
Mami Grace, Celine, dan Clara sudah dalam perjalanan pulang. Mami Grace berniat menghubungi anaknya untuk memberi kejutan perubahan Celine.
" Kamu di mana ? Pulang sekarang ! Mami sudah dalam perjalanan pulang ! 1 jam sudah sampai di rumah. " Titah Mami Grace membuat Jo mengumpat dalam hati. Bagaimana enggak. Tadi bicara seperti tak membutuhkan dirinya, dan sekarang lagi asyik-asyiknya nongkrong dengan seenaknya nyuruh pulang. Benar-benar emak ga punya perasaan bersalah
Ternyata mobil yang membawa mami Grace, Clara, dan juga Celine sampai lebih dulu di rumah.
" Celine saya minta kamu jangan rubah sedikit pun penampilan kamu. Sekarang kamu naik dulu ke atas, nanti jika saya panggil kamu baru turun ya ! " Ujar Mami Grace dan lagi-lagi Celine hanya menganggukkan kepalanya.
" Bi Midah tolong mandikan Clara. Celine jangan melakukan apapun ! " Perintah Mami Grace.
Bi Midah ikut memuji perubahan Celine, dan dia menyatakan jika Celine sangat beruntung Mami Grace sangat baik padamu. Bi Midah juga membisikkan di telinga Celine, siap-siap jika di jadikan menantu. Tentu saja hal itu membuat wajah nya merona. Dia tak pernah mengkhayal akan menikah dengan pria tampan dan juga tajir seperti papi Jo. Celine tak ingin berharap banyak, biar waktu yang menjawab semuanya.
" Gila ini jalanan, pulang pergi bikin mood gw semakin buruk. Padahal kalau mau pulang, pulang aja sana ! Segala gw di suruh pulang sekarang juga ! " Gerutu Jo.
" Mami Lo ga pernah berubah ya ? Selalu bertindak sesuka dia. Mungkin Lo mau di bawain oleh-oleh kali, atau di kasih kejutan. Secara nyokap lo pergi berjam-jam. " Ujar Combreng membuat pikirannya terlintas berpikir seperti itu. Tapi akhirnya Jo menepisnya, karna seumur-umur mami nya tak pernah seperti ini. Jika memberi kejutan tak pernah seperti ini. Dan akhirnya Jo memilih pasrah dengan apa yang terjadi nanti.
Dan akhirnya mobil Jo telah sampai di parkiran mobil. Setelah melewati kemacetan yang luar biasa, akhirnya mereka sampai di rumah. Jo masuk lebih dulu dan di ikut Combreng di belakangnya.
__ADS_1
" Mi, belum pulang ? " Tanya Jo basa basi. Saat berhadapan sang mami, Jo tak berani coba-coba melakukan aksi protes.
" Ya udah tunggu dulu, mami akan nyuruh Clara turun ! " Ucap Mami Grace santai. Tapi tidak dengan Jo yang kini hati nya penuh tanda tanya besar, apa yang akan di lakukan mami nya.
" Clara, Celine turun nak ! " Teriak Mami Grace dari bawah. Dan membuat rasa penasaran Jo semakin bertambah.
Celine membuka pintu kamar Clara dan perlahan dirinya melangkahkan kaki nya bersama Clara menuruni anak tangga. Pandangan mata yang sedang ke arah atas tentu saja langsung membuat hatinya merasa nyes.
" Gila, itu Celine kan ? Cantik dan seksi banget. Bener-bener beda mirip bidadari turun dari langit. " Ucap Combreng yang terkesima menatap Celine. Berbeda dengan Jo yang diam terpaku dengan mulut menganga. Seperti nya ruh nya tiba-tiba saja menghilang entah kemana. Sungguh dirinya sangat terpesona dengan penampilan Celine. Bahkan Selena pun seorang model, kalah cantik dengan Celine.
" Gimana penampilan Celine sekarang ? Apa cantik dan seksi ? " Tanya Mami Grace to the point. Membuat Jo tersadar.
