Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Pertemuan orang masa lalu


__ADS_3

"Sayang...aku ingin banget kita bisa seperti orang yang pacaran. Secara kita kan dulu langsung di grebek menikah. Aku ingin merasakan namanya pacaran." ucap Celine manja sambil mencubit pipi suaminya dengan lembut.


"Baiklah, aku akan mewujudkannya! Kita pergi hanya berdua, kembar dan Clara biar di titip di rumah saja! Aku tak ingin kencan kita rusak karna ulah mereka! Saat ini, tempat mana yang ingin kamu kunjungi?" ujar Papi Jo.


Mami Celine mengatakan jika dirinya menginginkan menonton bioskop. Bukan suatu perkara yang sulit, tentu saja papi Jo menuruti permintaan istrinya. Dan hari ini mereka akan pergi menonton. Papi Jo dan mami Celine sudah siap dengan pakaian santai, dia ingin seperti layaknya anak ABG.


Setelah pamit dengan Clara, dan menitip kembar kepada baby sister mereka, Papi Jo dan mami Celine pergi menuju sebuah mall. Sesuai janjinya papi Jo yang akan mengajak sang istri menonton.


Deg


Jantung Celine dan Vino hampir saja melompat dari tempatnya, sekian lama mereka terpisah, akhirnya di pertemukan kembali di mall tersebut. Papi Jo sudah menatap tajam ke arah Vino. Sedangkan Miranda justru langsung menggandeng tangan Vino dengan mesra. Dia ingin menunjukkan kepada Papi Jo, jika dia bisa mendapatkan pria yang tak kalah dari papi Jo. Penolakan berujung kekecewaan yang di rasakan Miranda. Bahkan dulu dirinya sempat menggoda papi Jo, untungnya iman papi Jo kuat.


"Cih, Pembinor dengan pelakor. Kalian memang sangat cocok." sindir papi Jo membuat Vino kini menatap ke arah istrinya. Dia ingin mencari tau maksud ucapan rivalnya.


Mami Celine langsung menarik tangan suaminya, dia tak ingin suaminya membuat keributan. Lagi pula dia ingin sang suami kembali ke tujuan awal yaitu menonton bioskop. Hingga akhirnya papi Jo menuruti sang istri dari pada dirinya harus berpuasa lagi.


"Kamu mengenal pria itu?" tanya Vino dengan tatapan menyelidik. Hingga akhirnya Miranda menganggukkan kepalanya. Dia menjelaskan jika dirinya pernah dekat dengan papi Jo, namun anaknya menolak dirinya dan justru lebih memilih Celine. Wanita yang di maksud Miranda yaitu wanita yang tadi datang bersama Papi Jo.


"Dia istri mantan gebetan kamu. Dan dia mantan kekasih aku! Dan bahkan sampai saat ini aku masih mencintainya." ungkap Vino membuat mata Miranda membulat sempurna mendengar penuturan suaminya.

__ADS_1


"Hah, apa aku ga salah dengar? Kalian memperebutkan wanita yang sama? Yang hanya seorang babysitter?" ucap Miranda sombong.


Mendengar ucapan Miranda yang seperti menghina, tentu saja membuat Vino merasa tak suka. Terlebih Celine masih menjadi wanita pujaannya.


"Meskipun dia hanya seorang babysitter, tapi dia wanita terhormat. Yang menjaga kehormatannya! Dia primadona kami berdua, dan bahkan banyak pria di luaran sana yang mengajar cintanya." sahut Vino ketus membuat Miranda merasa malu.


Meninggalkan pasangan yang sedang beradu argumen, kini Celine dan Papi Jo sedang bermesraan. Mami Celine merasa bahagia, karna ini adalah hal pertama kali dirinya menonton bioskop selama hidupnya. Mami Celine merasa terpanah melihat tv yang sangat besar.


Papi Jo sudah merasa tak nyaman, karna Bray sudah mengamuk di dalam bedongan. Hingga akhirnya papi Jo mengarahkan tangan istrinya ke Bray.


