manis Celine saat mereka mengobrol tadi.
" Ga. Gw ga boleh mikirin Dy ! " Jo memaksa dirinya untuk tidak memikirkan Celine hingga membuat dirinya frustasi sendiri. Menutup matanya dengan bantal. Padahal Celine itu bayangan bukan nyata di depan mata.ππ€£
\=\=\=\=
Matahari mulai muncul dari peradabannya. Menampilkan sinar nya. Menusuk hingga ke dalam kamar sang duda. Hingga akhirnya perlahan Jo membuka matanya.
" Sial hari ini kan hari libur, kenapa gw malah bangun pagi-pagi. Mending gw Nge-gym aja deh, udah lama juga gw ga olahraga. Si Combreng pasti mau di ajak ni. " Gumam Jo dalam hati.
Sedangkan Clara dan Celine sedang jalan-jalan ke taman bermain di dalam komplek.
" Woy... makhluk astral. Udah bangun belum ? " Ujar Jo di panggilan telepon yang masih dengan suara khas orang baru bangun tidur.
" Sialan Lo. Ngapain Lo cari gw ! Jangan bilang Lo kangen sama gw ya ! " Sahut Combreng asal.
" Najis...Ga pernah ada di kamus gw, kangen sama manusia purba macem Lo. " Ujar Jo ketus.
__ADS_1
Dan akhirnya Combreng mengakhiri panggilan dari sahabat yang tak jelas itu. Padahal tujuannya hanya mengerjai sahabat nya, ga benar-benar marah.
" Sialan, ni orang da bosen hidup kali ya ! Berani-beraninya mutusin panggilan dari gw. Sensi amat tumben, kaya cewek yang lagi datang bulan. " Cerocos Jo, merasa kesal dengan temannya. Jo pun tentunya ga akan marah beneran. Ibarat kata seperti orang pacaran yang kesal sama cowok nya yang kurang peka, tapi tuh cewek cinta. π€£ππ
Dan akhirnya dengan menghilangkan rasa gengsinya, Jo menghubungi sahabatnya itu.
" Mau ngapain Lo ngubungin gw lagi ! Kita putus ! " Ujar Combreng yang sedramatis mungkin. Dan akhirnya mereka berdua malah tertawa terbahak-bahak, geli sendiri. Dasar orang aneh. ππ
Akhirnya Jo mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Combreng nge-gym. Pastinya Combreng langsung jawab mau, karna Jo yang bayar alias gratis. Jo menyuruh Combreng ke rumah nya jam 09.00 pagi.
" Lumayan baru jam setengah 8, mandi dulu deh ! Bisa main dulu sama Clara. " Ujar Jo dalam hati.
Jo menuruni anak tangga untuk mencari keberadaan sang anak dan memberi tahu jika hari ini dia mau nge-gym. Kemungkinan siang baru pulang
" Non Clara lagi jalan-jalan sama Celine tuan ke taman bermain di dalam perumahan. " Sahut Bi Midah.
Dan akhirnya Jo berniat untuk menyusulnya sekalian sudah lama dia tak naik sepeda.
" Ngapain sih Celine olahraga membusungkan dada nya gitu sih, sengaja banget narik perhatian. Itu lagi siapa laki-laki yang sama anak kecil cowok yang mengobrol sama Clara. " Seperti nya hati papi Jo sedikit terbakar. Setelah menaruh sepeda, Jo langsung menghampiri sang anak.
" Clara.." Panggil Jo yang menghampiri sang anak. Dan Celine yang melihat bosnya datang tentu saja langsung menghentikan aktivitas olahraga nya. Dan menghampiri mereka masih dalam keadaan berkeringat menambah kesan seksi.
__ADS_1
" Clara...kamu ngapain ngobrol sembarangan sama orang yang tak di kenal. Celine juga kenapa biarkan kamu sama orang yang ga di kenal sih ? " Cerocos Jo membuat Wilsen, seorang pengusaha sukses seperti dirinya mengerutkan keningnya. Ternyata Wilsen seorang duda beranak satu yang tinggal di dalam perumahan itu juga, dan usia nya lebih muda dari Jo. Cuma kisah nya berbeda dengan Jo, Sarah sang istri meninggal saat melahirkan sang anak. Dan sampai saat ini dia belum mau menikah, karna belum mendapatkan wanita yang bisa menggantikan posisi mendiang istrinya di hatinya.
" Kenalkan saya Wilsen dan anak saya bernama Axelle, kami tinggal di komplek sini dan kebetulan Axelle bersekolah di tempat yang sama dengan Clara anak anda. " Ujar Wilsen ramah. Jo tak menerima jabatan tangan dari Wilsen, entah mengapa hatinya merasa tak jelas tak karuan. Dan beralih malah ke arah Celine.
" Celine saya peringatkan sama kamu, jangan meninggalkan Clara sedikit pun dengan orang yang tak jelas ! " Titah Jo. Entah terlalu protektif dengan anak atau lagi kebakaran melihat Celine mempertunjukkan keseksiannya, terlebih Celine memakai celana legging dan juga kaos ketat menunjukkan lukek tubuhnya. Padahal Wilsen sudah memperkenalkan diri, tapi Jo masih menyebut Wilsen orang tak jelas
" Jadi kamu bukan ibu nya Clara ? Saya pikir kamu ibu nya Clara, karna wajah kalian ada kemiripan. Kalian sama-sama cantik. " Tanya Wilsen sambil menatap Celine. Hati Jo semakin memanas, saat Wilsen memang Celine dengan tatapan yang tak biasa.
" Bukan tuan. Aye cuma babysitter non Clara. " Sahut Celine nyengir, menunjukkan barisan gigi putihnya.
" Ngapain sih Celine kegenitan begitu sih ? " Gerutu Jo dalam hati. Dan membuat Wilsen merasa tertantang.
" Saya Wilsen, papi dari Axelle. Saya seorang duda dan sedang mencari calon istri. " Ucap Wilsen sambil mengulurkan tangannya ke arah Celine. Dan tanpa terduga Jo langsung menepisnya. Dan menarik tangan Clara dan juga Celine meninggalkan Wilsen yang tertawa geli dalam hati.
" Menarik. " Ujar Wilsen. Seperti nya dia merasa tertantang mengejar Celine, terlebih dia merasa tersinggung dengan sikap Jo yang sombong kepadanya.
Celine berjalan dengan mengikuti Clara bersepeda dan Jo pun ikut menaik sepeda dengan pelan mensejajarkan dengan Celine dan juga Clara.
" Celine, besok-besok kamu kalau ke luar sama Clara gini jangan berpakaian seksi menantang laki-laki ! Dan satu lagi, jangan dekat sama orang yang tak jelas asal usulnya ! " Ungkap Jo. Membuat Clara bergumam dalam hati kenapa papi nya seperti itu pada Mis Celine, padahal papi nya tak pernah protes dengan gaya pakaian sang Mommy yang lebih terbuka dari Mis Celine. Dan kenapa papi nya jadi Posesif seperti itu, biasa ga pernah melarang dirinya untuk bermain pada siapa pun. Terlebih papi temannya itu sudah memperkenalkan diri. Dan Axelle pun teman satu sekolah nya. Jadi tak ada yang ga jelas.
" Gw aja jadi duda ga murahan gitu. Ini segala bilang duda, segala bilang lagi mencari
__ADS_1
calon istri. Ngapain coba ngomong gitu ? Modus banget jadi laki. Ga ada harga dirinya. " Gerutu Jo.
Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian ya πππ