Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Permintaan Celine


__ADS_3

" Mi, ada Jo yang ingin bicarakan sama mami ! Please Jo minta waktu nya sebentar aja ! " ucap Jo dengan wajah di buat memelas.


Dan akhirnya mami Grace mengajak sang anak untuk mencari tempat untuk duduk bersantai, dan jatuh pilihannya di tempat duduk yang letaknya dekat kolam renang.


" Katakan apa yang kamu inginkan ? " Tanya Mami Grace serius sambil matanya mengarah ke sang anak.


" Mi, kasih kesempatan Jo sama Celine berduaan donk ! Clara tolong di rayu donk biar ikut pulang sama mami ! " ucap Jo memohon.


" Mami sih ok aja, ga masalah ! Tapi ingat mainnya jangan ganas, Celine masih perawan ! Bisa-bisa nanti masuk rumah sakit. " sahut mami Grace.


Jo mengucap setuju. Apa yang dia lakukan nanti kepada Celine karna cinta bukan hanya sekedar naf*su. Jo juga tak akan memaksa jika Celine belum merasa siap untuk melakukannya.


" Ingat sayangin Celine, jangan sakiti hatinya ! Jika kamu menyakiti Celine, maka mami lah orang pertama yang merasa sangat bersalah karna menikahi kamu dengannya. " ujar Mami Grace sambil berjalan ke lantai atas kembali bersama Jo.


Jo kembali ke kamarnya, begitu juga dengan mami Grace. Dan kebetulan Celine dan Clara sedang berada di kamarnya.


" Celine, mami pulang dulu ya sama Clara ! Biar kalian bisa berduaan dulu sampai besok ! " ujar mami Grace dan Celine hanya menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu, Celine rapihkan dulu ya barang-barang Clara yang di kamar ! " sahut Celine.


Clara langsung menangis. Dia tak ingin berpisah dengan mami dan papi nya. Kalau Celine justru merasa senang, kehadiran Clara akan membuat mereka melakukan malam pertama. Tapi tidak dengan mami Grace. Mami Grace berusaha untuk merayu sang cucu agar mau pulang dengannya. Dan akhirnya Clara setuju.


Celine masih berada di kamar dirinya dengan Jo. Sedang merapihkan tas baju Clara.


" Sayang...kamu lagi ngapain ? " Tanya Jo berbasa-basi, padahal ini semua adalah permintaan dirinya agar dirinya bisa bebas berduaan dengan Celine.


Bulu kuduk Celine berdesir hebat saat Jo mengelus punggung Celine dan berada sangat dekat. Bahkan deru nafas Jo terdengar jelas di telinga Celine. Membuat Celine merasa merinding seperti ada hantu di dekatnya.

__ADS_1


Wah berarti papi Jo hantu donk.πŸ€£πŸ˜€πŸ˜„


" A-aku lagi bereskan pakaian Clara, dia mau pulang duluan sama mami. " ujar Celine dan Jo hanya ber oh ria padahal dalam hatinya bersorak gembira. Tak ada lagi yang akan menggangu nya.


Jo memilih dirinya yang membawakan tas anaknya dan ikut keluar dari kamar menemui sang anak.


" Sayang...Clara sama nenek dulu ya ! Besok kalau papi sama mami pulang, kami mampir jemput Clara dulu ya ! " Sahut Jo yang mensejajarkan dirinya dengan sang anak.


" Iya...Tapi buat adiknya dua sekalian ya yah ! Biar aku langsung punya adik cowok dan cewek sekaligus ! " Ujar Clara membuat wajah Celine merah merona.


" Ya ampun, mami. Kenapa Clara bicara seperti itu ? Apa yang dirimu katakan kepadanya ? Sepertinya Clara sudah terkontaminasi dengan ucapan mami ? " Gumam Jo dalam hati.


Sebelum pulang, mami Grace menghampiri dan mendekatkan wajahnya dengan sang menantu.


" Jangan takut, rasa sakitnya cuma di awal saja ! Selanjutnya kamu pasti ketagihan ! " Bisik Mami Grace menambah ketakutan Celine tentang belah duren.


" A-aku mandi dulu ! " ujar Celine untuk menghindari kecanggungan.


