Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Berita bahagia dan sedih


__ADS_3

"Bang, aku hamil." ujar Mila sambil menunjukkan testpack kepada suaminya.


Waktu yang di nanti-nanti oleh mereka akhirnya terwujud juga. Sudah bertahun-tahun mereka mendambakan buah hati terlebih Combreng yang sangat menginginkan penerus dalam hidupnya. Lima kali menikah dan baru kali ini akhirnya dia memiliki anak.


Combreng langsung menggendong tubuh Mila, namun tak kuat lama karna tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit. Dan bahkan sampai dia pingsan. Hal itu tentu saja membuat Mila merasa panik dan mencoba mencari bantuan untuk menolongnya. Mila keluar dari rumah sambil berteriak, bahkan dia lupa kalau saat ini dirinya sedang hamil muda.


Combreng langsung di larikan ke rumah sakit. Selama perjalanan Mila terus saja menangis, tak mampu menahan kesedihannya. Suaminya yang selalu menghibur dirinya, kini terbaring lemah tak sadarkan diri.


"Bang, kamu harus kuat! Abang kan pengen banget punya anak dari dulu, sekarang keinginan Abang udah kesampaian! Bangun ya bang!" ujar Mila dengan diiringi Isak tangis.


Kini Combreng sudah sampai di rumah sakit, dia langsung di tangani oleh dokter yang berjaga di sana. Dan sampai saat ini dia belum juga sadarkan diri.


"Abang jangan tinggalin Mila! Hiks...hiks...Abang tega sama Mila!" ucap Mila lirih.


Tak lama kemudian Combreng perlahan membuka matanya, wajahnya tiba-tiba saja terlihat pucat.


"Abang... Alhamdulillah Abang sadar. Abang sakit apa sih? Kok ga ngomong kalau Abang lagi sakit? Abang buat Mila khawatir aja. Mila takut banget kalau tadi Abang ninggalin Mila dalam keadaan Mila hamil." cerocos Mila. Dan Combreng hanya membalas dengan senyuman. Dia merasa bahagia karna Mila sangat menyayangi dirinya, hingga sebegitu mengkhawatirkan dirinya.


"Maaf kalau tadi Abang bikin Mila panik, Abang juga ga ngerti. Tiba-tiba saja kepala Abang terasa sakit banget, sampai-sampai Abang tak tahan. Tenang aja Abang baik-baik aja kok. Jadi Mila ga perlu khawatir ya, tar juga Abang sehat lagi!" sahut Combreng dan Mila menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit kembali, bahkan Combreng berteriak-teriak karna merasakan sakit yang luar biasa. Hingga akhirnya dokter yang menangani Combreng menyarankan agar Combreng melakukan CT-scan dan pengambilan darah untuk pemeriksaan lebih jelas.


"Berdoa aja semoga Abang cuma sakit biasa, bukan penyakit yang bahaya! Lagi pula ini tiba-tiba saja, selama ini kan kamu tahu kalau Abang baik-baik saja." ujar Combreng dan Mila mengiyakan.


Berbeda dengan Combreng yang sedang melakukan tes, Papi Jo justru lagi merasa bingung. Karna tiba-tiba saja gelas yang dia pegang terjatuh dan pecah. Dan firasat hatinya tiba-tiba tak enak.


"Kenapa ya? Kenapa gelas aku tiba-tiba saja jatuh dan pecah. Apa ini pertanda ya? Mengapa pikiran aku tiba-tiba saja teringat akan sahabat ku Combreng?" ucap Papi Jo kepada sang istri.


"Mungkin kamu saat ini sedang tidak fokus, jadi tiga saja gelas yang kamu pegang terlepas. Coba hubungi Combreng aja, kamu sudah lama tak berkomunikasi sama dia kan?" ujar Celine dan Papi Jo langsung mengikuti saran istrinya untuk menghubungi Combreng.


