
"Lepaskan istriku! Dia bukan kekasih kamu lagi! Dia sudah menjadi milikku seutuhnya! Jangan pernah ganggu dia lagi! Jika kamu melanggar, aku tak akan segan melaporkan kamu ke polisi!" ucap papi Jo geram. Bahkan sampai Celine terlihat takut.
Celine langsung menghampiri sang suami dan menarik tangan papi Jo, dia tak ingin terjadi keributan.
"Jika aku menghabisi nyawa kamu tak membuat aku masuk penjara, mungkin aku akan melenyapkan kamu dari muka bumi ini! Agar kamu tak menjadi bumerang dalam pernikahan kami!" ucap papi Jo kembali. Hatinya sudah sangat mendidih. Bagaimana tak akan marah jika suami melihat sang istri wajahnya di pegang oleh pria lain dan bahkan pria itu berstatus mantan pacar sang istri.
Clara dan Celine berusaha menarik tangan papi Jo dengan kuat agar sang papi tak lagi mengoceh, karna saat ini mereka sudah menjadi pusat perhatian pengunjung yang ingin ke toilet.
Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Untungnya semua barang untuk persiapan kedua buah hatinya telah selesai, hanya saja mereka belum sempat makan. Dan karna tragedi di depan toilet. Papi Jo sampai melupakan untuk mengajak makan sang istri dan juga anaknya. Selama perjalanan mereka bertiga hanya diam membisu, sibuk dengan pemikiran masing-masing. Sesekali Celine melirik ke arah sang suami yang fokus menyetir. Celine merasa sangat menyesal karna telah membuat sang suami marah besar karna ulahnya.
Kini mereka telah sampai di rumah. Papi Jo menyuruh kedua art nya membawa barang-barang yang dia belanja tadi. Untuk barang yang besar seperti box, stroller, dan lainnya papi Jo meminta langsung ke rumah. Dia hanya membawa barang yang dalam paper bag.
"Aku pergi dulu! Aku butuh ketenangan!" ucap Papi Jo sambil mengecup kening sang istri dan pergi begitu saja. Dia tak butuh jawaban dari sang istri. Meskipun dia dalam keadaan marah, tapi dia tetap pamit dan memberikan kecupan untuk sang istri. Dia ingin berusaha memadamkan api yang sedang membara di hatinya.
Papi Jo menepikan mobilnya untuk menghubungi sahabat gesreknya. Meskipun sang sahabat sering kali nyeleneh, tapi tetap membuat dirinya nyaman untuk mengobrol dari pada mengobrol dengan teman ex dudanya yaitu Sean dan Anthony.
"Tumben telepon gw Lo? Kenapa?" ucap Combreng membuka obrolan di telepon.
"Lo di mana? Gw pengen ketemu Lo!" sahut Papi Jo to the point. Dan akhirnya mereka berjanjian di cafe tempat biasa mereka mengobrol.
__ADS_1
Dan kini mereka berdua sudah berada di cafe...
"Lo lagi ada masalah apa? Muka kusut bener. Si Celine nyuruh Lo puasa lagi?" serentetan pertanyaan dari mulut Combreng.
"Si Vino mantan pacar Celine sudah kembali ke Indonesia. Tadi siang sewaktu kita belanja keperluan calon anak-anak gw yang mau lahir, Celine bertemu sama si Vino di depan toilet. Gw takut jika Celine kembali lagi sama dia breng." ucap Papi Jo lesu.
"Lo tenang aja, Gw jamin si Celine ga akan pernah ninggalin Lo. Secara sebentar lagi akan ada hadirnya kedua anak Lo, kalau sampai dia melakukan hal itu berarti dia ga waras. Ninggalin Lo yang udah pasti memberikan kebahagian untuk dia. Secara meskipun Lo mantan ex duda, tapi Lo itu kelas premium gw pun mengakui hal itu. Apalagi coba yang di ragukan dari Lo? Lo tampan, Lo setia, Lo tajir melintir, Lo perhatian dan penuh kasih sayang, dan pisang tanduk Lo perkasa banget. Sampai sekali buat langsung jadi dua. Apa ga hebat Lo itu?" ucap Combreng. Meskipun nyeleneh sang sahabat memang paling bisa di andalkan di kala papi Jo merasa galau.
