Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Perdebatan


__ADS_3

"Emeli..." teriak Ronald. Mendengar namanya di panggil dia menoleh, Hanif pun ikut menoleh mendengar nama calon istrinya di panggil.


Jantung Emeli berpacu dengan cepat, wajahnya terlihat pucat, tubuhnya terasa bergetar. Emeli menggenggam erat tangan Hanif, meminta tumpuan. Pria yang memanggil Emeli adalah Ronald, seorang duda dan Casanova yang akan di jodohkan Emeli.


"Owh...jadi selama ini kamu pergi menghilang karna meminta perlindungan pria ingusan itu? Ayo pulang, kita akan menikah!" ucap Ronald dengan tak tau malunya menarik Emeli dan mengatakan akan menikah dengan Emeli. Padahal ada wanita lain di sampingnya. Ronald datang bersama pemuas ranjangnya.


"Lepaskan! Jangan sentuh wanitaku! Dia tak akan pernah menikah denganmu! Apa kau tak merasa malu berbicara seperti itu di depan umum, mengatakan akan menikah dengan Emeli sedangkan kau datang ke sini menggandeng mesra wanita lain. Cih..dasar pria tak punya otak!" sahut Hanif dengan geram. Dia menarik paksa Emeli dari Ronald.


Pok...Pok...Pok


"Owh rupanya kau ingin menjadi pahlawan kesiangan untuk Emeli? Asal kau tau tak semuda itu Emeli terlepas dari ku! Dia telah di jual oleh ibu kandungnya sendiri!" ujar Ronald sambil tertawa terbahak-bahak membuat Hanif mengepalkan tangannya tangannya.


"Emeli tak akan pernah menikah denganmu! Karna Emeli hanya milikku, aku ga akan pernah rela untuk melepasnya! Aku akan mengganti uang yang kau berikan kepada ibunya Emeli, sebutkan nominalnya!" ucap Hanif dengan sombong.


Mendengar penuturan Hanif, Ronald semakin tertawa keras. Dan perdebatan mereka kini menjadi pusat perhatian pengunjung. Tapi Hanif tak peduli, dia akan berusaha untuk berjuang mendapatkan cintanya.


"Cepat kau katakan! Waktuku terbatas, karna masih banyak yang harus kami beli! Minggu depan kami akan menikah, jadi jangan pernah bermimpi lagi untuk mendapatkan Emeli!" sahut Hanif ketus.

__ADS_1


"Ternyata nyali kamu berani juga ya? Baiklah kalau itu mau mu, bagiku Emeli tak terlalu menarik. Lagi pula aku tak benar-benar menjadikan dia istriku, akan hanya butuh seorang pemuas ranjang karna aku suka bercinta dengan wanita muda terlebih yang masih perawan." ucap Ronald menghina membuat Hanif semakin murka dan hampir saja memberikan bogeman di wajah Ronald. Untungnya Emeli menariknya.


Akhirnya Ronald menyetujuinya. Dia meminta Hanif mengganti uangnya sebesar 500 juta sebagai pengganti Emeli. Dan Emeli di buat melongo, dia tak menyangka jika calon suaminya kaya raya. Karna Emeli hanya tau jika Hanif bekerja sebagai asisten. Dia tak tahu masa lalu suaminya yang memang terlahir dari keluarga kaya, namun sempat memiliki permasalahan hidup hingga memutuskan merantau ke Jakarta bekerja dengan papi Jo. Seperti di ketahui, Hanif adalah pewaris tunggal dari harta ayahnya yang sempat di kuasai saudara ayahnya. Bahkan dia sempat mau di bunuh karna mereka bisa menguasai harta Hanif. Namun keberuntungan berpihak kepadanya, pelaku pembunuh kedua orang tuanya setelah beberapa tahun di tangkap


Bukan hanya Emeli, Ronald pun merasa tak percaya kalau kekasih Emeli adalah orang kaya. Karna Hanif memiliki penampilan sederhana. Dan kini mereka sudah bisa bernafas lega karna Ronald tak lagi memperpanjang. Setelah Hanif memberikan satu buah cek yang sudah di tulis sesuai nominal yang di minta Ronald, Hanif dan Emeli langsung pergi meninggalkan Ronald karna mereka harus melanjutkan menyiapkan semua keperluan untuk menikah. Mulai dari kosmetik, pakaian dalam, tas, sepatu, sendal, perlengkapan mandi, dan semua yang di ingin Emeli.