Ponsel Combreng berdering dua kali, namun Combreng tak kunjung mengangkatnya. Hal itu membuat Papi Jo merasa panik, karna Combreng adalah sahabat terbaiknya. Meskipun dia sering beradu pendapat dan nyeleneh, tapi dia tetap menjadi sahabat satu-satunya Papi Jo.


"Lihat aja nanti kalau pas dia angkat telepon aku dan bilang habis wik wik sama si Mila. Dia di sana enak-enak, aku di sini khawatir." gerutu papi Jo, membuat Mami Celine tersenyum. Seperti tak tahu aja jika sahabatnya seperti itu, padahal dia pun seperti itu.


Untuk sementara waktu Combreng harus di rawat di rumah sakit sampai menunggu hasil lab dan CT-scan besok. Dan akhirnya mau tak mau mereka mengikuti saran dokter, terlebih Combreng merasa kalau tubuhnya sangat lemas. Setelah mendapatkan ruangan, Mila pamit untuk pulang mengambil pakaian dia dan Combreng.


Saat Mila pulang, ponsel Combreng berdering kembali. Dan akhirnya dia mencoba meraihnya di atas meja. Siapa lagi kalau bukan sahabat bar-bar nya, Jonathan Anderson.


"Busyet dah, sibuk bener kaya artis aja Lo! Dari tadi gw telepon ga di angkat-angkat." cerocos papi Jo.

__ADS_1


"Sorry, tadi gw habis CT-scan sama cek darah di lab. Ini juga baru dapat ruangan." sahut Combreng dengan suara yang masih lemas.


"CT-scan? Cek darah? Baru dapat ruangan? Memangnya Lo di mana sih? Lo kenapa?" serentetan pertanyaan keluar dari bibir Papi Jo karna dia merasa bingung dengan penuturan sahabatnya itu.


Combreng menceritakan, saat Mila memberitahu tentang kehamilannya tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit banget hingga dirinya tak mampu menahannya dan akhirnya dia jatuh pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit oleh Mila.


"What Mila hamil? Akhirnya... sebentar lagi Lo mau jadi bapak. Selamat ya Breng akhirnya Tuhan mengambilkan doa lo sama Mila selama ini. Lo kecapean kali Breng, makanya istri jangan di engkol terus." ujar Papi Jo, padahal dia pun melakukan hal itu kepada sang istri.


Combreng menceritakan kalau akhir-akhir ini dia sering kali merasakan sakit kepala dan puncaknya hari ini. Sampai-sampai dirinya tak tahan untuk menahannya.


"Sekali lagi gw ucapin selamat buat Lo. Salam buat Mila! Ingat jangan di engkol dulu ya, lagi hamil muda bahaya harus hati-hati dan kalau bisa kurangin dulu. Gw seneng banget dengarnya. Hanif juga istrinya lagi hamil. Gw juga ah bikin si Celine hamil biar jadi trio. Ya udah gw doain semoga Lo cepat sehat kembali dan penyakit Lo bukan penyakit yang mengkhawatirkan. Terus sekarang Lo di rumah sakit?" ujar Papi Jo. Mereka itu merupakan sahabat sejati. Papi Jo tak pernah memandang rendah Combreng meskipun Combreng kini sudah tak kaya seperti dulu. Perusahaan papanya bangkrut dan dia harus berjuang sendiri.


"Thanks ya Bro doanya! Gw juga berharap demikian, ga tega gw sama Mila kalau sampai gw harus pergi meninggalkan dia dalam keadaan Mila hamil seperti ini." ucap Combreng lirih.


"Udah ga usah ngomong macam-macam dulu lo! Ga baik kalau kita mendahulukan Tuhan! Berdoa terus jangan patah semangat." sahut Papi Jo memberi semangat kepada sahabatnya.


Papi Jo sudah merasa tenang karna bisa berbicara dengan sahabat terbaiknya Meskipun dirinya mengetahui jika sahabatnya masuk rumah sakit.


Jangan lupa dukungannya kakak๐Ÿ™๐Ÿ˜„๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2