Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kelahiran Putri Tercinta


__ADS_3

Papi Jo baru saja sampai di rumah. Dia langsung menggendong tubuh anaknya dan membawa ke kamarnya. Setelah itu dia baru masuk ke kamarnya. Dan ternyata sang istri sudah tertidur pulas. Papi Jo memilih tak membangunkan sang istri.


Dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, kemudian memakai pakaian untuk tidur. Melihat sang istri tertidur, dia pun jadi ikut mengantuk. Menyusul sang istri yang sudah tidur lebih dulu. Untuk malam ini tak ada adegan haha hihi di ranjang.


Celine terbangun di tengah malam, perutnya merasa mules. Tetapi rasa mules itu masih jarang-jarang tak sering. Hingga akhirnya Celine memilih untuk diam tak membangunkan sang suami. Tapi semakin lama semakin sering dan mulesnya semakin menusuk. Membuat Celine tak bisa melanjutkan tidur lagi.


"Apa aku mau melahirkan ya? Kok dari tadi mules ya? Perasaan aku ga makan pedas banget tadi, mengapa perut aku mules ya?" ujar Celine. Ini bukan pertama kali dia merasakan mules. Awalnya Celine mengira kalau dia mules karna ingin pup. Semakin lama mules itu semakin bertambah hingga akhirnya dia terpaksa membangunkan sang suami.


"Yang, bangun! Yang...bangun!" ujar Celine mencoba membangunkan sang suami. Meskipun ini kelahiran keduanya tapi hal ini merupakan hal pertama bagi Celine karna kelahiran kembar melalui operasi sesar.


Celine terus menggoyang-goyangkan tubuh suaminya, berniat membangunkan sang suami. Hingga akhirnya Papi Jo perlahan membuka matanya meskipun masih terasa berat.


"Kenapa yang?" ujar papi Jo dengan suara ciri khas bangun tidur.


"Perut aku mules dari tadi." sahut Celine dengan suara yang seperti mau menangis. Wajahnya sudah terlihat pucat dan keluar keringat dingin meskipun suhu ruangan terasa dingin.


Mendengar penuturan sang istri, papi Jo langsung meloncat turun dari ranjang. Dia langsung mengajak sang istri untuk ke rumah sakit. Papi Jo langsung mengganti pakaiannya dan memapah sang istri menuruni anak tangga. Setelah sang istri dia naikkan ke mobil, papi Jo langsung naik kembali ke kamar untuk mengambil tas untuk baby dan juga Celine yang sudah di siapkan.


Jam menunjukkan pukul 03.00 pagi, Papi Jo memilih tidak membangunkan para art nya dia juga tak memberi tahu ketiga anaknya. Yang terpenting sang istri dulu yang harus di selamatkan. Papi Jo menyuruh sang Security untuk membangunkan supir pribadi anaknya.

__ADS_1


Kini papi Jo dan Celine sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, untungnya letak rumah sakit tak jauh dari rumahnya. Papi Jo terus menggenggam tangan istrinya memberi kekuatan untuk istrinya. Ini hal pertama kali dalam hidup papi Jo, karna Selena dan kelahiran Celine yang pertama dengan sesar. Untuk kali ini Celine memilih melakukan persalinan secara normal.


Papi Jo tak peduli saat tangannya menjadi sasaran empuk untuk sang istri. Dia yakin rasa sakit yang di rasa Istrinya lebih sakit dari cakaran sang istri.


"Sakit...Hiks...Hiks.." ucap Celine. Celine terus meringis kesakitan membuat papi Jo merasa tak tega dan menawarkan agar sang istri melahirkan secara sesar. Namun Celine tetap kekeh ingin melahirkan buah hatinya secara normal.


"Sudah lengkap pak. Kami akan menyiapkan ruang persalinan, setelah ini ibu akan kami pindahkan." ujar bidan yang memeriksa. Untungnya papi Jo termasuk tipe suami yang tidak panik, yang marah tak jelas. Dia menyerahkan kepada tim medis untuk melakukan yang terbaik.


Celine kini sudah di dalam ruang persalinan, Papi Jo sudah setia menemaninya di dalam.


