
"He-hentikan Miranda! Kamu sedang mabuk!" ujar Vino yang sekuat tenaga menahan diri. Meskipun dirinya tak munafik, menginginkan juga.
"Aku sangat menginginkannya sayang! Ayolah! Bukankah kita akan menikah, tak masalah kita melakukannya sekarang!" rayu Miranda yang sudah tak tahan dengan suami berondongnya.
"Jika kamu sudah tak tahan, kita menikah besok secara sirih! Tapi aku minta, jangan tuntut aku untuk mencintaimu! Karna aku masih mencintai wanita lain! Pernikahan kita hanya untuk saling melengkapi bukan saling mengekang!" ucap Vino. Miranda menatap Vino serius, entah dirinya mengerti bahwa calon suaminya masih mencintai wanita lain atau justru merasa bingung dengan apa yang di katakan Vino. Terlebih dirinya kini sedang dalam keadaan mabuk.
❤️❤️❤️
"Apa? Kamu mau menikah besok? Tak bisa seperti itu, semua butuh persiapan! Kami akan mengadakan pesta yang sangat meriah!" ujar Papi Richard.
"Sepertinya kami sudah tidak tahan untuk menahannya. Aku akan menikahi Miranda besok! Bukankah ini yang di inginkan papi? Lantas mengapa papi melarang aku untuk menikahi dirinya secepatnya?" ujar Vino, tentu saja membuat Papi Richard membulatkan matanya. Memang kedua orang tua mereka sudah merencanakan pernikahan mereka, tapi bukan pernikahan dadakan seperti ini.
Hatinya sudah hancur, lantas apalagi yang harus dia lakukan untuk menghiburnya. Kehadiran Miranda mungkin saja akan membantu dirinya melupakan sosok wanita impiannya. Miranda bukan wanita impian Vino. Dia hanya ingin terbebas dari sang papi yang selalu mengatur hidupnya. Vino berniat akan melakukan nikah kontrak, hubungan mereka hanya saling membutuhkan.
❤️❤️❤️
Miranda baru saja terbangun dari tidurnya, dan mencoba mencari keberadaan Vino yang ternyata sudah tak ada di apartemennya. Kepalanya masih terasa pusing, akibat mabuk semalam. Dan kini Miranda sedang memijat keningnya yang masih terasa pusing.
"Kemana dia? Mengapa aku seperti ini? Huhft kenapa aku malah mabuk seperti ini sih. Pasti Vino akan meninggalkan aku! Aaaahhh... Miranda kau bodoh! Kenapa kau buka aibmu sendiri!" umpat Miranda pada dirinya sendiri yang melakukan kebodohan.
Ponsel Miranda berdering dan ternyata sang papi yang menghubungi dirinya. Dan dalam hitungan detik matanya membulat sempurna, saat mendengar jika sore ini Vino akan menikahi dirinya. Mereka akan melakukan pernikahan sirih.
"Ah gila kali tuh orang, dia kira pernikahan semudah itu. Apa dia sudah sangat yakin padaku, terlebih aku sudah membuka aibku padanya?" gerutu Miranda. Kepalanya bertambah pusing saat mendengar ucapan sang papi.
Miranda langsung menghubungi Vino, untungnya dia sudah menyimpan nomor telepon Vino. Miranda sudah tidak sabar ingin menanyakan lebih jelas, apa maksud dan tujuan Vino menikahi dirinya secepat ini.
__ADS_1
"Ya...ada apa?" tanya Vino dengan cueknya.
"Apa? Kamu tanya ada apa? Sebenarnya ada apa semua ini? Mengapa kamu menikahi aku sore ini juga? Bukankah kita akan menikah 5 bulan lagi?" cerocos Miranda. Dia memang menyukai Vino, tapi pernikahan ini terkesan dadakan. Miranda tak menyadari atas apa yang dia lakukan dan bicarakan semalam.
Vino menjelaskan jika dirinya tak mau melakukan hubungan suami istri sebelum menikah, berhubung Miranda sudah tidak sabar. Vino memutuskan untuk mempercepat. Terlebih dirinya juga ingin secepatnya melupakan Celine.
