Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Peranan sahabat


__ADS_3

"Apa? Suami saya mengidap kanker otak? Hiks...hiks...Abang jangan tinggalin Mila! Abang dulu kan pengen banget punya anak, sekarang Mila udah hamil Abang malah mau ninggalin kita." ucap Mila yang sudah terisak tangis.


"Sabar Bu! Bapak belum meninggal! Beri dukungan terus agar dia terus semangat untuk hidup! Dan jangan lupa terus berdoa agar ada mukjizat yang membuat bapak sembuh. Bapak harus melakukan kemoterapi untuk mematikan sel-sel kanker yang aktif." ujar dokter yang menangani Combreng.


Mila berusaha untuk kuat meskipun kenyataannya terasa pahit. Bagaimana tidak, dirinya saat ini terancam akan menjadi janda untuk kedua kalinya.


"Berat banget sih bang cobaan kita. Dulu kita susah banget punya anak. Sekarang aku lagi hamil Abang malah mau ninggalin aku." ucap Mila lirih. Mila menduduki bokongnya di kursi panjang yang berada di Taman rumah sakit. Tatapannya terlihat kosong dan air matanya terus mengalir satu persatu.


Tiba-tiba saja dia teringat akan sahabat suaminya. Dia ingin membicarakan penyakit suaminya kepada Jo, Mila ingin meminta bantuan kepada sahabat suaminya. Akhirnya Mila memilih menghapus air matanya dan berniat kembali ke ruang inap suaminya.


"Abang udah bangun? Maaf Abang Mila tinggal dulu keluar." ucap Mila dan Combreng hanya menganggukkan kepalanya. Tak ada lagi Combreng yang bawel, humoris, dan rame. Kini dia hanya terbaring lemah.


"Abang udah sehat Mil! Kita pulang yuk! Abang ga tega sama kamu sama baby kita kalau lama-lama mengurus Abang di rumah sakit. Abang takut baby kita terkena virus. Di rumah sakit kan banyak virus." ujar Combreng yang berusaha untuk duduk.


Mila berusaha menahan air matanya, dia tak ingin menunjukkan kesedihannya di depan suaminya. Mila memilih untuk menutupi penyakit suaminya itu.


"Nanti Mila bicarakan dulu ya sama dokter, Abang udah boleh pulang apa belum. Abang sabar dulu ya, yang penting Abang bisa sembuh kembali." sahut Mila mencoba menenangkan sang suami. Dan akhirnya Combreng memilih mengikuti keinginan sang istri.


Obrolan mereka terhenti karna Papi Jo menghubungi Combreng. Dia menanyakan keadaan sahabatnya saat ini. Mendengar sang sahabat masih di rumah sakit, Papi Jo berniat untuk menengoknya.

__ADS_1


"Sayang...apa kamu mau ikut menengok Combreng?" ujar Papi kepada sang istri. Dan Celine mengiyakan. Mereka langsung bergegas ke rumah sakit. Tak lupa dia mampir untuk membeli parcel buah.


"Lo kenapa si Breng? Seumur-umur lo belum pernah masuk rumah sakit seperti sekarang ini." gumam Papi Jo dalam hati.


Kini Papi Jo beserta Celine sudah sampai di rumah sakit. Sudah sampai di ruang rawat sang sahabat.


"Payah ni jagoan, tepar juga. Sakit apa Lo Breng? Sumpah gw kaget banget dengar Lo sakit dan bahkan sampai di rawat begini. Gw kira jagoan neon ga akan pernah sakit." goda papi Jo. Dia ingin sedikit menghibur sahabatnya itu.


"Lagi di suruh istirahat gw." sahut Combreng.


