
Berhubung musim hujan author bikin cerita nya pake makanan ya, biar kenyang πππ€£
" Pi, hari Sabtu jadikan ajak aku main ? " Tanya Clara membuka obrolan dengan sang papi.
" Eemmmm..." Sahut sang papi bersama dengan anggukan karna kini mulutnya sedang penuh menyantap nasi goreng seafood buat Celine.
Tugas Celine sekarang bertambah, membuat sarapan pagi untuk mereka. Karna Clara yang meminta nya.
" Emangnya kamu mau ke mana sayang ? " Ujar Jo sambil menegak air putih yang sudah tersedia di meja. Jo selalu mengikuti permintaan sang anak. Dalam hal liburan, Jo selalu meminta Clara lah yang memilih nya.
" Mall yang di daerah kelapa gading aja Pi. Di sana arena bermainnya bagus. Clara pengen ke sana ! " Ujar Clara dengan wajah berbinar-binar.
Jo tentu saja setuju, menuruti apa yang anaknya ingin.
\=\=\=\=
" Cilok.. Sabtu kongkow yuk ! Gw mau bikin alesan sama si janda bolong, kalau gw udah ada janji. " Sahut Combreng di panggilan telepon.
" Jiah...bisa begitu. Berarti punya Lo pas itu, makanya dia ketagihan sama Lo. Gw jamin 1000 persen klo tuh janda pengen main kuda-kudaan lagi sama Loch. " Ujar Jo.
" Nah makanya. Ih gw jadi takut ah. Tar yang ada punya gw lumer lagi. Baru juga sembuh, masa si Otong harus muntah-muntah lagi sih. " Jawab Combreng.
Dan akhirnya karna Jo merasa kasihan dengan sahabat nya, Jo akhirnya mengajak Combreng ikut dengannya. Karna dia juga tak mungkin membatalkan janjinya pada sang anak. Bisa-bisa Clara mendeportasi dirinya ke hutan entah beranta.
\=\=\=\=
Hari yang di nanti telah tiba. Combreng sudah sampai di rumah Jo. Pagi-pagi sekali dia sudah datang.
Combreng langsung masuk dan membuka pintu kamar Jo. Saat itu dirinya melihat Jo yang masih tertidur pulas.
" Woy Cilok, bangun udah siang ini ! " Ucap Combreng bohong. Padahal jam baru menunjukkan pukul 06.00 pagi saat itu. Dan tentu saja Jo masih tidur, karna hari ini hari libur. Hal yang biasa Jo sering lakukan saat libur.
Beberapa kali dirinya mencoba membangunkan sahabat nya, namun usaha nya gagal. Dan matanya kini beralih pada pisang tanduk sahabat nya.
" Nah pasti rencana gw berhasil kali ini, Anak seta* pasti melek matanya. " Ujar Combreng dengan ekspresi liciknya.
" Pas banget ini. " Ucap Combreng saat melihat pisang tanduk sahabat nya sudah berdiri tegak mengucapkan say hello padanya.
__ADS_1
Misi mulai di jalankan. Sebenarnya dia merasa jijik untuk menjalankannya.
" Kalau bukan karna seta* di dalam tubuh gw, gw ga bakal ngelakuin hal ini. " Ucap Combreng dalam hati. Bagaimanapun dia adalah pria normal.
Combreng meremas pisang tanduk Jo dari balik boxer nya. Entah kerasupan apa Jo malah merasa keenakan dan mengeluarkan desauannya. Tentu saja hal itu membuat Combreng tertawa geli dalam hati nya dan tak mampu lagi melanjutkan.
" Bener-bener parah ni bocah ! Ternyata kadar kemesuman nya lebih tinggi tingkatannya dari gw ! Di gerepein sama gw, dia malah ngedesau. " Dan benar saja merasa menggantung, Jo membuka matanya. Dan matanya tersentak saat melihat Combreng sudah duduk di dekatnya.
" Ngapain Lo pagi-pagi udah di sini ? " Ungkap Jo sambil mengucek matanya.
" Kan kita mau pergi beb..." Ucap Combreng dengan perasaan geli.
" Iya gw tau. Tapi ini masih pagi banget. Emang kita mau nyapu tuh mall dulu . " Gerutu Jo yang merasa kesal karna merasa terganggu.
Combreng tak menanggapi ucapan sahabat nya. Dia malah membaringkan tubuhnya di ranjang di sebelah Jo duduk.
" Yeay...dia tiduran. Bangun dodol ! Gw bangun dia dia malah tidur. " Gerutu Jo saat melihat sahabatnya yang memejamkan mata.
" Siala* jangan-jangan tadi yang *******-***** pisang tanduk gw, dia lagi ? Gumam Jo dalam hati.
\=\=\=\=
Jo bangkit dari ranjang dan berjalan untuk membuka pintu kamar.
" Pi, jadi ga sih kita berangkat ? Jam segini aja papi masih tidur. " Tanya Clara dengan tatapan yang mengintimidasi. Membuat nyali sang papi menciut seketika.
Clara melirik ke arah Combreng yang masih memejamkan mata. Clara juga melihat kasur yang terlihat acak-acakan.
" Papi kan mau pergi sama aku, kenapa ada om Combreng ? " Tanya Clara sambil menatap sang papi.
