
Berita bahagia itu telah sampai ke telinga George, tentu saja dia tak akan menunda kedatangannya untuk bertemu dengan calon mertuanya di Indonesia. Dia akan langsung melamar Clara dengan kedua orang tuanya. George tak mengetahui kalau Clara anak pengusaha hebat di Indonesia. Dia hanya mengetahui nenek dan kakek nya saja yang di Inggris.
Tentu saja kedua orang tua George merasa bahagia, karena akhirnya sang anak menemukan kembali semangat hidupnya. Dia tak ingin ikut campur lagi dengan urusan anaknya itu. Dia menyerahkan jodoh anaknya kepada anaknya sendiri.
Segala persiapan telah di lakukan untuk menyambut kedatangan calon besan dari Inggris. George kini sudah sampai di Indonesia, dia dan kedua orang tuanya memilih untuk beristirahat lebih dulu. Acara pertemuan akan di adakan nanti malam pada saat makan malam.
"Sayang, aku sudah sampai di Indonesia. Semoga semua berjalan lancar, aku bisa segera menikah dengan aku. Aku sudah tidak sabar." ujar George membuat wajah Clara memerah. Untungnya mereka hanya melakukan panggilan telepon, George tak akan bisa melihat wajahnya. Kalau tidak dia pasti akan merasa malu.
Clara dan George sudah menjalani hubungan selama enam bulan, tak ada adegan ranjang selama berpacaran. Meskipun George seorang duda, namun dia selalu berusaha menjaga Clara dengan baik. Dia mencintai Clara tulus bukan karen sebuah nap*su sesaat.
Waktu yang di nanti telah tiba, George dan kedua orang tuanya sudah bersiap-siap untuk berangkat menuju rumah Clara. Mereka di jemput oleh supir pribadi papi Jo di hotel tempat mereka menginap.
"Apa calon besan kamu seorang sultan? Mobilnya mewah sekali!" ujar Albert kepada sang anak.
"Entahlah dad, aku pun tak tahu. Selama kami menjalani hubungan, tak sekalipun aku menanyakan tentang kehidupan pribadi Clara. Karena aku sudah berjanji pada hati aku sendiri, kalau aku akan menerima Clara apa adanya meskipun Clara bukanlah dari keluarga kaya raya. Tetapi aku sih memang sudah merasa yakin kalau Clara bukanlah orang biasa. Daddy dan mami kan tahu siapa grandma dan grandpa Clara di Inggris, Clara keturunan bangsawan Inggris. Tetapi hal itu bukan menjadikan aku untuk mendapatkannya. Aku tak peduli statusnya, aku menjalani hubungan dengan Clara karena aku mencintai dirinya dan sudah merasa nyaman dekat dengannya." ujar George kepada sang daddy.
George beserta kedua orang telah sampai di kediaman Clara. Rumah mewah seperti sebuah istana, menandakan kalau Clara memang bukanlah orang sembarangan. Tetapi, George tak merasa gentar untuk menjadikan Clara istrinya.
__ADS_1
Papi Jo dan mami Celine langsung menyambut George dan juga kedua orang tuanya. Mempersilahkan masuk untuk menikmati makan malam bersama.
"Selamat malam om, selamat malam tante." sapa George kepada Papi Jo dan mami Celine secara bergantian.
Kini mereka sedang menikmati makan malam bersama, tak ada perasaan canggung di antara mereka. Karena papi Jo pun menyambut George beserta keluarga dengan baik dan ramah.
Kini mereka sudah berada di ruang tamu, dia akan memulai topik pembicaraan tentang hubungan Clara dengan George yang nantinya akan melanjutkan ke jenjang pernikahan.
"Terima kasih atas sambutan yang telah Tuan dan Nyonya lakukan kepada kami. Suatu kehormatan bagi kami karena bisa berkenalan dengan orang luar biasa seperti anda. Saya akan langsung membicarakan maksud kedatangan kami ke sini. Kami ingin melamar Clara sebagai istri anak saya yang bernama George. Saya rasa perkenalan selama enam bulan sudah sangat cukup untuk mereka saling mengenal satu sama lain. Memang status George dan Clara sangat berbeda, namun kami berharap tak akan menjadi penghalang dalam hubungan mereka. Karena mereka memang saling mencintai satu sama lain." ungkap Albert daddy dari George.
"Saya juga ingin mengucapkan kepada kalian, karena telah menyempatkan waktunya untuk datang ke sini. Kalau saya pribadi, status duda yang di sandang George tak akan menjadi penghambat hubungan Clara dan George. Justru masa lalu yang tak baik akan menjadi sebuah pengalaman yang berharga bagi George untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik. Dan asal kalian tahu, pernikahan saya dengan istri pun seperti itu. Dulu saat saya menikah dengan istri kedua saya, status saya seorang duda anak satu yaitu Clara. Dulu usia istri saya masih sangat muda, kami terpaut jauh. Dan semua itu sudah terbukti kalau seorang duda justru lebih baik dari seorang perjaka.
Malam ini, di adakan juga acara tukeran cincin antara Clara dan George. Papi Jo sengaja melakukan acara lamaran ini secara tertutup dari publik. Setelah semua selesai, George beserta kedua orang tuanya pamit pulang.
Papi Jo dan Celine kini sudah berada di kamar. Mereka sedang duduk bersantai menikmati udara malam dan melihat bintang-bintang yang berkelip menerangi bumi.
"Ga nyangka ya yang, sebentar lagi Clara akan menikah dengan George. Kita berarti sudah tua banget ya? Anak-anak sudah tumbuh dewasa. Usia boleh tua, tetapi semangat olahraga ranjang tak perlu di ragukan kembali. Ketangguhan Bray di ranjang tetap nomor satu." ujar papi Jo di akhiri godaan kepada sang istri.
__ADS_1
"Malu sama anak sudah tua, kasih kesempatan buat yang muda." sahut Mami Celine membuat papi Jo terkekeh dengan pernyataan suaminya itu.
"Bikin adik buat anak-anak lagi yuk biar ga merasa kesepian lagi di rumah kalau anak-anak sibuk sama urusannya. Apalagi kalau nanti mereka sudah menikah, kita hanya berduaan saja." sahut Papi Jo.
Namun mami Celine menolaknya, dia sudah merasa malas kalau harus mengurus anak kecil kembali. Lebih baik nanti mengurus cucu dari anak-anak mereka. Meskipun usia Papi Jo sudah 50an tapi dia tetap terlihat tampan dan seperti anak muda. Terlebih semangatnya. Dia ingin pensiun, namun masih harus menunggu Cairo lulus kuliah. Tahun depan Cairo baru akan mulai berkuliah dan baru lima tahun lagi Cairo bisa meneruskan kerajaan bisnis Anderson, menjadi penerus papi Jo.
Hanif kini sudah memiliki dua orang anak, sedangkan Combreng hanya memiliki satu orang anak saja karena sampai saat ini dia masih belum berhasil mendapatkan anak kembali.
"Yang, pengen!" bisik papi Jo. Padahal saat itu mami Celine sudah mau memejamkan matanya, matanya sudah mulai mengantuk. Tetapi akhirnya dia membuka mata kembali dan akhirnya malam ini mereka melakukan olahraga ranjang.
Like
Comment
Vote
Hadiahπ·β
__ADS_1
yuk beri dukungan kepada karya ini.πππ