
" Tuan, baru saja pihak kepolisian menghubungi saya jika Nyonya Selena meminta agar anda menemuinya ! " Ujar Hanif. Membuat Jo menghentikan aktivitas bekerjanya dan melirik ke arah Hanif.
" Mau apa lagi sih wanita itu meminta aku menemuinya. Selalu saja membuang waktu ku. " Ucap Jo geram, bahkan dia tak mau menyebut nama Selena.
" Entahlah tuan, tadi pihak polisi hanya menyampaikan seperti itu ke saya ! " Sahut Hanif yang kini kembali membuka laptopnya kembali.
Jo mencoba berpikir keras. Apa yang sebaiknya dia lakukan. Sebenarnya dia sudah tak ingin menemui mantan istrinya itu, cinta itu sudah tidak ada untuk mantan istrinya.
" Eemmmm...Han, apa hari ini ada jadwal pertemuan atau meeting penting ? " Tanya Jo yang menatap ke arah asisten nya yang sedang memainkan laptopnya.
" Tidak ada Tuan . " Ujar Hanif singkat.
" Ya sudah ayo kita nengok wanita itu untuk terakhir kalinya ! " Ucap Jo.
" Cih..bilang terakhir kalinya. Sekarang aja bilang ga Sudi ketemu si ulet keket itu, tapi nyatanya masih mau menemui juga. " Ucap Hanif mengumpat bos nya.
Kini mereka telah sampai di rumah sakit tempat Selena di rawat. Tak ada makanan atau pun buah tangan untuk mantan istrinya. Jo jalan melenggang masuk ke dalam rumah sakit mencari tempat mantan istrinya di rawat.
Selena ternyata sedang tidur. Wajahnya masih terlihat pucat.
" Kuatkan hati mu Jo, wanita itu tak pantas di kasihani ! Dia saja tak peduli padamu, memporak porandakan perasaan kamu dan bahkan membuat kau trauma akan sebuah cinta ! " Ucap Jo menguatkan hatinya.
Merasa ada orang di dekatnya, Selena perlahan membuka matanya. Dan berusaha untuk bangkit meskipun sedikit sulit. Tubuhnya masih terasa lemas.
" Sudah ga perlu di paksakan jika masih belum kuat ! Maaf jika kedatangan aku menggangu tidur nyenyak mu ! Pihak polisi bilang, kamu meminta aku untuk menemui mu ? Katakan apa yang kau inginkan ! " Ujar Jo tegas. Dia berusaha menahan perasaan dan meyakinkan bahwa cinta untuk mantan istrinya sudah tidak ada, yang dia lakukan ini hanya sekedar hanya ingin menemui sesuai permintaan pihak polisi.
__ADS_1
" Jo...aku mau minta maaf kalau selama ini aku sudah terlalu banyak menyakiti mu. Semua ini aku lakukan karna aku sangat mencintaimu. " Ujar Selena lemah.
" Cih... cinta ? Kau salah, yang kau lakukan bukan karna kau cinta padaku. Yang kau lakukan itu hanya sekedar obsesi dan naf*su semata. Aku tak menyangka wanita yang aku kenal dulu, ternyata begitu menjijikan ! Kau seperti seorang ja*lang. Sudahlah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan ! Aku sudah menutup rapat hatiku untukmu. Cintaku sudah tidak ada untuk mu ! " Ungkap Jo membuat Selena meneteskan air matanya. Ternyata begitu menyakitkan saat kita berharap orang yang kita cinta mencintai diri kita, namun pada kenyataannya dia sudah tak mencintai kita dan kini hanya penyesalan yang tersisa.
" Aku janji Jo akan menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kita ! Ku mohon maafkan aku, kasih kesempatan padaku ! " Ucap Selena memohon.
Tapi Jo tetap pada pendiriannya, dia sudah tak bisa menerima Selena lagi di hatinya. Rasa sakit yang di toreh Selena begitu dalam.
" Lupakan saja mimpi mu itu ! Aku ga akan pernah memasukan kamu di hatiku lagi ! Kisah kita sudah berakhir saat aku mengetahui kau mengkhianati cintaku ! Sekarang kau nikmati saja, apa yang kau tanam ! Aku pamit, tolong jangan pernah ganggu kehidupan aku dan Clara lagi ! " Ujar Jo sambil melangkahkan kaki nya keluar meninggalkan Selena yang terus menangis dan memanggil namanya.
