
"Kak, bangun! Anak kamu mau makan nasi goreng." Emeli mencoba membangunkan suaminya. Menggoyang-goyangkan tubuh suaminya yang sejak tadi tak kunjung membuka matanya, namun sang suami tak kunjung bangun. Pantas saja Hanif sudah pergi ke alam mimpinya membawa sejuta kebahagian karna tadi baru saja buka puasa setelah 2 bulan berpuasa. Usia kandungan Emeli saat ini sudah menginjak 3 bulan.
"Eemmm...kenapa sayang?" ujar Hanif sambil mengucek-ngucek matanya. Hanif baru terbangun setelah sang istri akhirnya menangis karna suaminya tidur seperti orang pingsan.
Emeli mengatakan jika dirinya menginginkan nasi goreng buatan suaminya. Tentu saja Hanif langsung membuka matanya. Tak ada drama penolakan karna memang dia sudah janji akan menjadi suami siaga, lagi pula dia tak ingin sang istri mengambek yang membuat kesejahteraan miliknya akan terancam.
Hanif yang sudah terbiasa memasak, tentu saja dengan mudah dirinya mewujudkan keinginan istrinya, mengidam makanan hasil karyanya. Tangannya sang lihai seperti seorang chef handal.
"Ga salah aku memilik kamu kak sebagai suami aku. Kakak memang suami yang luar biasa. Aku sayang kakak." ucap Emeli sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang suami dan menempelkan kepalanya di punggung sang suami
"Sayang...kamu tunggu di meja makan ya. Please jangan begini! Jangan bikin milikku terbangun kembali dari bobo gantengnya. Yang ada nanti aku ga jadi memasak, dan justru malah menerkam mu!" ujar Hanif yang sejak tadi menahan hasratnya saat bukit kembar sang istri menyundul punggungnya. Saat hamil Emeli terlihat bertambah seksi. Tubuh dan bukit kembarnya semakin berisi.
Emeli mengikuti permintaan suaminya untuk duduk manis di meja makan menunggu masakan suaminya Mateng.
"Tara... masakan ayah udah jadi! Selamat menikmati Dede Utun dan bunda!" ujar Hanif sambil meletakkan nasi goreng buatannya. Nasi goreng Hanif menjadi makanan favorit Emeli, makan setiap hari pun dia tak pernah bosan.
Semenjak Emeli hamil muda, sebelum berangkat bekerja Hanif selalu menyempatkan memasak dulu untuk sang istri. Dan tak lupa membuatkan susu hangat untuk sang istri setiap pagi dan malam hari. Dia ingin menunjukkan rasa cintanya kepada istri dan anak dalam kandungan sang istri.
Emeli makan sangat lahap, hal itu yang membuat Hanif tersenyum puas. Selalu membuat sang istri bahagia dan tersenyum, meskipun hanya dengan makanan sederhana. Sampai saat ini Emeli masih cuti kuliah. Kemungkinan Hanif akan memperpanjangnya sampai sang anak berusia 6 bulan.
__ADS_1
"Sudah kenyang anak ayah? Enak ga masakan ayah?" ujar Hanif sambil mencium perut rata sang istri. Hal itu tentu saja membuat Emeli tersenyum karna merasa di cintai.
Setelah perutnya kenyang, Emeli baru tertidur pulas. Hanif tersenyum melihat sang istri yang sudah tertidur pulas seperti seorang bayi.
❤️❤️❤️
Meninggalkan Hanif yang akhirnya memilih bermain game online karna tak bisa lagi memejamkan matanya. Rasa kantuknya telah sirna. Berganti senyum kebahagiaan.
Di saat jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Hanif langsung bergegas ke dapur membuatkan sarapan sekaligus untuk Emeli makan siang dan sore. Untuk makan malam biasanya Hanif selepas pulang kerja mampir dulu untuk membeli makanan untuk mereka. Dan menu sarapan pagi ini sayur sop baso, tempe goreng, dan ayam goreng.
Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, makanan sudah tertata rapi begitu juga susu panas untuk sang istri. Dia sengaja membuat yang panas, takut sang istri telat bangun.
Hanif contoh suami yang pengertian, tak selalu ingin di layani. Karna dia sudah terbiasa mandiri. Hanya saja Emeli sebagai seorang istri ingin mengabdikan dirinya kepada sang suami yang sangat luar biasa.
"Sayang...bangun yuk! Kita sarapan dulu bareng! Karna selama satu Minggu ini aku ga bisa datang telat. Tuan Jo sedang menemani sahabatnya ke Singapura, jadi aku yang harus menghandle pekerjaannya di kantor untuk sementara." ucap Hanif lembut. Karna dia ingin makan bersama sang istri sebelum ke kantor.
Setelah bangun, mencuci muka, dan gosok gigi. Emeli menghampiri sang suami yang sudah berpakaian rapih dan menunggunya di meja makan. Masakan suaminya memang top, tak pernah membuat dirinya mual. Dan untungnya Emeli termasuk hamil yang tak manja, jarang mengalami morning sickness.
"Ayah berangkat dulu ya! Utun jangan nakal ya, kasihan bunda ga ada temannya! Kamu jangan cape-cape ya sayang! Cucian biar laundry aja, nanti aku yang urus setelah pulang kerja! Makan yang banyak, dan jangan lupa makan buah!" ujar Hanif dan Emeli membalasnya dengan senyuman. Suaminya sangat perhatian dengannya.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Papi Jo, Celine kini sedang menemani Combreng dan Mila ke rumah sakit.
"Doc, please heal my friend! I don't care how much I have to pay." ucap Papi Jo. Baginya nyawa sahabatnya yang terpenting. Kekayaannya tak akan habis untuk menolong sahabatnya.
Sang dokter langsung memberikan tindakan medis kepada Combreng. Melakukan pemeriksaan secara detail.
"Everything is still in good condition. I'm sure your friend Will recover." sahut sang dokter membuat Papi Jo dan Combreng tersenyum. Karna masih ada harapan untuk Combreng sembuh kembali. Berharap mukjizat itu ada untuknya.
Setelah selesai pemeriksaan, mereka langsung menuju restoran mewah untuk menikmati makan siang bersama. Papi Jo memesan makanan terenak di restoran itu. Ini adalah restoran favorit dirinya dulu bersama sang mantan istri. Dan apartemen yang Combreng dan Mila tempati saat ini adalah apartemen yang pertama kali Jo beli saat menikah dengan Selena. Tapi itu hanyalah masa lalu, karna masa sekarang hanya Celine yang dia cinta tak ada yang lain.
"Breng, maaf gw ga nginep di apartemen ya! Gw nginep di hotel aja! Mau buat adiknya kembar. Tapi besok pagi gw ke apartemen lagi. Kalau Lo perlu apa-apa, Lo bisa hubungi Security yang bertugas. Nanti gw akan pesenin mereka, jika kalian butuh sesuatu. Nanti gw akan minta nomor telepon yang terhubung dengan Security apartemen." ujar Papi Jo dan Combreng hanya menganggukkan kepalanya. Tak seperti Combreng yang biasanya suka menyeletuk ke Sahabatnya.
Setelah pamit dengan sahabatnya, papi Jo langsung pindah ke hotel. Namun sebelumnya dia mampir dulu ke pusat perbelanjaan untuk mengajak sang istri berbelanja sepuasnya.
"Silahkan kamu pilih apapun yang kamu mau, aku akan turutin! Tapi ingat imbalannya nanti buat adiknya kembar ya." bisik papi Jo membuat wajah Celine blush memerah. Semakin tua, sang suami semakin hot di ranjang. Papi Jo memang paling bisa memanjakan sang istri.
Author minta dukungannya, hari ini sampai Minggu depan insyaallah mau crazy up.🙏😄😍
__ADS_1