"Sabar ya sayang, tetap semangat! Terus berjuang demi anak kita! Aku menyayangi kamu!" ujar papi Jo yang terus membisikkan kata semangat di telinga istrinya, memberi semangat. Melihat perjuangan istrinya yang seperti itu membuat dirinya berpikir untuk tidak menambah anak lagi.


"Kita mulai ya bu! Kalau ibu sudah merasa ingin mengejan, jangan di tahan ya! Tarik nafas dalam-dalam. Teriak sekencang-kencangnya, jangan di tahan! Kalau sudah merasa mulas, ibu kasih aba-aba ya, kita akan bantu dari sini!" ujar dokter yang menangani persalinan. Malam itu dokter Amanda tidak berjaga, hingga akhirnya di gantikan dokter kandungan lainnya. Karna papi Jo tak ingin sang istri menunggu lama.


"Selamat ya bu, pak bayi anda perempuan." ujar sang dokter. Berarti papi Jo mempunyai tiga orang anak perempuan dan satu orang anak laki-laki. Tiga orang Security yang akan menjaga dirinya dari godaan pelakor.


Bahkan papi Jo sampai meneteskan air mata dan menghujani wajah istrinya dengan ciuman. Dan kecupan di kening sang istri sambil mengucapkan kata terima kasih. Papi Jo bisa lihat perjuangan seorang istri dalam melahirkan buah cinta mereka sangatlah tak mudah.


Setelah melakukan inisiasi dini dan proses penjahitan, Celine di pindahkan ke ruangan perawatan. Untungnya Celine tak terdapat robekan, namun pihak dokter tetap menjahitnya sedikit.

__ADS_1


"Kamu memang luar biasa yang! Aku sangat bangga dengan perjuangan kamu! Terima kasih sudah menyelamatkan putri kecil kita." ujar Papi Jo. Celine hanya membalasnya dengan senyuman. Tubuhnya masih terasa lemas tak berdaya.


"Permisi ibu, bapak ini dede bayinya ya! Nanti tolong di coba di susui ya bu!" ujar sang perawat yang mengantarkan baby girl itu. Sang perawat meletakkan bayi mungil mereka di box bayi.


Papi Jo memberikan teh manis hangat untuk istrinya. Setelah melahirkan, Celine di berikan teh manis hangat dari rumah sakit.


"Kamu pasti mengantuk dan lemas, lebih baik kamu tidur! Biar dede aku yang jaga! Nanti kalau dia mau menyusu, baru kamu aku bangunin!" ujar papi Jo.


Perlahan tapi pasti akhirnya Celine terlelap, sedangkan papi Jo memilih untuk terjaga untuk menjaga anaknya. Tak bosan-bosannya dia memandang bayi perempuannya yang wajahnya sangat mirip dengannya. Ketiga anaknya lebih mirip dengannya meskipun ada perpaduan dari Celine, namun lebih dominan ke papi Jo.


Papi Jo memberi nama sang anak Callista Anderson yang berarti Indah, cantik, mempesona milik Anderson.


"Kamu memang suami terbaik dan sempurna. Aku bahagia bisa memiliki mu. Tak ada rasa lelahku untuk membuat kamu bahagia." ujar Celine sambil menatap sang suami yang akhir tertidur pulas meringkuk seperti seorang bayi.


Callista masih tertidur pulas. Celine berusaha untuk bangun dan turun secara perlahan dari ranjang untuk mengecek sang anak.


Mendengar suara orang berjalan, papi Jo tersentak kaget dan membuka matanya.


"Sayang, mengapa kamu bangun dan berjalan seperti itu. Memangnya kamu sudah bisa, jangan di paksakan! Maafkan aku yang tadi sempat tertidur!" ujar papi jo.

__ADS_1


"Enaknya melahirkan secara normal seperti ini, aku sudah bisa bergerak jalan. Aku sudah merasa enak kok." sahut Celine sambil tersenyum.


Meskipun bekas jahitannya saat ini masih terasa nyeri, namun dia tak ingin bersikap manja. Terlebih ada ketiga anaknya yang tetap harus dia urus. Membuat dirinya semangat untuk cepat pulih.


__ADS_2