"Oh ya Mila lagi hamil ya? Selamat ya buat kalian berdua, akhirnya cita-cita kalian bisa tercapai. Semoga Mila sama baby di dalam kandungan sehat-sehat ya! Emeli juga lagi hamil. Gw nyusul deh buat dulu. Lucu kali ya kalau istri kita bertiga hamil barengan. Biar nanti kalau lagi puasa ada temennya." ujar Papi Jo membuat hati Mila terasa teriris. Dia teringat kembali ucapan sang dokter tadi kepadanya.


"Jo, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu tentang bang Combreng." ujar Mila.


"Katakanlah, mil! Ada apa dengan Combreng?" sahut papi Jo.


Mila mulai menceritakan kalau Combreng mengidap kanker otak dan kondisinya perlu melakukan kemoterapi. Mendengar penuturan Mila, papi Jo tentu saja merasa shock kalau sahabatnya mengidap penyakit yang mematikan.


"Mila takut banget kalau bang Combreng sampai mati cepat. Mila ga sanggup! Kasihan anak ini kalau sampai bapak nya meninggal sebelum dia lahir. Hiks...hiks..."ujar Mila yang sudah terisak tangis.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Papi Jo dan Celine merasa iba dan tersentuh dengan penuturan Mila. Dan sebagai seorang sahabat tentu saja papi Jo ga akan diam. Dia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Sahabatnya.


"Kamu tenang dulu ya Mil! Saya akan menyuruh Hanif untuk mempersiapkan pengobatan di Singapura. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk sahabat saya. Semoga Combreng bisa di selamatkan dan ini harus di lakukan secepatnya sebelum sel kanker menyebar." ujar Papi Jo.


"Saya nanti akan menghubungi kamu ya kalau semuanya udah siap! Tugas kamu tolong support Combreng trus, bahagiakan hatinya! Agar dia selalu bersemangat untuk hidup. Oh ya, Combreng tau ga tentang penyakitnya ini?" tanya Papi Jo dan Mila menggelengkan kepalanya. Karna dia memilih menutupi hal ini dari suaminya.


❤️❤️❤️


Hari ini Combreng sudah di perbolehkan pulang, dan melakukan berobat jalan. Namun dia belum boleh cape-cape.


"Mil, sebenarnya Abang sakit apa sih? Kok dokter ga ngomong masalah penyakit Abang? Abang hanya ga boleh terlalu cape?" Tanya Combreng. Tentu saja hal ini membuat Mila kikuk merasa bingung harus menjelaskan apa kepada suaminya.


"Dokter bilang, Abang hanya di suruh banyak istirahat aja ga boleh terlalu cape." sahut Mila. Dia tak ingin membuat suaminya down kalau mengetahui penyakitnya ini.


Hanif sudah menjemput mereka di rumah sakit dan mengantarkan Combreng pulang ke rumahnya. Papi Jo memang luar sahabat luar biasa.


"Halo Breng. Gimana keadaan Lo sekarang? Maaf ya gw ga bisa ikut jemput Lo soalnya kerjaan di kantor lagi banyak banget. Oh ya saran gw Lo jangan cape-cape dulu ya! Lo ga usah kerja dulu sampai sudah benar-benar sehat. Untuk kebutuhan Lo sama Mila sehari-hari udah gw transfer transfer ya ke rekening Lo! Kalau Lo ada apa-apa dan kurang, Lo ngomong aja ya! Ga perlu sungkan!" ujar Papi Jo. Membuat Combreng meneteskan air mata merasa terharu.


"Lo memang sahabat gw yang luar biasa Jo! Sorry kalau gw ngerepotin Lo terus! Meskipun Lo kaya raya gw ga pernah ada niat buat manfaatkan Lo! Gw masih bisa kerja kok Jo untuk nafkahi Mila." sahut Combreng.

__ADS_1


"Gw ga merasa di repot kok. Gw ikhlas menolong Lo! Ini adalah peranan seorang sahabat di kala Lo perlu gw tolong! Udah ya jangan mikir macam-macam, gw hanya ingin Lo benar-benar sembuh. Gw menolong Lo tanpa pamrih!" ujar papi Jo.


__ADS_2