
Meskipun pernikahan ini di bilang pernikahan dadakan seperti Clara sang kakak, namun pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang mewah. Siapa pun anaknya, Papi Jo ingin pernikahan semua anaknya di adakan mewah.
Kini Cairo sedang berada di sebuah butik tempat langganan sang mami, butik ini yang membuatkan gaun pernikahan untuk sang mami. Cairo ke butik dengan di dampingi sang mami sama halnya dengan Alana yang di dampingi mami Miranda. Celine dan Miranda terlihat akrab, karena sebentar lagi mereka akan menjadi besan.
"Sayang, aku tak suka kalau gaun kamu terlalu terbuka seperti itu! Aku ingin semua aset mu tertutupi dan hanya aku saja yang melihatnya!" ujar Cairo, bahkan kini dirinya sudah tak merasa malu memanggil Alana dengan panggilan sayang di depan kedua orang tuanya.
Celine menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum melihat sikap Cairo yang mirip dengan sikap papinya yang posesif. Sama halnya dengan Miranda yang terlintas kenangan dirinya saat mengejar papi Jo dulu. Padahal dulu dia sempat menggoda papi Jo untuk melakukan hubungan intim, tetapi papi Jo selalu saja menolaknya.
Pesta pernikahan Cairo dan Alana akan di selenggarakan di sebuah hotel mewah yang berada di Jakarta, tempat dulu sang papi dan Clara melangsungkan pernikahan. Semua persiapan sudah selesai di urus mulai dari catering, undangan, souvenir, pemilihan dekorasi, dan gaun pernikahan. Hanya menunggu waktu kapan acara itu di laksanakan.
"Rasanya Aku sudah tidak sabar menunggu waktunya kita akan menikah besok. Aku sudah merindukan kamu." ujar Cairo membuat Alana tersenyum bahagia. Mereka masih tak menyangka kalau akhirnya mereka akan menikah, karena tak ada cerita cinta di hubungan mereka. Mereka akan menikah besok.
Untungnya Clare tak masalah jika Cairo menikah lebih dulu, meskipun usia dan lahir mereka sama. Karena Clare belum mendapatkan calon pendamping hidupnya kelak . Dia masih ingin melanjutkan pendidikan spesialis, sesuai cita-citanya. Clara sudah sampai di Indonesia kemarin sore bersama anak dan suaminya, dia ingin menghadiri acara pernikahan sang adik.
Hari ini adalah hari pernikahan Cairo dan Alana, keluarga besar Anderson sudah bersiap untuk berangkat menuju tempat acara. Sama halnya dengan keluarga Alana.
"Bro, anak lo nikah sama orang mana? Bule? Heran gw kenapa kali ini lo jadi tertutup masalah calon menantu lo. Ga bilang-bilang pacarannya, tau-tau ngundang." cerocos Combreng. Dan papi Jo hanya menyengir, dia sengaja merahasiakan calon menantunya yang satu ini. Tentu saja hal ini membuat Combreng dan Hanif penuh dengan tanda tanya. Bahkan demi memberi kejutan, papi Jo tak memberikan undangan kepada dua orang itu. Dan dalam urusan persiapan pernikahan Cairo, papi Jo tidak melibatkan Hanif dia menyerahkan semuanya kepada wedding organizer.
__ADS_1
Mereka kini sudah sampai di tempat acara akan di laksanakan pernikahan Cairo dengan Alana. Hanif dan Combreng di buat melongo saat melihat dua orang manusia yang mengapit mempelai wanita. Sampai-sampai mereka geleng-geleng kepala.
"Sempit bener dunia ini, ternyata si Jo besan sama si Vino mantannya si Celine sama si Miranda." ujar Combreng dalam hati. Dia tertawa geli sambil melirik ke arah sahabatnya. Papi Jo melihat ekspresi sahabatnya mencoba menahan tawanya. Jika dia bukan pendamping sang anak, mungkin kini dia sudah tertawa terbahak-bahak bersama sahabatnya. Tetapi inilah jodoh, rahasia Tuhan tak ada yang tahu. Orang tuanya tidak berjodoh justru kini anak-anaknya lah yang berjodoh.
