
"Ayo aku antar cari tempat kuliah yang kamu mau! Sekalian kita berduaan. Anak-anak tinggal aja!" ujar papi Jo sambil menaik turunkan alisnya membuat mami Celine memutar bola matanya karna malas dengan ucapan suami mesumnya. Perbedaan romantis dan mesum suaminya sangat tipis.
❤️❤️❤️❤️
"Besok papi sama mami mau pergi berdua ya, mau cari kampus untuk mami kuliah. Kalian bertiga di rumah saja ya!" ucap Papi Jo. Dan langsung dapat protes dari Clare. Dulu sebelum ada Clare, Clara lah yang sering bawel kepada sang papi. Tapi kini Clara sudah merangkak remaja, dia sudah mulai sibuk dengan teman-temannya. Dan ternyata ceriwis Clare lebih-lebih dari Clara dulu.
"Mami mau kuliah? Nanti aku bertiga di tinggal donk? Pokoknya aku mau ikut mami papi cari tempat untuk mami kuliah!" ujar Clare sambil menyilangkan tangannya.
Lagi-lagi Clare membuat mami dan papi nya bisa berduaan. Clare selalu bersikap cemburu jika papinya dekat dengan mami dan sang kakak. Apalagi jika ketemu pelakor yang berniat menggoda papinya, bisa habis dengannya.
"Sayang...ini urusan orang dewasa, anak kecil ga boleh ikut! Papi janji, hari minggunya kita pergi liburan ya ke tempat bermain yang kamu suka." sahut papi Jo memberi pengertian sang anak yang sedang mode mengambek memanyunkan bibirnya.
Meskipun usia Clare baru 3 tahun, tapi dia sudah lancar dan pintar bicara bahkan melebihi anak seusianya. Dan sering kali membuat sang papi di buat pusing dengan sikap posesif nya. Terkadang Cairo suka memarahi Clare. Cairo memiliki sifat pendiam dan cuek. Dia tak banyak bicara dan namun sering kali memberikan perhatian kecil untuk sang mami. Sang mami adalah orang yang sang di sayangi dan mungkin saja jika dirinya dewasa nanti dia akan mencari sosok seperti sang mami. Clara pun sangat menyayangi Celine meskipun Celine bukan mami kandungnya.
Setelah perjuangan cukup panjang, akhirnya Clare mengerti dan kini Papi Jo bisa bernafas lega bisa bersantai berdua sang istri.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Hari yang di nanti telah tiba, Celine sudah siap memakai celana jeans dan kemeja. Celine masih sangat cocok menjadi anak kuliahan. Celine merasa sangat bahagia karna pada akhirnya dia akan mewujudkan cita-citanya. Dan gaya berpakaian Papi Jo pada hari ini mengikuti sang istri. Dia memakai celana jeans dan kaos berkerah yang warnanya senada dengan sang istri, tak lupa memakai topi dan sepatu kets.
"Suamiku kalau begini, masih cocok seperti anak kuliahan." goda mami Celine. Papi Jo memang tampan dan awet muda meskipun sudah memiliki buntut tiga dan berusia 40 tahun.
Papi Jo menuruni anak tangga lebih dulu, karna dia sudah siap lebih dulu dan ingin menemui ketiga anaknya. Clare terlihat cemberut, meskipun kemarin dia sudah mengatakan iya tapi saat ini masih merasa tak rela.
"Kasih donk kesempatan untuk mami dan papi berduaan, kasihan mami masa harus terus-menerus di rumah mengurus kalian. Dan ini juga sudah menjadi cita-cita mami sejak dulu, sejak dirinya kecil dan sekarang baru sempat mewujudkannya." ujar papi Jo.
"Clara...papi titip adik-adik kamu ya di rumah! Dan ingat jangan berantem ya!" ucap Papi Jo dan Clara mengatakan ok. Karna mereka memang sangat akur, Clara sebagai kakak sering mengalah dengan sang adik.
