Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Mimpi basah


__ADS_3

Sesuai janji nya pada sang anak malam ini papi Jo akan pulang ke rumah. Tubuhnya juga kini terasa pegal. Memang tidur di rumah sendiri pasti akan lebih nyenyak. Seperti semalam dirinya malah harus begadang sampai jam 3 pagi, dan hanya mendengar suara dengkuran Combreng.


" Clara seperti nya sudah tidur ? " Gumam Jo saat melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah dan tak menemui sang anak.


Dan akhirnya Jo memilih langsung naik ke atas menuju kamar anaknya dan juga kamarnya.


Tok...tok...tok...


Jo mengetuk pintu kamar sang anak. Semenjak Celine tidur bersama sang anak, Jo tak lagi sembarangan langsung masuk ke dalam. Tetap ada tata krama nya, meskipun Celine hanyalah seorang babysitter tapi dia tetap tak pantas jika menyelonong masuk ke kamar cewek.


" Eh pak bos. Nyari Non Clara ye ! Non Clara Nye dan tidur tuh. " Ucap Celine sambil membuka sedikit lebar pintu kamarnya agar bos nya bisa mengintip sang anak.


" Ya sudah. " Sahut Jo singkat. Jo memilih langsung meninggalkan Celine, dia tak ingin berlama-lama bertatapan muka dengan Celine.


Setelah masuk ke dalam kamarnya, Jo memilih langsung membersihkan tubuhnya. Dan kini dirinya sudah terasa segar.


" Sepi juga ya hidup seperti ini ? Harus tidur sendiri dan ga cuma bisa meluk guling . " Ucap Jo saat memandang ranjangnya yang terlihat kosong. Tak terasa dirinya sudah menduda selama 6 bulan.


Jo tak menyesali mengapa dia harus harus bercerai, tapi dia menyesal kenapa harus salah memilih pendamping hidup. Pastinya semua orang yang menikah menginginkan hubungan yang langgeng, memiliki pasangan yang setia dan menyayangi dirinya. Dirinya telah gagal membina bahtera rumah tangga.


Jo membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tubuhnya terasa lelah, mencoba untuk memejamkan matanya. Dan akhirnya dirinya tertidur pulas.


" Aaahhh..." Jo mendesau merasa nikmat saat Celine bermain di pisang tanduknya. Memasukkan di lubang bergigi miliknya.


" Sayang...malam ini aku akan memuaskan dirimu. " Bisik Celine di telinga Papi Jo. Tentu saja membuat jantungnya berdegup kencang, tubuhnya terasa panas. Hasratnya sudah memuncak.

__ADS_1


Jo mendorong tubuh Celine dan kini dirinya lah yang memimpin permainan. Jo meluma* bibir Celine, semakin lama ciuma* itu semakin memanas.


" Aaaahhh..." Celine mendesau saat mulut Jo sudah berada di semangka milik Celine yang sangat menggoda dan nikmat. Jo menghisa* layaknya seperti anak bayi. Bahkan kini seperti bayi yang kelaparan, terlihat rakus. Menghisa* duo semangka secara bergantian. Hingga membuat tubuh Celine bergelinjang menikmati sensasi yang luar biasa.


Jo tersenyum, karna ternyata dialah yang pertama kali mengambil perawan Celine.


" Aaawwww..." Celine berteriak menahan rasa sakit yang luar biasa saat pisang tanduk milik Jo sudah masuk dengan sempurna. Setelah terlihat tenang, Jo langsung memompa nya perlahan demi perlahan. Namun semakin lama semakin di percepat karna papi Jo akan mengalami pelepasan.


" Aaahhh...Celine. Rasanya begitu nikmat sayang. " Ujar Papi Jo dan akhirnya dirinya mengerang nikmat. Pisang tanduk berhasil memuntahkan cairan hangat.


Jo ambruk di atas tubuh Celine.


" Sayang apa kamu sudah mengalami pelepasan ? " Tanya Jo. Dan Celine langsung menggelengkan kepalanya, memberi tahu jika dirinya belum mengalami pelepasan. Tentu saja hal itu memberikan angin segar untuk Papi Jo untuk melanjutkan ke ronde kedua. Terlebih kini pisang tanduk nya sudah berdiri tegak dan siap menerkam.