" Jo...aaahahhh...aku benci kau Jo ! " Teriak Selena saat Jo pergi meninggalkan dirinya begitu saja, tak mempedulikan dirinya lagi.
Jo dan Hanif melangkahkan kakinya keluar rumah sakit dan menuju kantornya kembali.
" Maafkan aku, aku sudah membuat keputusan dan keputusan ku sudah bulat tak akan lagi kembali padamu ! " Ucap Jo sambil memandang jalanan dari dalam mobil.
\=\=\=
Selena sudah keluar dari rumah sakit dan kembali ke sel tahanan. Dia harus menikmati masa-masa di penjara. Di mana tak ada kemewahan. Hanya makan yang di sediakan dari kepolisian, dan tidur di lantai tak beralaskan apapun. Wajah cantiknya semakin hari semakin memudar berganti wajah yang suram. Begitu juga dengan Albert dan juga tuan Jasuke. Bahkan pagi ini tuan Jasuke mengalami serangan jantung dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Tak ada lagi yang menolong Selena. Bahkan mantan suaminya dengan rela nya memperpanjang kasus ini hingga dirinya harus mendekam di jeruji besi bertahun-tahun.
Berbeda hal nya dengan Celine, justru dirinya merasa sangat bahagia. Hari saat dirinya mulai sekolah segera dekat. Namun sebelum memulai pembelajaran sekolah. Celine mulai hari ini akan belajar sekolah kepribadian. Mami Grace ingin membuat Celine menjadi wanita yang anggun dan tak lagi di injak-injak orang lain. Terutama ibu tiri Celine.
" Celine apa kamu sudah siap ? Ayo kita mulai latihan ! " Ujar sang instruktur.
__ADS_1
" Iye, Celine Udeh siap ! " Sahut Celine.
Instruktur kepribadian mengajari Celine mulai dari cara berjalan, duduk, dan berbicara. Sebenarnya Celine merasa sedih karna dia harus menghilangkan unsur cara bicara Betawi nya. Dia sangat bangga dengan kota kelahirannya. Namun sang instruktur mencoba memberi pengertian. Bukan untuk melupakan tapi demi kebaikan Celine harus berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, sebagai bahasa nasional bahasa kewarganegaraan.
" Hebat kamu ! Baru satu kali saja kamu sudah terlihat anggun ! Ingat harus sering di biasakan ya biar kamu tak lupa ! " Ujar sang instruktur.
Celine juga di ajarkan table manner agar dia tak merasa canggung jika makan satu meja dengan orang berkelas. Dan Celine berhasil, dia cepat menangkap pelajaran yang di ajarkan instruktur dengan baik dan cepat.
" Wah Mis hebat, Clara bangga sama Mis. " Ucap Clara sambil memeluk babysitter nya.
Mami Grace yang melihat pemandangan kedekatan Celine dan Clara tentu saja merasa bahagia.
" Ayo kita makan dulu sebelum pulang. " Ajak Mami Grace. Untuk sesi pembelajaran hari ini selesai, Celine sudah boleh pulang.
" Gimana kalau kita makan steak ? Biar kamu juga bisa sekalian latihan, menerapkan ilmu kamu ! " Ujar Mami Grace dan langsung di setujui Clara. Sedangkan Celine hanya mengikuti saja.
Kini mereka telah sampai di sebuah restoran yang menjual makanan steak.
" Selamat ya sayang...kamu benar-benar telah berubah ! Mami senang banget lihat kamu ! " Ujar Mami Grace.
" Terima kasih nyonye eh nyonya maksud Celine. " Sahut Celine sambil nyengir. Karna masih merasa kagok untuk merubah cara bicaranya.
" Ga apa-apa sayang. Teruslah berlatih, mami yakin kamu pasti bisa ! Ingat semua butuh proses, yang penting kamu ada niat dan kemauan untuk berubah sayang ! " Ucap Mami Grace membuat Celine membalas dengan senyuman manisnya dan anggukan kepalanya.
Jangan lupa dukungan nya ya kakak πππππ
__ADS_1
Author bakal crazy up niπππ