
"Refreshing dulu sana kalian, cari angin segar di luar Jo! Biar otak kamu ga tegang!" saran Cristian, dan ide tersebut memang baik. Akhirnya Papi Jo dan Celine berniat untuk pergi ke sebuah cafe yang letaknya tak begitu jauh dari rumah sakit.
Celine melangkahkan kakinya memasuki Cafe, beriringan dengan sang suami dan memilih tempat yang berada di root roof. Agar bisa menghirup udara segar yang bisa lebih menenangkan.
"Permisi, silahkan Tuan dan Nyonya! Ini daftar menu makanan dan minuman yang ada di cafe ini! Dan di sini juga terdapat menu favorit pilihan pengunjung cafe!" ujar sang waitress sambil menyerahkan dan menunjukkan menu andalan cafe mereka.
Deg
Saat Ernesta ingin menanyakan pesanan kepada pengunjung tersebut, dirinya merasa terkejut karena sang pengunjung adalah kakak tirinya. Ernesta memandangi wajah Celine dengan seksama, dia ingin lebih memastikan apakah benar kalau wanita yang di hadapan dia adalah benar Celine kakak ipar yang dia perlakuan dulu sangat buruk bersama sang ibu.
"Celine?" panggil Ernesta pelan namun masih terdengar Celine dan papi Jo. Membuat keduanya mengangkat wajahnya dan memandang ke arah Ernesta. Keduanya sama-sama terkejut.
"Kamu kerja di sini? Sayang...kenalkan ini adik tiri aku!" ucap Celine kepada Ernesta, Celine juga mengenalkan adik tirinya ke sang suami.
Blush
__ADS_1
Wajah Ernesta memerah menahan rasa malu, ternyata kakak tirinya tak menaruh dendam padanya. Dia benar-benar merasa malu karna dulu selalu menghina Celine. Ernesta merasa malu pada dirinya sendiri, bagaimana dirinya dulu begitu sombong tapi nyatanya sang kakak lah yang lebih beruntung hidupnya. Penampilan kakak tirinya sangat berbeda dan berada di samping seorang cowok yang tampan dan kaya raya. Tidak seperti dirinya harus berjuang untuk bertahan hidup.
Pak Teo sudah meninggal 6 bulan lalu dan harta kekayaannya di ambil oleh anak tirinya Pak Teo. Ernesta dan ketiga anaknya di tendang dari rumah itu karna Ernesta ketawan anak pak Teo berpacaran dengan pria lain dan bermesraan di rumah. Penderitaan Ernesta tidak cukup sampai di situ, dua bulan lalu dia harus melihat pacarnya berselingkuh dengan wanita lain. Dan untuk membesarkan ketiga anaknya dia harus bekerja di cafe tersebut, selain itu ibunya yang juga merupakan ibu tiri Celine saat ini mengidap penyakit gagal ginjal.
"Bukankah wanita ini dulu jahat padamu? Mengapa kamu masih mau berbaik hati padanya?" tanya Papi Jo. Papi Jo menatap sinis ke arah Ernesta, sampai-sampai Ernesta tak mampu mengangkat wajahnya karna merasa malu atas kesalahan yang dia perbuat dulu. Ernesta memilih untuk pamit setelah tahu apa yang sang kakak pesan
"Bukankah kejahatan tidak harus selalu di balas dengan kejahatan. Lagi pula harus aku bersyukur donk, karna mereka aku bisa menemukan kamu. Suami yang luar biasa, yang sangat aku cinta. Aku sudah merasakan bahagia. Sedangkan dia masih harus berkerja untuk memenuhi kebutuhan.
Celine belum sempat mengobrol dengan Ernesta, mungkin jika dirinya mengetahui kondisi Ernesta dan sang ibu tiri dia pasti akan merasa tersentuh. Kehidupan keduanya sangat memprihatikan. Kesombongan yang dia lakukan dulu di balas saat sekarang.
