Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kegelisahan hati Celine


__ADS_3

" Kita ngapain ke butik Pi ? " Tanya Clara yang pura-pura tak tau.


Blush


Wajah Celine berubah merah. Tak pernah terbayangkan olehnya jika pada akhirnya dirinya akan menikah dengan sang papi dan menjadi mami sambung untuk nya.


" Papi, dua hari lagi akan menikah dengan Mis Celine. Kamu bahagia kan sayang ? " Ucap Papi Jo dengan wajah sumringah begitu juga Celine memberikan senyuman manis untuk Clara calon anak tirinya.


Meskipun dirinya belum mencintai papi nya, Celine akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk Clara. Tulus menyayangi Clara. Dia tak mau seperti ibu tirinya dulu. Dia ingin membuktikan bahwa tak semua ibu tiri itu jahat dan hanya mencintai ayahnya saja. Justru berbeda dengan Celine yang menyayangi Clara lebih dulu dan mungkin seiring waktu akan mencintai sang papi.


" Boleh ga, Clara yang pilihkan gaun untuk mami ? Tanya Clara pada Celine.


" Tentu saja sayang...mami yakin pasti pilihan kamu sangat cantik ! " Sahut Celine sambil memberikan senyum termanisnya.


Tentu saja pemandangan seperti itu membuat hati Jo merasa bahagia, karna akhirnya dia bisa memberikan seorang mami yang bisa menyayangi Clara. Bahkan terlihat sekali rasa sayang Celine sangat besar melebihi rasa sayang Selena mami kandung nya.


" Sil, apa tak ada gaun pengantin yang tertutup ? " Sahut Jo. Dia tak suka aset milik istrinya di nikmati publik.


" Lo pakein gamis aja si Celine kalau mau tertutup mah ! Lo sekarang jadi berubah posesif gini sih ? Dimana-mana pasti pasangan pengantin memilih gaun pengantin yang menunjukkan keseksian istrinya. Kaya dulu sama mantan Lo ! " Sindir Sisil.


" Ya udah gini aja ! Lo buat gaun pengantin yang tertutup tapi tetap terlihat anggun dan cantik. Lagi pula istri gw ini udah cantik dan seksi banget, ga perlu di dandanin gaya macem-macem ! " Sahut Jo keceplosan memuji Celine. Tentu saja hal itu membuat Celine tersipu malu karna Sisil melirik ke arahnya.


Dan akhirnya drama pemilihan gaun untuk acara pernikahan mereka selesai. Kini Jo dan Celine akan melakukan sesi pemotretan pre-wed.

__ADS_1


Dan justru di sini Celine lah yang protes. Dia merasa risih saat harus beradegan mesra. Dan harus bertemu duo semangka dengan dada bidang papi Jo. Dan tentu saja hal ini juga membuat Papi Jo keringat dingin dan pucat. Jantungnya pun berdegup sangat kencang. Dan harus break beberapa menit.


" Papi sakit ? " Tanya Clara saat melihat papi nya harus santai dulu.


" Kepala atas sama bawah papi sayang yang cenat cenut dekat mami kamu ! Dan sebenarnya butuh di salurkan ! " Ucap Jo dalam hati. Tak mungkin jika dirinya harus bicara jujur pada anaknya.


" Papi hanya nervous aja sayang, papi yakin setelah ini tak akan ! " Sahut Papi Jo bohong.


" Kalau merasa tak enak badan di tunda aja, gimana ? " Tanya Celine. Dia menjadi khawatir melihat calon suaminya seperti itu.


Jo tetap ingin melanjutkan sesi pemotretan ini. Hanya butuh rileks sebentar.


" Tahan dulu sih Lo ! Jadi norak begini ! Udah jangan macam-macam dulu ya ! Tenang dulu ! Dua hari lagi Lo bebas mau ngapain aja, secara udah sah kita ! Mau jungkir balikin, bebas ! " Gerutu Jo pada pisang tanduknya yang tak sabaran bertamu di ladang Celine.


" Kita langsung makan dulu ya ! " Ujar Jo. Celine dan Clara hanya mengangguk setuju saja.


