Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Callista Anderson


__ADS_3

Owek...Owek...Owek..


"Anak papi laper ya? Sudah ga sabar mau nyobain semangka mami yang super ya?" ucap papi Jo sambil mengambil sang anak dari dalam box.


Sekarang Celine dan papi Jo benar-benar merasa sendiri sebagai orang tua tanpa embel-embel sang mami lagi. Mereka sangat kehilangan sosok mami nya yang telah tiada.


Celine terlihat panik karna sang anak terus menangis akibat asinya tak keluar karna bengkak. Dulu saat melahirkan Clare tak seperti itu. Papi Jo menahan Salivanya berkali-kali saat melihat penampakan duo semangka milik istrinya menjadi lebih besar lagi.


"Aw..." ringis Celine. Payu*daranya terasa sakit. Karna bengkak. Bahkan sampai meneteskan air mata.


"Kenapa sakit? Kok semangka kamu jadi dua kali lipat sih?" tanya papi Jo dengan polosnya sambil dirinya mencoba menenangkan sang anak.


Celine mencoba membersihkan pampers sang ajak, berharap sang anak menjadi tenang. Tetapi nyatanya sang anak masih terus menangis bahkan lebih keras. Membuat keduanya panik, karna kembar dulu tak seperti itu.


"Mungkin karna asi aku ga keluar karna payu*sara aku bengkak." ujar Celine lirih.


" Terus harus gimana donk? Aku bisa bantu apa?" ujar Papi Jo mencoba ikut larut dalam perasaan istrinya. Celine menggelengkan kepalanya, dia oun tak mengerti harus seperti apa. Hingga akhirnya papi Jo memanggil sang perawat untuk membantu sang istri menghentikan bengkaknya.


Sang perawat sudah masuk dan melakukan massage di payu*dara Celine. Awalnya Celine merasa malu, tetapi ini demi kebaikan dirinya dan sang anak.


"Payu*dara istri saya kenapa sus? Kok dulu saat melahirkan pertama tidak seperti itu?" cerocos papi Jo.


Hal ini di karenakan Celine tak menyusui sang anak beberapa jam membuat persediaan asi menumpuk. Karna bengkak menjadi sulit untuk keluar. Setelah di massage payu*dara Celine sudah mulai keluar namun tak banyak, membuat sang anak terus menangis. Tetapi Celine tak merasa putus asa, dia terus berusaha menyusui sang anak menahan rasa sakit yang dia rasakan. Melihat seperti itu membuat Papi Jo merasa tak tega.


Tiba-tiba saja Papi Jo terlintas dengan ucapan temannya dulu saat Selena baru melahirkan yang menyarankan agar dia menghi*sap payu*dara istrinya.

__ADS_1


"Eh kamu mau ngapain? Kok di kunci sih?" ujar Celine panik melihat sang suami mengunci pintu ruang rawat dan menghampirinya.


"Udah diam aja! Kamu mau ga asi kamu banyak? Sini aku bantu." ujar Papi Jo sambil membuka kancing baju istrinya semakin ke bawah dan membuka pengait br*a nya.


Celine hanya menatap diam mencari tahu apa yang akan di lakukan suami mesumnya. Papi Jo sudah memulai melancarkan aksinya


"Kamu mau apa? Ini rumah sakit yang! Jangan macem-macem!" gerutu Celine.


Ternyata Papi Jo mengikuti saran temannya dulu, yaitu menghi*sap payu*dara istrinya sampai keluar.


Papi Jo mencoba mendekat dan menghi*sapnya. Membuang asi yang keluar dan masuk ke mulutnya. Hal itu membuat Celine tak berdaya. Papi Jo tak peduli jika akhirnya dia harus mengeluarkan racun. Bray di toilet. Yang terpenting baginya, air susu istrinya keluar banyak.


Benar saja akibat ulahnya, Bray sudah berdiri tegak. Membuat kepala papi Jo cenat cenut atas bawah. Tindakan papi Jo membuahkan hasil. Celine langsung mengeluarkan asi dan bahkan banjir membasahi badannya.