"Mainkan yang enak!" bisik papi Jo membuat wajah mami Celine memerah menahan rasa malu. Tapi entah mengapa dirinya justru mengikuti keinginan suaminya.


Tapi sayangnya sang istri tak mengindahkan ucapannya, dia masih penasaran dengan film yang saat ini dia tonton. Dan justru malah mengomel sapa suruh punya otak selalu traveling.


Akhirnya papi Jo bisa bernafas Lega, karna tontonan mereka sudah selesai. Dirinya tak perlu menderita lagi.


"Yang, langsung aja yuk! Aku sudah tak tahan! Bray sejak tadi sudah mengamuk minta pelepasan." ucap papi Jo penuh iba. Wajahnya sudah terlihat memelas. Bukannya Celine merasa iba tapi dia justru berniat mengerjai suami mesumnya itu. Celine mengatakan jika saat ini sedang tidak mood. Setelah selesai, mereka akan langsung pulang. Celine sudah merasa tak nyaman dengan semangkanya yang sudah sangat kencang. Dan perlu di Pumping.


Papi Jo terus merengek seperti anak kecil yang menginginkan permen ataupun balon tapi belum ke sampean. Hingga akhirnya mami Celine mengikuti permintaan suami bar-bar nya itu. Kini mereka telah sampai di hotel.

__ADS_1


"Dunia tak seluas daun kelor ya yang? Aku ga menyangka jika kekasih Vino, mantan kamu dulu. Apa kita tukeran aja ya? Aku sama Vino lagi kamu sama wanita itu?" goda Celine sambil menaik turunkan alisnya. Ucapan Celine memancing Papi Jo marah. Papi Jo langsung membuka resleting dress mami Celine dan melemparnya sembarang tempat. Dia juga membuka segitiga pengaman milik mami Celine hingga dirinya kini sudah polos.


Papi Jo langsung memasukkan jari tangannya ke lubang kenikmatan sang istri dan memainkannya. Membuat Celine tak tahan menahannya, namun kini bibir Celine sudah di bungkam dengan bibirnya. Tangan papi Jo mengarahkan tangan mami Celine untuk memainkan Bray.


"Apa kamu yakin ingin meninggalkan Bray dan mengganti dengan burung perkutut?" ucap Papi Jo sambil memainkan miliknya. Menunjukkan betapa gagahnya si Bray yang kini sudah berdiri tegak dan mengeras dengan sempurna. Melihat pemandangan hal itu tentu saja mami Celine tak berdaya, berniat mengerjai justru kini dirinya yang di kerjain. Dia sudah tak sabar menginginkan Bray bermain dengannya.


Papi Jo langsung melebarkan kedua pangkal paha istrinya dan mensejajarkan Bray dengan lubang milik istrinya.


Bles


"Aaahhh..." racau keduanya saat Bray sudah masuk dalam lubang kenikmatan milik Celine. Papi Jo langsung memompa milik istrinya dengan penuh semangat. Membuat tubuh sang istri bergelinjang hebat merasakan kenikmatan tiada tara. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama.


"Masih mau pindah ke lain hati? Yakin ga nyesel ga ngerasain keperkasaan Bray lagi! Kalau Miranda pasti mau banget tukeran, secara mantan ex duda lebih perkasa di ranjang di banding bocah ingusan itu!" sindir papi Jo. Celine menggelengkan kepalanya, karna bukan hanya urusan ranjang tapi karna papi Jo adalah seorang suami idaman.


Papi Jo langsung menarik tubuh istrinya dan membawa dalam dekapannya dan menghujani ciuman di pucuk kepala istrinya.


"Terima kasih sayang karna engkau telah memilih ku sebagai pendamping hidupmu! Aku pun sama seperti mu, aku tidak akan pernah berpaling dirimu meskipun Miranda telan*Jang di hadapan aku." ujar papi Jo membuat Celine tersenyum senang.


Setelah menuntaskan hasratnya, papi Jo dan mami Celine memilih untuk pulang karna Celine merasa tak tega meninggalkan kembar sama baby sister. Dan kini mereka telah sampai di rumah.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya πŸ˜„πŸ˜πŸ˜πŸ™


__ADS_2