Ponsel Celine terus saja berdering dari tadi. Celine hanya melihat saja, karna Vino lah yang menghubungi dirinya. Tentu saja hal ini membuat Celine merasa gelisah. Menjadi bimbang kembali, padahal tadi dia sudah sempat antusias melakukan persiapan semuanya. Tapi kini bayangan wajah Vino kembali menari di pikirannya.


" Kenapa ga di angkat telepon nya ? Apa kamu belum mau berkata jujur padanya ? " Ucap Jo lirih. Jo sangat yakin jika yang sejak tadi menghubungi Celine adalah Vino. Sakit memang rasanya sangat sakit, jika wanita yang dua hari lagi akan mengikat janji dengannya sehidup semati Masi merasa berat memberi tahu pada orang yang dia cintai.


" Maaf...aku butuh waktu ! " Ucap Celine. Dan Jo hanya bisa menghela nafas panjang. Lagi-lagi dia harus bersabar dengan yang namanya waktu.


Mungkin jika Celine sudah menjadi istrinya, dan saat ini tidak ada Clara. Jo pasti langsung merebut ponsel Celine dari tangannya, dan dia akan mengatakan kepada Vino jika dirinya akan menikah dengan Celine dia hari lagi dan meminta agar Vino mengakhiri hubungannya dengan Celine dan juga menerima keputusan ini meskipun terasa berat. Vino harus sadar bahwa cinta tak harus memiliki.

__ADS_1


Dan akhirnya Jo mencoba mengalah dan bersabar.


Kini mereka sudah di sebuah mall besar yang ada di Jakarta. Mereka akan melakukan makan siang.


" Kalian mau makan apa ? " Tanya Jo saat memasuki mall. Karna Jo akan mengikuti dua wanita yang sangat dia cintai.


" Aku pengen banget makan ikan kakap asam manis sama cumi saus Padang. Kalau mami mau apa ? " Ujar Clara. Dan Celine pun ikut saja, menyerahkan pada Clara untuk memilih tempat makan untuk mereka makan siang. Dan akhirnya pilihan mereka jatuh pada restoran keluarga yang menjual makanan seafood.


" Sayang... setelah makan kita cari cincin pernikahan kita ya ! " Ucap Jo dan Celine hanya menganggukkan kepalanya.


Suasana terasa hening, mereka sibuk dengan makanannya. Celine berusaha terbiasa untuk menjalani hidup seperti ini. Karna sebentar lagi dirinya akan menjadi nyonya Jonathan Anderson.


" Vin, maafin aku jika aku telah mengecewakan kamu ! Aku pun sebenarnya bingung dengan perasaanku sendiri. Tapi aku bisa apa ? Keluarga ini sangat baik padaku ! Mereka yang membuat aku seperti ini, memberi kenyamanan dalam hidup. Jika kita berjodoh pasti jalinan cinta akan di permudah. Namun jika tidak, perlahan aku pasti bisa melupakan kamu ! " Ucap Celine lirih. Dia mencoba menahan perasaannya, menahan air matanya.


Setelah mereka sudah selesai makan, mereka langsung melanjutkannya ke sebuah toko mas yang berada di mall itu.


Mereka kini sudah berada di toko mas. Jo menyerahkan kepada Celine dalam hal pemilihan. Apapun yang Celine suka, Jo akan membelinya. Dia tak peduli jika harga nya selangit. Baginya, kebahagiaan Celine yang terpenting.


" Ini gimana ? " Tanya Celine pada Jo sambil menunjukkan satu set cincin couple. Dan Jo setuju aja. Hingga akhirnya jatuh pada pilihan cincin berlian putih bermata satu.


Jo juga membelikan satu set perhiasan bermata berlian untuk Celine. Tentu saja hal itu membuat Celine bertambah tak enak hati. Dia ingin membuat Celine merasa di spesial kan.


Jangan lupa dukungannya kakak, dan tunggu episode berikutnya. Mengawal Jo dan Celine sampai menikah

__ADS_1


__ADS_2