"Kasihan, pasti harus menuntaskan di kamar mandi." ujar Celine dalam hati. Kalau punya suami mesum tingkat dewa ya begitu. Tak akan tahan melihat keseksian istrinya, inginnya segera melahapnya.


Setelah menyu*su, Callista panggilan sang anak tertidur pulas kembali.


Papi Jo keluar dari kamar mandi, tubuhnya sudah terasa segar. Karna dia sekalian mandi dan bersiap-siap untuk mengambil pesanan makanan lewat aplikasi online.


"Pintar anak papi sudah bobo lagi. Sayang kamu laper kan? Aku pesen ayam kriuk dulu ya lewat aplikasi online." ujar papi Jo kepada sang anak dan beralih ke sang istri.


"Makasih ya kamu sudah mau membantu aku! Asi aku sudah keluar deras, sudah tidak bengkak lagi. Maaf ya jadi buat kamu tersiksa." sahut Celine.


"Tak perlu berterima kasih. Karna ini sudah menjadi tugas aku sebagai seorang suami, menjadi suami siaga. Lagi pula aku melakukannya dengan ikhlas kok bukan karena terpaksa." sahut papi Jo membuat Celine tersenyum, suaminya itu memang paling bisa di andalkan.

__ADS_1


Driver online sudah sampai di lobby, Papi Jo pamit untuk turun dulu mengambil makanan untuk mereka. Tak ada sedikitpun papi Jo menunjukkan kesombongannya. Papi Jo selalu bersikap ramah kepada siapa pun, meskipun terlihat dingin.


"Kamu makan dulu ya! Biar aku suapin." ujar Papi Jo yang sudah menyiapkan untuk sang istri.


Papi Jo menyuapi sang istri dengan penuh kesabaran. Membuat Celine tersanjung dengan sikap suaminya itu kepadanya. Setelah sang istri selesai makan, barulah dia memakan.


Makan belum selesai, Callista menangis kembali. Hingga akhirnya Papi Jo menghentikan makannya untuk mengambil sang anak. Dirinya dengan rela menghentikan makannya.


Papi Jo menghubungi sang asisten untuk memberi tahu tentang kelahiran istrinya. Tetapi sayangnya Hanif tak mengangkat telepon darinya, hingga akhirnya papi Jo memilih melakukan pemberitahuan lewat pesan chat. Memberi tahu jika sang istri sudah melahirkan anak perempuan.


"Selamat ya Tuan atas kelahiran putri anda. Semoga menambah kebahagiaan kalian. Untuk Nyonya Celine semoga lekas pulih." ujar Hanif. Mau tak mau Hanif menerima tugas dari bosnya itu. Mengurus perusahaan selama dirinya tak masuk kerja. Papi Jo juga langsung menghubungi Combreng lewat pesan chat untuk memberi tahu tentang kelahiran anaknya.


Tak lupa dirinya juga memberitahu kelahiran sang adik kepada Clara agar Clara memberi tahu kepada adik-adiknya.


"Sudah kamu tidur lagi sana, sekalian nunggu dokter! Callista biar aku yang urus." ujar Papi Jo.


Celine yang merasa matanya masih mengantuk akhirnya tertidur pulas. Papi Jo terus memandangi wajah istri dan anaknya secara bergantian. Raut senyum bahagia selalu terbit di wajahnya.


"Selamat pagi ibu." ujar dokter yang datang untuk memeriksa membuat Celine terpaksa terjaga dari tidurnya.


"Bagaimana ibu? Apa sudah merasa mendingan?" tanya sang dokter.


Celine menjelaskan kalau dirinya sudah merasa lebih baik dan meminta untuk di perbolehkan pulang. Namun sang dokter baru mengizinkan Celine untuk pulang besok.


Untungnya Callista termaksud bayi yang tak rewel sama seperti kakaknya. Hingga Celine tak merasa kesulitan untuk menjaganya. Anak-anaknya selalu bersikap pintar di dunia, meskipun saat di dalam kandungan justru mengerjai sang papi.

__ADS_1


__ADS_2