Jo menjelaskan pada sang anak jika kedatangan nya Combreng saat ini karna dirinya lah yang mengajak Combreng untuk ikut pergi dengannya.
Kini mereka telah bersiap-siap sama halnya dengan Combreng. Sebelum pergi mereka sarapan terlebih dahulu.
Celine sudah berpakaian rapih. Memakai dress selutut. Dress warna peach yang sangat cocok dengan kulitnya. Dress itu memang hanya dia beli di pasar, tapi dia tetap terlihat cantik.
Kalau udah cantik, pakai baju apapun terlihat cantik. πππ
__ADS_1
Dan kini mereka sudah siap berangkat. Jo sering kali melirik ke arah Celine yang baginya bertambah cantik, terlebih dengan balutan dress peach yang menambah aura cerianya.
Mata Clara langsung berbinar-binar saat melihat arena bermain yang sangat menggiurkan. Tentu saja dirinya tak akan melupakan momen seperti ini. Clara mencoba berbagai macam wahana.
" Brengse* si Combreng. Bisa-bisanya dia malah mengganggu si Celine. Dasar duda gatel, ga bisa lihat durian Montong diem sendiri. " Gerutu Jo dalam hati. Sebenarnya ada perasaan cemburu yang di rasa Jo melihat Combreng yang berusaha mendekati Celine. Tapi ga mungkin juga Jo langsung meluapkan perasaan kesalnya pada sahabatnya nya.
Jaim ni ye, jaga image. ππ
Setelah Clara merasa puas menikmati berbagai macam wahana. Dan jam sudah menunjukkan pukul 13.00, akhirnya mereka memutuskan untuk makan. Mereka berjalan keluar dari arena bermain, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang menjual aneka macam olahan seafood, ayam, dan ikan.
Langkah Jo terhenti saat melihat mantan istrinya sedang duduk menikmati makanan dan juga asyik mengobrol dengan seorang pria yang seperti nya usianya sangat jauh dengan Selena.
" Eemmm...males banget harus satu restoran sama dia. " Gerutu Jo. Melihat sang sahabat yang aura wajah nya berubah, Combreng berusaha menenangkan.
" Semangat bro ! Dia cuma donat, tapi Lo sekarang punya lapis legit yang pasti rasanya lebih nikmat ! " Bisik Combreng di telinga sahabat nya. Dan akhirnya Jo menganggukkan kepala tanda bahwa dirinya baik-baik saja.
Clara duduk di antara sang papi dan juga Celine. Dan saat Selena hendak mencuci tangan tanpa sengaja dia melihat Jo dan juga Clara yang sedang duduk menunggu makanan. Tentu saja hal itu membuat dirinya tersenyum licik untuk merusak momen itu. Bahkan dia berbuat nekat, tak peduli pria yang sedang bersama nya marah.
Selena berjalan menghampiri meja mereka.
" Hai...kita seperti nya jodoh ya ? Aku ga menyangka Loch akhirnya bisa bertemu kalian di sini. Halo Clara sayang..Mommy merindukan dirimu. " Ucap Selena dengan suara menggoda. Dia tak peduli Jo dan Clara yang sudah menatapnya tajam.
" Ga usah perlu marah-marah begitu sayang... kehadiran mommy di sini karna ingin melepas rasa rindu pada kalian berdua. " Ujar Selena membuat hati Clara dan Jo merasa panas sudah tak sabar. Jo sudah mengepalkan tangannya.
" Cukup Selena ! Lebih baik kamu pergi dari sini ! Aku ingin hidup tenang bersama Clara. Bukankah kamu sudah memiliki kekasih baru ? " Sahut Jo namun tak membuat Selena jera.
Selena mengungkapkan bahwa semua ini karna Jo, hingga akhirnya dirinya harus menjadi simpanan pria tua beristri itu demi memenuhi kebutuhan nya. Karier nya tak lagi melejit dan gaya hidupnya masih glamor.
" Pergi dari meja ku sekarang apa aku panggil Security sekarang ? Aku sudah merasa sangat jijik padamu ! Aku bersyukur cepat mengetahui kebusukan kamu ! Dan asal kamu tau aku sangat menyesal sempat menikahi wanita ibli* seperti kamu ! " Ujar Jo yang tubuhnya sudah terasa panas.
Dan kini Selena beralih ke arah Celine.
" Hai wanita penggoda. Jangan pernah bermimpi ya untuk mendapatkan mantan suami gw ! Karna Lo itu ga pantas bila harus di bandingkan dengan gw ! " Ujar Selena sambil menertawakan Celine.
" Woy Selena...jadi cewek Lo ga tau diri amat sih ? Dasar donat bolong ! Celine itu ibarat kue, dia itu lapis legit. Rasa nya bener-bener legit. Meskipun saat ini dia hanya menjadi babysitter anak Lo ! Tapi lihat nanti, gw jamin 1000 persen mantan suami Lo ini bakal memilih dia ! Secara donat bolong vs lapis legit pasti lebih enak yang masih legit lah. " Ujar Combreng membuat Selena wajahnya berubah merah. Sungguh itu suatu penghinaan.
Hal yang sama yang di rasa Celine dan Jo. Kedua wajahnya sudah merah merona menahan rasa malu ucapan Combreng yang tak berfilter . Terlebih Jo yang saat ini masih mengumpat sahabat nya karna telah mempermalukan dirinya di depan babysitter anaknya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya πππ