
Usia kandungan Ernesta kini sudah menginjak 6 bulan, perutnya sudah terlihat semakin membesar. Semua ini karna sosis satu, dua telor, di tambah mayones yang membuat dirinya harus merasakan gendut 9 bulan.
Hubungan pernikahannya dengan pak Teo terlihat harmonis. Seperti saat ini mereka sedang duduk santai sambil menikmati rintik hujan dan segelas teh hangat.
" Beb, kira-kira anak kita jenis kelamin nya apa ya ? " Tanya Pak Teo pada Ernesta. Ernesta tak lagi merasa malu saat pak Teo memanggil dirinya beb, bukan hanya saat berdua tapi di depan publik.
Ternyata cinta tak mengenal usia. Ernesta tak menyangka jika dirinya bisa jatuh cinta pada pak Teo, laki-laki yang usianya lebih tua dari orang tuanya, laki-laki yang dulu dia hina. Tapi kini dia sedang mengandung buah cinta mereka yang mungkin cocoknya menjadi cucu untuk pak Teo.
Cinta datang tiba-tiba tak mengenal usia. Selama ini dirinya hanya melihat di televisi, tapi kini mereka juga merasakan.
" Aku sih berharap Cewek. Kemarin pas USG ga kelihatan sih ya ? Posisi nya nutupin si baby. Ayah mau nya apa ? " Sahut Ernesta mesra.
Tak ada lagi perasaan jijik yang di rasa Ernesta saat berdekatan dengan pak Teo. Seperti saat ini dirinya menyenderkan kepalanya di bahu pak Teo.
Pak Teo telah memberikan cinta untuk Ernesta. Ternyata menikah dengan orang yang usianya sangat jauh dengan dirinya tidak lah buruk. Justru dirinya kini merasa nyaman karna memiliki dua pria sekaligus di dalam sosok pak Teo yaitu ayah dan juga suami.
" Kalau ayah sih apa aja, yang penting sehat. Kan ayah udah punya semuanya. " Ujar Pak Teo. Dan langsung mendapatkan ucapan amin dari bibir Ernesta.
Malam semakin larut, udara pun semakin dingin menusuk hingga ke tulang. Hingga akhirnya mereka memilih untuk saling menghangatkan satu sama lain. Mereka masuk ke dalam kamar.
" Beb, dasternya buka ya ! Ayah pengen ! " Ujar Pak Teo lembut. Membuat wajah Ernesta merona. Dia pun sangat menginginkan. Terlebih cuaca di luar sangat hujan. Hujan semakin deras memacu hasrat keduanya.
Kini mereka sudah dalam keadaan polos. Tak ada lagi rasa malu yang di rasa Ernesta, tak ada lagi penolakan yang di lakukan Ernesta saat pak Teo menjamah tubuhnya. Ernesta sangat menikmatinya. Bahkan permainan suaminya sangat luar biasa. Tua-tua keladi semakin tua semakin menjadi.
__ADS_1
" Aaahh...ayah.." Racau Ernesta saat mulut Pak Teo sudah berada di bukit kembar miliknya. Bermain-main di sana. Mengeksplore keduanya secara bergantian. Yang beberapa bulan lagi akan menjadi milik anaknya. Usia menjamin kematangan dalam berkarya.ππ
Pak Teo membuat tanda kepemilikan di sekujur tubuh istrinya. Dan jarinya kini sudah bermain di lubang kenikmatan milik Ernesta dan bermain-main di sana membuat tubuhnya bergelinjang merasakan nikmat yang luar biasa.
" Beb, kamu yang memimpin ya ! " Bisik Pak Teo dan kini Ernesta lah yang memimpin permainan. Selama hamil, nafsu Ernesta semakin bertambah. Tentu saja hal itu membuat pak Teo merasa senang.
Ernesta memompa secara perlahan. Menaik turunkan pinggulnya. Meskipun perutnya sudah membesar, namun dia masih terlihat lincah di ranjang.