"Ckck..Pantas saja Tuan Jo merahasiakan menantunya yang satu ini. Ternyata...eh ternyata. Menantunya ternyata anak dari orang-orang masa lalunya. Dunia tak seluas daun kelor." Sama halnya dengan Combreng, Hanif pun terkekeh.
Cairo dan Alana telah resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka terlihat sangat bahagia akhirnya keinginannya tercapai, kebahagiaan juga di rasakan oleh kedua orang tua mempelai. Tak ada masa lalu yang membekas, semua sudah terkubur dan kini menyambut demi kebahagiaan anak-anak mereka.
Acara akad nikah telah selesai, hanya menunggu acara resepsi. Kedua mempelai dan kedua orang tua bersiap-siap untuk berganti pakaian. Namun, sebelumnya mereka mempersilahkan kepada tamu undangan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
"Selamat bro, sekarang udah menjadi besan sang mantan." bisik combreng di telinga papi Jo. Combreng langsung beralih kepada kedua mempelai untuk mengucapkan selamat berbahagia. Dan kini langkahnya terhenti di depan Miranda.
Kini saatnya mereka melakukan persiapan untuk acara resepsi. Cairo dan Alana di rias seperti raja dan ratu sehari. Mereka adalah pasangan yang serasi, cantik dan tampan.
"Pokoknya lo hutang cerita sama gw!" ancam Combreng dan Papi Jo hanya cengar-cengir. Papi Jo tak mampu mengungkapkan kata-katanya, terlebih saat itu ada Cairo sang anak.
"Selamat ya Cairo. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah. Cepat dapat momongan. Buat malam pertama udah minta kisi-kisi sama Papi kamu belum? Jagonya itu di ranjang." ujar Combreng membuat Papi Jo merasa malu, wajahnya memerah.
__ADS_1
"Kenapa lo? Anak lo sekarang kan sudah besar, malah malam ini mau bikin anak." goda Combreng membuat Cairo kini yang wajahnya memerah.
❤️❤️❤️
Serangkaian acara telah di laksanakan, pesta tersebut terlihat sangat meriah di hadiri banyak rekan bisnis Papi Jo dan juga Vino. Kedua keluarga terlihat berbahagia. Para tamu undangan satu persatu meninggalkan tempat acara.
"Jo, Lin, gw balik ya!" pamit Combreng beserta Mila dan anaknya. Sama halnya dengan Combreng, Hanif pun pamit bersama istri dan dua orang anaknya.
Malam ini Papi Jo dan Mami Celine memilih menginap di hotel, bulan madu untuk kesekian kalinya. Tidak mau kalah dengan pengantin baru.
"Ingat pelan-pelan, tenangkan hati Alana, dan yang terpenting lakukan dengan cinta semua akan mengalir indah!" wejangan Papi Jo untuk anak cowoknya satu-satunya sebelum memasuki kamar pengantin.
Sama halnya dengan Cairo dan Alana, Papi Jo dan Mami Celine pun kini sudah di dalam kamar. Clare satu kamar dengan Callista sang adik agar tak mengganggu keromantisan kedua orang tuanya.
"Ga nyangka ya yang kita sudah menikahkan dua orang anak? Semoga kita selalu bisa menjadi contoh buat anak-anak kita kelak! Kita selalu saling mencintai dan menyayangi sampai kapan pun! Sepertinya cerita keluarga kita sudah selesai, kasihan authornya kalau terlalu lama. Untuk pernikahan Clare dan Callista masih terlalu lama, authornya mau lanjut karya lainnya katanya." ujar Papi Jo memberi pengertian kepada sang istri.
Hai...hai...hai untuk para readers setia karya Mendadak Menjadi BabySitter Anak Sang Duda, mohon maaf sepertinya kisah cinta Papi Jo dan Mami Celine harus berakhir. Berat rasanya berpisah dari kalian, tetapi author hanyalah manusia biasa. Author harus menyelesaikan karya lainnya yang masih menggantung. Author ucapkan terima kasih, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati kalian. Mampir juga ya di karya author lainnya.😍😄😘🙏
__ADS_1