Celine menolaknya, karna milik nya kini masih terasa sakit dan perih. Namun bukanlah Jo jika tak bisa menaklukkan hati wanita. Dan pastinya dia akan melakukan juga dengan Celine, merayu Celine agar mau melakukan lagi.


" Ku jamin rasa sakit yang kamu rasa, setelah ini akan berubah menjadi rasa nikmat. Aku akan membawa mu terbang ke langit ke tujuh. " Rayu Papi Jo dan akhirnya Celine mengikuti kemauan Papi Jo.


" Kamu yang mimpin permainan ya sayang...! " Bisik Papi Jo.


Meskipun Celine belum pernah melakukannya, tapi dia berusaha ingin memberi kepuasan untuk papi Jo. Dan dia berhasil. Aksi Celine membuat Papi Jo merem melek. Celine mempercepat memompanya. Benar kata Papi Jo, rasa sakit yang di rasa Celine kini berubah menjadi rasa nikmat. Celine terlihat bersemangat, tentu saja hal itu membuat Papi Jo tak mampu lagi berkata-kata hanya desauan yang terlontar dari bibirnya.


" Sayang...percepat lah, aku sudah tak tahan lagi ! " Ujar Papi Jo. Dan sesuai permintaan Papi Jo, Celine berusaha mencari titik nikmat untuk dirinya dan juga papi Jo. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama.


Papi Jo tersentak bangun. Dan mata nya kini celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri melihat sekeliling kamarnya.

__ADS_1


" Di mana si Celine ? " Gumam Jo. Dia tak melihat keberadaan Celine dan dirinya juga memandang tubuhnya yang masih memakai pakaian lengkap seperti sebelum tidur.


" Masih sama. Tak ada juga tanda-tanda Celine masuk. Aaahh gila, kenapa gw ga bisa menahan hasrat gw si ! Harus mengambil perawan nya si Celine. Siapa suruh Lo merayu gw ! " Gumam Jo yang sibuk dengan pemikirannya.


Jo bangkit dari ranjang. Dan melihat sprei kasur yang terlihat basah. Dan akhirnya dirinya memilih mendekati dan memegang kasurnya dan ternyata benar basah.


" Lengket. " Gumam Papi Jo yang merasakan miliknya terasa lengket dan basah.


" Apa tadi ga sempet gw bersihin ya pas habis main sama Celine. Gila si Celine hot banget. Duo semangka nya manteb bener ternyata melebihi cuma di pandang. Di rasa wuih enak banget. Punya Selena aja ga kaya gitu. Ternyata Papi Jo masih belum menyadari jika dirinya hanya mimpi basah. Yang dia rasa hanyalah sebuah mimpi dengan Celine.


Papi Jo berjalan menuju kamar mandi tujuannya tentulah ingin membersihkan pisang tanduk nya yang terasa lengket.


" Kenapa lengket nya sampe ke CD ya ? Boxer gw juga basah. " Jo membuka boxer dan CD nya, dan bodohnya dia mencoba menciumnya.


" Busyet bau pej*. Lengket juga ni CD. " Ucap Papi Jo. Mencoba mencari titik temu semua yang ada di pikirannya.


Setelah membersihkan pisang tanduk nya, Papi Jo kembali keluar dan duduk di sofa mencoba flashback apa yang terjadi dengan dirinya.


" Semua pakaian gw utuh, CD juga masih pada tempatnya, malahan lengket dan bau pej*. " Papi Jo mencoba berpikir keras. Dan akhirnya dirinya menemukan titik temu bahwa apa yang terjadi dengan dirinya tadi adalah mimpi. Tepatnya mimpi basah. Seakan dirinya benar-benar melakukannya dengan Celine, sampai dirinya merasakan pelepasan dua kali.


" Huhft ternyata tadi hanya mimpi. Gw cuma mimpi basah karna seperti merasakan benar-benar melakukannya. " Gerutu Papi Jo.


Cie yang berharap beneran, ternyata cuma mimpi. Sabar dulu Pi nanti author buat benerannya.πŸ˜πŸ˜€


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πŸ˜€πŸ˜˜πŸ˜„πŸ˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2