" Aaahhh...beb...percepat ! Ayah udah mau keluar ! " Ujar Pak Teo yang akan mengalami pelepasan, Ernesta memompa lebih cepat lagi. Menaik turunkan pinggulnya.
Dan akhirnya mereka mengerang bersama. Pisang tanduk pak Teo memuntahkan dan menyirami rahim Ernesta.
πππ
Di sebuah cafe...
" Sialan Lo nuduh gw. Nyipok aja ga, apalagi bikin si Sella gelembung 9 bulan. " Sahut Jo tak terima.
" Ya kali aja, dari pada ga ada. Lo hantam deh si Sella secara dia kan ngejar-ngejar Loch. Pastinya dirinya akan rela merangkak ke ranjang dan mengangkang deh. " Ujar Combreng dengan santainya tak peduli perasaan sahabatnya kini yang sudah hampir meledak merasa di tuduh.
Kini Combreng dan Jo sedang berada di sebuah restoran ayam kriuk dan menikmati makan yang mereka telah pesan.
" Perasaan dari tadi gw lihat cewek banyak yang kekenyangan makan satu sosis, dua telor, di tambah mayones deh. " Ucap Combreng dengan cueknya.
__ADS_1
" Ya begitulah lah cewek sekarang. Habis enak sih gimana donk ? " Ucap Jo sambil tertawa geli.
" Jiah...kasihan deh Lo ! Cepetan makanya nikah biar ngerasain surga dunia lagi ! " Sahut Combreng.
" Gaya-gayaan Lo ngajarin gw. Sendirinya masih asyik menjomblo jadi duda. " Ujar Jo yang kini berbalik menyindir sahabat nya.
" Mungkin lagi musim hamil kali, musim hujan begini. Apa memang lagi viral ? " Ujar Jo lagi.
Ya begitulah mereka kalau sedang bersama, dunia seakan milik berdua dan yang lain ngontrak. Mereka asyik berdua, tak peduli banyak mata yang melirik ke arahnya.
" Udah mendingan test Drive punya Lo sana sama si Celine ! Tar lama ga di asah, bisa tumpul tuh barang ! " Ujar Combreng tak ada filternya.
Dan tiba-tiba Jo jadi teringat saat dirinya mimpi basah kemarin-kemarin dengan Celine. Saat ini dirinya sedang menceritakan pada Combreng tentang apa yang terjadi pada Celine, dan Jo juga menceritakan jika pisang tanduk nya berhasil muntah 2x. Dan mendengar cerita sahabatnya, Combreng langsung tertawa keras menertawakan sahabat nya.
" Ckk..Gila sampe segitunya Lo kepengen, Sampai ke bawa ke alam mimpi cuy. Ya udah Lo cepet halalkan tuh si Celine. Gw pengen tau seberapa hot nya si Celine, cuma mimpi aja pisang tanduk Lo bisa muntah dua kali apalagi kenyataan. " Ujar Combreng.
Dan pertemuan mereka kali ini di tutup dengan obrolan satu sosis, dua telor, dan di tambah mayones yang membuat wanita kekenyangan selama 9 bulan.
Mereka pulang kembali ke rumah masing-masing. Dan kini Jo telah sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Mandi dulu deh, biar segar. " Ujar Jo yang kini berjalan menuju kamar mandi.
Jo mengguyur tubuh dan juga kepalanya. Kini dirinya sudah terlihat segar. Setelah itu Jo memilih langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Pikiran nya melayang pada percakapan tadi dirinya dengan sang sahabat di cafe.
__ADS_1
" Berarti tuh peranannya besar juga ya sosis, telor, dan juga mayones buat wanita kekenyangan dan perut membesar selama 9 bulan. " Jo masih saja kepikiran dan membahas tentang percakapan dirinya dengan sahabatnya di cafe tadi.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya ππππ