Ernesta tak berani menampakkan wajahnya kembali ke hadapan Celine, dia benar-benar tak ada muka. Celine sesekali memandang wajah suaminya, membuat dirinya merasa iba. Cobaan sedang datang bertubi-tubi menghampiri sang suami. Setelah mendapat kabar Sahabatnya sakit keras, sekarang harus di hadapkan sang mami yang belum juga sadarkan diri.
"Celine, maafkan aku dan mami! Maafkan kesalahan mami dulu! Andai kamu tahu kondisi mami saat ini, apa kamu merasa iba?" Ernesta hanya mampu memandang sang kakak dari jauh. Sebenarnya dia ingin berbicara kepada sang kakak tentang kondisi maminya yang sudah terbaring tak berdaya. Semoga dengan kehadiran Celine dan maaf dari nya, dapat mempermudah langkahnya untuk pergi dari dunia untuk selamanya.
"Seperti ini waktu yang tepat, aku harus ikuti Celine ke toilet dan mengatakan hal ini. Mau atau tidak mau dia menemui mami, paling tidak aku sudah bicarakan padanya." gumam Ernesta. Ernesta langsung menghampiri Celine.
__ADS_1
Celine merasa kaget karna Ernesta mengendap-endap mengikuti dia masuk ke dalam toilet.
"Ernesta. Bikin kaget aku aja kamu seperti ini." seru Celine.
"Maaf kak kalau kehadiran aku membuat kakak kaget. Please kasih waktu aku sebentar untuk berbicara sama kakak! Aku mau memberi tahu kalau mami sakit kak. Mami menderita penyakit gagal ginjal dan saat ini sudah terbaring lemah tak berdaya. Aku sudah tidak mampu untuk membiayai pengobatan mami. Kedatangan aku ke sini bukan untuk meminta uang ke kakak, aku sadar kalau aku banyak salah sama kakak. Dan tujuan aku hanya ingin kakak menemui mami, mungkin saja hal ini bisa mempermudah dia meninggalkan dunia. Mungkin selama ini dia banyak salah sama kakak, dan ingin meminta maaf dulu ke kakak agar dia bisa meninggal dengan tenang! Ku mohon kak, tolonglah kami!" ungkap Ernesta sambil terisak tangis. Dia tak mampu membendung rasa penyesalannya.
"Baiklah, akan kakak usahakan ya! Kakak akan atur waktu untuk menengok. Mami di rumah tinggal sama siapa? Kamu sudah menikah?" tanya Celine.
Ernesta akhirnya membuka kehidupannya Sekarang. Dia seorang janda dari Pak Teo. Dari pernikahannya dengan Pak Teo, Ernesta memiliki tiga orang anak. Setelah kepergian Celine, akhirnya dia lah yang menggantikan posisi Celine untuk menikah dengan Pak Teo. Ernesta juga menceritakan kalau dirinya di usir oleh anak Pak Teo dan sekarang dia tinggal bersama sang mami. Ernesta harus bekerja untuk menghidupi sang mami dan ketiga anaknya.
Ngenes. Perasaan yang Celine rasakan. Jiwa kemanusiaannya meronta-ronta, keinginan untuk menolong adik iparnya dan ibu tirinya. Meskipun mereka sudah berbuat jahat padanya. Setelah berbincang, Celine kembali ke suaminya.
"Dari mana kamu? Kok lama banget? Ayo kita pulang, pasti mereka sudah menunggu kita! Kasihan anak-anak juga, kamu pulang saja ya! Oh ya ini buat mami Leticia sama papi Cristian!" ujar Papi Jo.
Saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, Celine sempat bercerita kepada suaminya kalau tadi adik tirinya sempat mengikuti dirinya ke dalam toilet dan menceritakan kondisi ibu tirinya yang memiliki penyakit gagal ginjal. Celine juga menceritakan kondisi adik tirinya yang harus menanggung ketiga anaknya. Dan sudah menjadi seorang janda dari pria yang dulu di jodohkan olehnya. Ernesta lah pengganti dirinya saat dirinya dulu kabur dari rumah.
__ADS_1
Yuk jangan lupa beri dukungan untuk author agar lebih semangat ππππ