" Kita mandi bersama sebelum melakukannya ! Apa kita melakukannya di kamar mandi saja untuk mengurangi rasa sakit di awal ? " Goda Jo membuat jantung Celine berdegup kencang.


Celine menghentikan langkahnya, ada hal penting yang harus dia bicarakan terlebih dahulu j


kepada suaminya.


" Kenapa terhenti ? Apa kamu berubah pikiran untuk mandi ? " Tanya Jo menatap heran ke arah istrinya. Celine menggelengkan kepalanya. Bukan itu yang dia maksud, namun dia ingin mengatakan sesuatu


yang sempat mengganjal di hatinya.

__ADS_1


" Katakanlah apa yang kamu rasakan ! Mulai sekarang, akulah tempat kamu bercerita ! Kamu bebas bercerita apapun kepadaku ! " Ujar Jo sambil menarik tangan istrinya dan menduduki istrinya di sofa.


Semenit dua menit Celine masih dia terpaku, dia masih berpikir apakah hal ini pantas dia bicarakan pada suaminya. Namun setelah di pikir-pikir dirinya sudah yakin, jika hal ini patut di bicarakan karna mengenai kehidupan rumah tangga mereka. Dia tak ingin terjadi kesalahpahaman di waktu mendatang.


" Katakanlah yang jujur, agar kamu merasa tenang ! " ujar Jo sedikit memaksa.


" A-aku, apa boleh aku minta sesuatu kepadamu ? " Tanya Celine ragu-ragu.


Dan akhirnya Celine mulai membuka obrolan mereka, jika dirinya masih merasa belum siap untuk memiliki anak. Dia ingin fokus mengurus Clara yang kini sudah menjadi anak tirinya, dan Celine juga ingin melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Mendengar seperti itu ada perasaan bimbang yang di rasa Jo. Di satu sisi apa yang di katakan Celine memang benar adanya, tapi di sisi lain dirinya juga merasa sangat takut jika Celine akan meninggalkan dirinya dengan mudah. Karna tak ada di dalam rumah tangga mereka.


Dan akhirnya mereka putuskan untuk mengambil jalan tengah. Bukan hanya permintaan Celine saja yang di kabulkan, Jo juga mengajukan permintaan pada Celine yang mau tak mau Celine pun harus mengabulkan permintaan suaminya.


" Baiklah, tapi aku ada satu permintaan padamu !" Ujar Jo, membuat Celine menatap dirinya lekat menjawab kegundahan hati Celine. Jo menginginkan mereka tetap melakukan suami istri, namun mereka sepakat menunda memiliki anak. Mereka ingin saling mengenal terlebih dahulu, menikmati masa pacaran mereka. Karna mereka menikah tidak seperti pada umumnya.


Jo langsung menghubungi Hanif asistennya untuk membelikan Kon*dom untuknya. Tentu saja hal itu membuat Hanif tertawa geli.


" Baru juga menikah, udah mau pakai pengaman aja !" ujar Hanif dalam hati.


Hanif kini telah sampai di indo*mart terdekat, dirinya langsung membelikan 5 buah kotak Ko*ndom.


" Mas, banyak banget belinya ? Istrinya ingin menunda kehamilan ? " Sindir pengunjung indo*mart yang mengantri di belakang Hanif. Tentu saja hal itu membuat wajahnya berubah merah menahan malu.


" Pengantin baru aneh ! Jadi begini deh, di sangka buat gw ! " Gerutu Hanif.


Setelah membayarnya, Hanif langsung pergi meninggalkan Indo*mart menuju hotel tempat bos nya menginap untuk memberikan pesannya tersebut.


Jo terlihat gelisah karna harus menunda acara belah durennya, padahal dia sudah tak tahan lagi untuk menundanya. Sama halnya dengan Celine, tetapi kegelisahan Celine sangat berbeda dengan Jo. Justru kini dirinya sedang merasa takut untuk melakukannya, karna baginya ini adalah hal yang pertama kali dirinya melakukannya.

__ADS_1


Halo para readers setiaku, mohon maaf ya author up nya sejak kemarin hanya satu terus, insyaallah di usahakan bisa lebih banyak up lagi di hari selanjutnya. Terimakasih atas dukungannya selama ini untuk karya ini, dukungan kalian sangat berarti.πŸ˜„πŸ˜€πŸ€£πŸ‘πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜ƒ


__ADS_2