
Jo memesan makanan untuk dirinya dan juga Celine. Kini jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi. Berarti permainan mereka cukup panjang. Baru berakhir jam 03.00 pagi, namun saat jam 05.00 pagi Celine hendak ke kamar mandi Jo terbangun dan mereka melakukan ritual di kamar mandi hingga baru bisa bersantai sekarang.
Mendengar suara ketukan pintu, Jo langsung bangkit untuk membuka pintu. Namun sebelumnya dia memperingatkan sang istri untuk tetap tidur di ranjang dan dia menutupi tubuh sang istri dengan selimut.
" Permisi Tuan, ini makanannya ! " ucap pelayan restoran sambil membawa satu nampan berisi makanan dan juga teh hangat untuk merek berdua.
" Tolong letakkan di sana ! " Jo membuka pintu kamarnya dengan lebar. Karna bukan hanya satu nampan saja, pelayan membawa dua nampan makanan yang satu nya masih di troli makanan.
Setelah pelayan hotel menyelesaikan tugasnya, Celine langsung turun dari ranjang dan berjalan menghampiri meja yang sudah tersedia banyak makanan.
Namun Jo seakan tak rela membiarkan istri cantiknya dan seksi nya luar biasa untuk makan. Jo langsung menghentikan langkah istri nya dan memeluk nya erat. Dan tiba-tiba saja dirinya merasa takut kehilangan Celine.
" Jangan pernah tinggalkan aku, aku sangat menyayangi kamu ! " ucap Jo lirih. Celine mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah suaminya sambil memberikan senyum semanis mungkin.
Tuhan memang begitu baik padanya, setelah perjalanan yang begitu menyakitkan dia lalui kini dia bisa merasakan dunia yang begitu indah dengan hadirnya pangeran tampan yang kelak akan menemani hari-hari nya. Jonathan Anderson adalah bonus yang di berikan Tuhan untuk nya. Bukan hanya tampan, keren, tajir melintir, hot, tapi juga memiliki cinta yang tulus untuk dirinya yang hanyalah orang biasa. Hidupnya merasa lengkap karna dia juga mempunyai anak tiri dan ibu mertua yang sangat menyayangi dirinya.
" Aku juga menyayangi mu, suami mantan duda. " goda Celine sambil terkekeh. Usia mereka sangat jauh 12 tahun dan status mereka pun sangat berbeda. Tapi ternyata cinta hadir tanpa memandang itu, cinta hadir di saat kita merasakan pasangan kita sangat berarti di hidup kita.
" Makanlah yang banyak, kamu juga banyak kehilangan kalori karna terlalu banyak berolahraga. Dan jangan lupa persiapkan nanti malam ! Karna mantan duda mu ini sangat hot. " goda Jo balik membuat wajah Celine memerah seketika.
Dan akhirnya mereka kini menikmati sarapan pagi nya.
" Sayang...kita pulang kapan ? " tanya Celine di sela-sela menyantap sarapannya.
__ADS_1
Cie... sekarang udah manggil sayang. Uhuyπ€£ππ
" Terserah kamu saja ! Kamu masih betah atau tidak ? Kalau aku sih betah saja, biar pekerjaan di urus Hanif dan aku mengurus kamu. " sahut Jo santai.
" Cih... alih-alih mengurus aku. Bukannya mengurus tapi di kerjain. " Gerutu Celine dalam hati.
" Aku ingin pulang aja, kangen sama Clara. Lagi pula bosen juga di sini, hanya di dalam kamar saja ! " sahut Celine sambil meraih gelas yang berisi air putih dan menenggaknya.