Mata Miranda membulat sempurna, semua ini gara-gara dirinya mabuk. Hingga dirinya tak sadar, merendahkan dirinya.
"Tapi kita masih saling mengenal. Pernikahan ini sangat dadakan." ucap Miranda frustasi.
"Kamu tak perlu khawatir, aku tak butuh cintamu datang cepat kepadaku! Aku hanya ingin kau tak mengekang ku, istilah kata kita hanya nikah kontrak! Jika kita sudah tak saling membutuhkan, kita bisa bercerai." ujar Vino santai.
Tentu saja Miranda menolak pernikahan ini, meskipun dirinya sudah rusak tapi dia masih berharap mendapatkan suami yang tulus mencintainya. Entah ada keberanian dari mana, Vino langsung mengancam Miranda jika dirinya tak mau menikah dengannya. Vino akan membongkar kepada papinya Miranda, jika Miranda sering gonta-ganti Partner ranjang dan mabuk. Vino akan membatalkan pernikahan dirinya dengan Miranda.
Dan akhirnya Miranda menyetujui permintaan Vino. Tentu saja membuat Vino tersenyum puas.
❤️❤️❤️
Meskipun pernikahan ini bersifat dadakan, tapi terlihat cukup meriah.Pernikahan di lakukan di rumah Miranda dan hanya di hadiri keluarga terdekat.
"Akhirnya aku menikah juga. Mungkin lebih baik seperti ini dari pada aku menjadi bujang lapuk atau seorang gay. Paling tidak hal ini tidaklah buruk." ujar Vino. Rasa dendamnya akan sebuah cinta, sebentar lagi akan dia lampiaskan kepada Miranda.
Vino mengajak Miranda untuk langsung ke apartemennya. Bukankah ini malam pertama mereka sebagai suami istri? Mereka akan bebas bercinta dengan Miranda. Merasakan nikmatnya bercinta.
Mereka kini sudah sampai di apartemen Miranda. Vino langsung mendorong tubuh Miranda hingga membentur ke tembok. Dan langsung melahap bibir Miranda tanpa permisi. Dan tangannya membuka satu persatu kancing baju Miranda, Vino juga membuka pengait pembungkus bukit kembar sang istri.
__ADS_1
"Hei...Apa kamu sudah tak sabar bercinta denganku?" ujar Miranda sambil mendorong tubuh Vino agar menghentikannya.
"Bukankah kamu istriku? Sudah sewajarnya aku menikmati tubuh kamu! Aku ingin kamu melayani kapan pun aku mau!" ucap Vino tersenyum sinis. Vino benar-benar menganggap Miranda seperti seorang ja*lang.
"Aku ingin melihat permainan panasmu! Bukankah dalam hal ini, kau sangat berpengalaman?" bisik Vino sesensual mungkin membuat mata Miranda membulat sempurna. Bagaimana Vino tahu jika dirinya sudah pengalaman.
Vino langsung menggendong tubuh Miranda ke kamar.
"Kita akan mandi bareng! Kita lewatkan semalam suntuk ini untuk bercinta! Pastinya kamu sudah tidak sabar kan bermain dengan burung perkutut ku? Meskipun aku belum pernah melakukannya, tapi aku akan berusaha menyeimbangi permainan kamu di ranjang!" ujar Vino kembali.
Miranda benar-benar di buat kaget sama sikap Vino, dia tak menyangka Vino seperti itu. Malam pertama bukan dambaan seorang Miranda. Padahal dia ingin sekali mendapat perlakuan manis sebelum mereka melakukan malam pertama mereka.
Vino membuka pakaiannya begitu saja dan melempar ke sembarang tempat. Dan kini dirinya sudah dalam keadaan polos.
"Bagaimana burung perkutut ku? Cukup tidak untuk memuaskan mu?" bisik Vino membuat bulu kuduk Miranda berdesir hebat. Dia tak menyangka, pria yang terlihat kalem ternyata aslinya sangat liar. Kini mereka sudah dalam keadaan polos. Meskipun ini adalah hal pertama kali yang di rasa Vino.
Jangan lupa dukungannya ya kakak😄😃
Mampir yuk di karya author lainnya🙏
__ADS_1