Setelah mami Celine turun, Celine dan papi Jo berpamitan untuk berangkat. Dan kini mereka sedang dalam perjalanan mencari kampus.
Ada satu buah kampus yang letaknya tak jauh dari kantor papi Jo. Meskipun kampus itu untuk kelas atas, tapi hal itu tentunya tak akan menjadi masalah untuk papi Jo. Justru dirinya merasa senang jika sang istri bisa kuliah di situ, jadi dia mudah mengontrolnya. Dan akhirnya Celine mengikuti keinginan suaminya, karna bagi Celine kuliah di mana saja tak menjadi masalah baginya. Bisa kuliah saja dirinya sudah merasa senang.
Celine sudah mendaftar, dan sudah resmi menjadi mahasiswi di kampus tersebut. Dan kini mereka melanjutkan untuk menikmati waktu kebersamaan berduaan.
"Makasih ya sayang...kamu memang suami luar biasa. Aku bahagia banget. Aku janji ga akan mengecewakan kamu!" ucap Mami Celine sambil memberi kecupan di kedua pipi suaminya.
__ADS_1
"Ini juga donk! Cemburu ni ga cium juga!" sindir papi Jo.
"Ya udah, tapi jangan nuntut lebih ya nanti kalau ada yang lihat bisa-bisa aku di do dari kampus." ucap Mami Celine dan papi Jo menganggukkan kepalanya.
Dan akhirnya mami Celine mendekatkan bibirnya dengan bibir suaminya dan menciumnya sekilas. Tapi bukan namanya papi Jo jika dirinya tak menuntut lebih. Dia langsung meraup bibi istrinya dan menarik tengkuk sang istri agar tak menghentikan ciuman itu. Merasa ciuman sang suami semakin memanas, mami Celine langsung memukul dada bidang suaminya agar sang suami menghentikan ciuman itu, mami Celine juga menggigit bibir bawah suaminya agar terlepas
"Sakit tau, lagi enak-enaknya di gigit." gerutu papi Jo sambil memegang bibir bawahnya.
"Iya deh minta maaf, habis kamu sih di bilang jangan ke lewat batas masih aja. Kalau ga di gituin pasti terus aja lanjut. Yang ada kita bikin adegan mobil goyang." ujar mami Celine.
Mendengar kata mobil goyang, papi Jo memicingkan matanya karna merasa kaget sang istri mengenal istilah kata itu. Dan tentu saja hal itu membuat papi Jo berpikir untuk mencobanya, karna seumur hidupnya dia belum pernah mencoba hal itu.
"Kok kamu bisa tau istilah begituan? Tau dari mana?" tanya papi Jo menyelidik. Mungkin dirinya lupa jika dirinya lah yang mengambil keperawanan sang istri, karna Celine tak pernah sekalipun mencoba hal seperti itu. Berpacaran pun tidak pernah, meskipun dirinya dulu dekat dengan Vino sewaktu SMP.
"Tau lah, waktu aku ke Ancol sama ayah dan ibu. Kami melihat hal seperti itu, dan tanpa sadar ayah menyebut ke ibu. Tuh mobil itu goyang, pasti dalam nya lagi bercinta." cerita Celine. Waktu itu Celine masih duduk di kelas 5 SD, kedua orang tuanya tak tahu jika ucapan mereka terekam di memori sang anak meskipun dirinya belum melihat secara langsung apa yang di lakukan orang itu di dalam mobil.
"Makanya aku sering bilang sama kamu, awas jangan ngomong hal porno depan anak. Yang ada bisa terkontaminasi otak mereka dengan ucapan kamu. Mereka akan dewasa lebih dulu! Untungnya, meskipun aku tahu tapi aku tak pernah sekalipun ingin mencobanya." ungkap Celine dan papi Jo berjanji akan lebih menjaga ucapannya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😘😍🙏😄