Jo terkekeh, merasa geli dengan ucapan jujur istrinya. Padahal dia sudah berusaha menghiburnya, tak membiarkan istrinya merasa jenuh tak ada kerjaan. Maklum pengantin baru, kerjaannya bikin enak biar cepet jadi anak. πππ
" Tampan banget sih kamu, tak terlihat di wajah kamu ada jarak yang begitu jauh dengan ku. Bahkan wajah ku dengan kamu seperti seumuran. " ucap Celine sambil menatap intens wajah suaminya membuat jantung Jo seakan melompat di tatap bidadari. ππ
Mungkin sudah saatnya Celine membuka hatinya untuk suaminya. Bukankah sang suami selama ini sudah membuktikan padanya bahwa dia sangat mencintai Celine. Dan pastinya hidup terasa lebih indah jika saling mencintai satu sama lain. Hidup merasa lebih tenang. Toh Vino hanyalah memberikan janji yang bisa saja di ingkari, sedangkan papi Jo semua sudah jelas. Memberi status yang jelas sebagai istrinya. Jika Celine menikmati perannya, dunia akan terasa indah. Mempunyai mertua, anak tiri, dan suami yang sangat menyayangi dirinya.
Celine langsung bangkit menahan rasa malunya.
" Aku tau kamu cinta sama aku, masih aja jaim. Mana ada wanita yang akan menolak menjadi istri Jonathan Anderson. " ucap Jo dengan percaya diri, namun hanya bicara dalam hati saja. Dia tak ingin menambah rasa malu istrinya.
" Aku yakin kamu akan menjadi mami yang baik untuk anak-anak kita kelak. Rasa sayang, kelembutan hati, keceriaan, dan perhatian kamu yang membuat aku mencintaimu. " ucap Jo dalam hati.
Kini Jo dan Celine dalam perjalanan pulang, namun mereka akan mampir dulu ke rumah mami Grace untuk menjemput Clara di sana.
" Mami...Clara kangen sama mami. " teriak Clara saat kedatangan mami baru nya dan juga papi nya. Clara langsung berhamburan kepelukan sang mami meluapkan rasa rindunya.
__ADS_1
" Oh sekarang orang yang pertama di kangenin mami ni ? Papi sekarang jadi yang kedua ? " Sindir Jo yang pura-pura ngambek. Membuat Celine dan Clara tertawa geli melihat papi Jo.
Celine menunjukkan keromantisan langsung merangkul papi Jo dan membawa kepelukannya. Tentu saja hal itu membuat jantungnya terasa copot.
" Please sayang kondisikan duo semangka kamu, jangan bikin aku menerkam kamu di sini ! " Bisik Papi Jo sambil melepaskan pelukan sang istri.
" Ga usah macam-macam deh Lo ! Tidur ga Lo sekarang, ingat jatah Lo nanti malam ! " Ancam Jo kepada pisang tanduknya yang memiliki sinyal yang kuat.
Mendengar suara sang anak dan menantunya, mami Grace langsung cepat-cepat keluar dari kamar menemui mereka.
Tujuan utamanya ingin menggoda menantunya. Mami Grace mendekatkan dirinya dengan sang menantu.
" Gimana sukses belah durennya ? Siapa yang gol duluan ? Skor nya berapa ? " Serentet pertanyaan terlontar dari bibir mami Grace.
Kini giliran Papi Jo yang menunjukkan keromantisannya. Tangannya kini melingkar di pinggang ramping istrinya dan menaruh dagunya di cengkuk istrinya. Deru nafas dan wangi tubuh papi Jo membuat mami Celine berdesir hebat. Wajahnya memerah menahan rasa malu di depan ibu mertuanya.
" Ga usah malu, mami juga dulu pernah ngerasain kok jadi kamu ! " sindir mami Grace saat melihat wajah Celine berubah seperti kepiting rebus. Hanya senyuman terpaksa yang terbit dari bibirnya.
" Ya udah mi kita langsung pulang ya ! Refresh tubuh dulu ni, persiapan ronda nanti malam." ujar Jo dengan santainya padahal di sana ada sang anak. Dan tentu saja hal itu membuat sang anak langsung komen. Sejak kapan papinya jadi Security, atau petugas keamanan lingkungan yang bertugas meronda membuat Papi Jo, Celine, dan Mami Grace tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan polos Clara.
Clara pengen tau ni sejak kapan papi kamu jadi Security or pos keamanan ronda, sini author bisikin ! Sejak papi kamu nikah sama mami kamu, kerjaannya ngecek seluruh tubuh mami kamu sampai menjelang pagi πππ
Jangan lupa vote, kopi,like,dan bunganya ya kakakπππ·βπ
__ADS_1