"Kenapa kamu terlihat mendung seperti itu? Apa ada yang masih kamu inginkan? Katakanlah! Aku akan berusaha mewujudkannya jika aku mampu." ujar Hanif. Bukannya menjawab, Emeli justru langsung memeluk sang suami dia tak peduli dengan pengunjung yang menonton mereka.


"Kamu kenapa? Kok jadi nangis begini? Apa kamu tak suka menikah dengan aku?" tanya Hanif sambil merenggangkan pelukan Emeli. Hanif menatap lekat wajah calon istri.


"Maafkan aku karna telah membuat kamu susah. Ga ada lagi yang aku inginkan dari kamu. Aku benar-benar terharu, ternyata kamu pria yang luar biasa. Demi aku kamu rela menggelontorkan sejumlah uang hanya untuk aku." sahut Emeli yang masih terisak tangis. Hanif tersenyum, dia sekarang mengerti mengapa calon istrinya menangis. Hanif langsung membalasnya dengan senyuman.


"Kamu tau mengapa aku melakukan seperti ini? Karna aku mencintai kamu, dan aku ga mau kehilangan kamu. Aku lebih baik kehilangan harta kekayaan aku dari pada aku harus kehilangan kamu, karna kamu lebih berharga dari apapun." sahut Hanif membuat air mata Emeli mengalir deras dia merasa sangat terharu.


Merasa sudah tak ada lagi yang di beli, Emeli dan Hanif dari mall tersebut. Karna jam kini sudah menunjukkan pukul 8 malam, dia harus segera ke butik. Dan kini mereka sudah dalam perjalanan.


"Sayang...mengapa kita tak menyewa saja? Kan kita hanya akad nikah dan tidak ada resepsi hanya di dalam apartemen saja. Dan waktu kita juga sangat mepet, aku takut waktunya ga cukup." ujar Emeli. Dan Hanif mencoba berpikir. Sebenarnya dia ingin semuanya spesial di hari pernikahan mereka meskipun hanya sekedar akad nikah. Tapi akhirnya dia mengikuti keinginan Emeli, karna memang ada benarnya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menyewa ke sebuah salon dan sekalian untuk menyewa rias pengantin untuk mendadani Emeli.

__ADS_1


Persiapan hari ini sudah selesai, besok hanya mengurus surat-surat untuk pernikahan. Kini mereka sedang berada di sebuah restoran ayam kriuk. Hanif mengikuti keinginan calon istrinya.


"Pelan-pelan makannya! Mau kemana sih buru-buru banget?" ujar Hanif sambil mengambil nasi di pipi calon istrinya. Membuat Emeli tersipu malu.


Kini mereka sedang dalam perjalanan pulang, dan dengan waktu satu jam mereka sudah sampai di apartemen. Hanif langsung pamit kepada Emeli untuk mandi, Emeli pun melakukan hal yang sama membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


"Sabar dulu bos, Minggu depan kamu bisa sepuasnya mencangkul!" ucap Hanif sambil mengelus miliknya. Dia berharap pernikahan dirinya dengan Emeli segera terlaksana tanpa drama lagi.


Kini mereka sedang menikmati waktu kebersamaannya.


"Kak, makasih ya kakak sudah baik banget sama aku. Aku ga tau harus bagaimana caranya untuk mengembalikan uang kakak. Jujur aku merasa malu memiliki ibu seperti dia yang tega menjual anak gadisnya demi uang. Maafkan aku ya kak!" ucap Emeli sambil menunduk, dia tak berani menatap wajah Hanif.


Hanif mengangkat wajah Emeli, membuat netra mereka saling beradu pandang.


"Ini sudah menjadi tugas aku sebagai calon suami kamu! Aku sangat mencintai kamu. Aku harap kamu ga akan mengecewakan pengorbanan aku." ucap Hanif.


Jangan lupa dukungannya ya kakak๐Ÿ˜๐Ÿ˜„

__ADS_1


Mampir yuk di karya bestie aku, ceritanya seru.



__ADS_2