" Eemmm...cantik dan seksi. Jadi tadi mami make over Celine ? " Tanya Jo pada sang mami. Jo masih saja bersikap cool seperti biasa saja.
" Masih aja ni anak gedein gengsi nya, padahal mami yakin jantung kamu lagi berdegup kencang. Masa ga nafs* ngelihat duo semangka Celine yang super duper begitu. " Gumam Mami Grace dalam hati.
Mami Grace menceritakan semuanya pada anaknya apa yang di lakukan tadi seharian. Dan Jo hanya ber oh ria saat mendengarkan penuturan mami nya.
__ADS_1
" Mi, ko Celine di pakein baju kaya gitu sih ? Bukannya mami ga suka lihat cewek yang mengekspos tubuhnya ? " Ujar Jo, padahal sebenarnya dia yang merasa tak suka tapi dia mengalihkannya kepada mami nya. Karna dulu dia masih sangat ingat jika sang mami tak menyukai Selena karna memakai pakaian yang kurang bahan.
" Ga apa lah. Biar kecantikan dan keseksian terekspos. Kali aja ada pria kaya yang meminang dirinya, biar kehidupan Celine berubah. " Sindir Mami Grace membuat Jo menahan Saliva nya. Jika mulutnya bisa bicara, mungkin dia akan bicara jika dirinya tak rela jika Celine akan di miliki orang lain. Tapi bibirnya terasa kelu, tak mampu bicara. Tapi mami Grace yakin gerak gerik sang anak menunjukkan jika saat ini sang anak sudah memiliki rasa kepada Celine, namun gengsinya masih besar untuk mengakuinya.
Jo sesekali melirik ke arah Combreng yang asyik mengobrol dengan Celine. Seakan tebar pesona. Terlebih mulut nya bicara, tapi matanya melirik duo semangka milik Celine.
Karna malam sudah sangat larut, mami Grace berpamitan pulang. Sebenarnya Jo dan Clara sudah menyuruh Mami Grace untuk menginap. Tapi mami Grace menolaknya, dia tetap ingin pulang. Setelah kepergian mami Grace. Jo langsung menghampiri Celine.
" Sebaiknya kamu segera naik ke atas dan mengganti pakaian kamu ! Karna tak baik seorang perawan mempertontonkan aset nya kepada seorang pria. " Ucap Jo membuat Celine merasa tersinggung. Karna tak sedikit pun dirinya berniat menggoda laki-laki mana pun, karna memang dia bukan seorang penggoda. Yang dia lakukan karna perintah dari Mami Grace. Mendengar penuturan sang papi, tentu saja membuat Clara tak suka.
" Mis Celine itu tidak berniat mempertontonkan asetnya, dan dia juga tak berniat untuk menggoda laki-laki manapun. Karna Clara yakin, tak perlu menggoda laki-laki tapi laki-laki yang melihatnya pasti akan tergoda. " Ucap Clara ketus. Dia langsung mengejar Mis Celine menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamarnya.
Glek
Jo merasa sangat sulit menelan Saliva nya. Dia tersadar dengan ucapan anaknya. Jo merasa menyesal berkata seperti itu, padahal dalang dari semuanya itu adalah mami nya.
" Breng, udah pulang sana ! Udah malem ! Gw mau istirahat, cape banget badan gw. " Ujar Jo yang menyuruh sahabat nya pulang. Dan akhirnya tanpa protes, Combreng pulang. Karena memang yang di katakan Jo, dirinya pun merasa lelah. Malahan dia tadi bangun pagi dan sudah sampai di rumah sahabat nya jam 08.15. Hari ini memang sangat melelahkan sehabis nge-gym, mereka juga harus merasakan jalanan macet.
__ADS_1
Jo menaiki anak tangga dengan perasaan tak karuan. Sungguh hatinya kini merasa terombang-ambing. Dan akhirnya dirinya memilih untuk langsung mandi menyegarkan tubuhnya. Jo juga mengguyur kepalanya agar terasa ringan beban di kepalanya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