"Terus gw harus gimana? Entah mengapa gw masih merasa kesal kalau ingat si Vino megang pipi si Celine tadi. Jujur hati gw panas banget, istri gw di pegang pria lain." sahut Papi Jo.
Tentu saja Combreng menyatakan kalau Celine lah ga tau diri, seharusnya dia mengelak karna dia sudah menjadi milik suaminya dan haram untuk di sentuh pria lain meskipun mantan pacarnya dan mungkin masih ada di hatinya. Jika dia berada di posisi itu pasti dia pun akan merasa marah. Karna semua suami pasti akan merasa kesal jika sang istri di sentuh pria lain, meskipun hanya pipi. Dan Combreng menyarankan agar papi Jo menegur sang istri supaya Celine tau dan mengerti apa kesalahan yang telah di perbuat olehnya yang menyebabkan sang suaminya sangat marah.
Dan akhirnya dirinya teringat sang suami yang belum juga pulang.
"Pasti kamu sangat marah ya sama aku? Maafin aku yang telah menyakiti hati kamu. Aku janji ga akan mengulangnya kembali. Aku sudah yakin, kalau kamu lah yang terbaik untuk aku." ucap Celine lirih.
Meskipun sedang pusing atau kesal papi Jo bukan tipe pria yang lari dari masalah. Yang meluapkan dengan mengunjungi club malam untuk mabuk dan bercinta memakai jasa ja*lang. Memang dia suka minum bahkan suka sampai mabuk, tapi dia melakukannya di rumah. Dia suka sedia wine di rumah, namun semenjak menikah dengan Celine tak sekalipun dirinya menenggak wine kembali. Karna bisa di bilang hubungan dirinya dengan Celine berjalan harmonis meskipun sempat belum ada cinta di hati Celine.
Karna menunggu sang suami yang belum juga pulang, Celine sampai tertidur di sofa dan mendekap foto pernikahannya. Jo baru sampai rumah dan menemui sang istri yang sudah tertidur.
__ADS_1
Papi Jo berjongkok dan mencium perut sang istri sambil mengelus rambut sang istri. Dan sontak hal itu membuat Celine membuka matanya.
"Maaf kalau aku pulang telat dan membuat kamu menunggu aku sampai tertidur seperti ini!" ucap Papi Jo. Meskipun hal ini karna kesalahan sang istri, tapi bagi papi Jo tak menjadi masalah untuknya meminta maaf karna pulang telat dan membuat sang istri menunggunya.
Celine berusaha untuk bangkit, kini dia semakin sulit untuk bergerak lincah. Celine duduk dan papi Jo masih berjongkok menciumi perut sang istri.
"Maaf kalau aku tadi sangat emosi melihat kamu di pegang pipinya dengan dia. Karna aku sangat takut jika sampai kamu masih mencintainya dan berharap akan kembali lagi dengannya." ucap Papi Jo jujur, dia mengungkapkan apa yang dia rasa. Dan tentu saja hal itu membuat Celine semakin bersalah, telah melakukan hal yang membuat suaminya merasakan hal itu. Celine menarik tangan suami untuk bangkit dan dia pun bangkit dan langsung memeluk sang suami untuk meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat.
Maafkan author yang sedikit bikin kesal kalian, biar ada gregetnya dikit ya. Biar kehidupan papi Jo dan Celine ga lurus aja seperti jalan tol πππ€£π
Jangan lupa dukungannya π
Mampir yuk di karya terbaru author terbaru πππ€£
Minta dukungannya, author lagi ikut lomba cerpen. Klik di nama author dan pilih cerpen. Terima kasihπ
__ADS_1