
"Alana, apa kamu memiliki hubungan dengan pria di hadapan kita?" tanya Vino kepada sang anak. Dia ingin memastikannya. Namun, Alana justru menggelengkan kepalanya. Karena dia memang tak memiliki hubungan apa-apa dengan Cairo.
"Begini om, maaf sebelumnya kalau saya bersikap lancang. Tetapi di sini saya ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, memang benar apa yang di katakan Alana kepada om. Kalau dirinya memang tak memiliki hubungan apa-apa dengan saya. Berkali-kali saya mencoba mengungkapkan perasaan saya ke dia, namun Alana terus menolak saya." ungkap Cairo.
"Dan kedatangan kami ke sini, bukan hanya Cairo ingin mengungkapkan perasaannya kembali. Tetapi kami ingin melamar Alana sebagai istri dari Cairo. Cairo berniat menunjukkan keseriusannya kepada Alana. Semoga Alana mengerti." ujar papi Jo yang ikut bicara.
Vino dan Miranda kini menatap ke arah sang anak, menunggu jawaban dari sang anak. Dia sebagai orang tua memberikan kebebasan kepada sang anak untuk menentukan hidupnya.
"Please An, terima aku sebagai calon suami kamu! Aku akan membuat kamu bahagia!" ujar Cairo. Baru kali ini dia berlutut di depan seorang wanita, selama ini dia adalah sosok yang dingin. Hanya Alana yang mampu membuat Cairo seperti itu. Cairo mendapatkan julukan kulkas berjalan.
Alana mencoba berpikir jernih, untuk mengambil keputusan hidupnya ke depannya. Dan akhirnya Alana memutuskan untuk menerima Cairo sebagai calon suaminya kelak.
Tentu saja hal itu membuat Cairo merasa bahagia, karena akhirnya wanita impiannya menerima dirinya. Tanpa sadar Cairo langsung memeluk tubuh Alana, membuat kedua orang tuanya geleng-geleng. Jika dulu Miranda dan Vino yang mengejar Papi Jo dan mami Celine, kini justru Cairo yang mengejar cinta dari Alana.
__ADS_1
❤️❤️❤️
Kini papi Jo, mami Celine, dan Cairo sudah sampai di apartemen mereka kembali. Raut bahagia selalu terpancar dari wajah Cairo. Karena Alana menerima lamaran dadakan dirinya, dan rencananya bulan depan mereka akan menikah. Setelah itu Cairo akan langsung bekerja di perusahaan sang papi. Dia tak ingin papi nya merasa cape karena masih harus mengurus perusahaan Anderson, perusahaan milik sang kakek.
"Apa kamu lusa ikut pulang bersama kami? Atau kamu pulang belakangan?" tanya papi Jo kepada Cairo lagi.
"Aku mau selesaikan dulu urusan di sini, pi. Setelah selesai baru aku pulang." sahut Cairo.
"Kadang aku tertawa geli dalam hati saat melihat kejadian tadi. Aku tak menyangka kalau Alana anak dari Vino dan Miranda. Dunia seperti mempermainkan kita." ujar papi Jo dan mami Celine hanya menganggukkan kepalanya.
❤️❤️❤️
"Besok aku pulang ya pi, mi! Bulan depan Cairo akan menikah, kami harus mempersiapkan semuanya. Aku ingin pesta pernikahan Cairo sama seperti Clara, kami akan buat semewah mungkin." ujar papi Jo membuat Papi Cristian dan mami Leticia melongo. Mami Leticia dan papi Cristian kini sudah berusia di atas 80 tahun, tetapi masih terlihat segar dan sehat.
__ADS_1
"Cairo akan menikah? Bukankah dia baru saja wisuda? Sama siapa? Apa ada sesuatu yang terjadi yang di lakukan dia hingga harus melakukan pernikahan dadakan?" tanya Cristian terkejut. Dia sangat tahu kehidupan bebas di Inggris, dan dia pun adalah mantan seorang casanova.
"Untungnya anak ku Cairo menurun aku, kami lebih memilih menuntaskannya sendiri di saat sendiri dari pada harus berganti-ganti wanita." sahut Papi Jo terkekeh. Dan Cristian mengacungkan jempolnya, mengatakan hebat.
Papi Jo menjelaskan kalau Cairo akan menikah dengan teman di kampusnya. Wanita itu asal Indonesia. Seorang wanita yang bisa merubah sifat dinginnya Cairo. Papi Jo menceritakan kalau wanita yang di cinta Cairo adalah anak dari mantan wanita yang sempat dengannya yang tak lain Miranda dan papi dari wanita adalah mantan kekasih Celine yang bernama Vino. Leticia dan Cristian tertawa terbahak-bahak saat mendengar penuturan papi Jo yang akhirnya besan. Anak-anaknya lah yang berjodoh.
❤️❤️❤️
Kini papi Jo dan mami Celine sedang berada di atas udara, mereka akan kembali ke Indonesia. Papi Jo sudah tak sabar untuk memberi taukan hal ini kepada Hanif dan Combreng. Setelah mengudara berjam-jam, akhirnya mereka sampai di Indonesia. Supir pribadi mereka sudah menunggu.
"Papi, Clare kangen." ujar Clare menyambut kedatangan papi dan mami. Meskipun sudah berusia 23tahun, Clare masih bersifat manja. Bahkan dia kuliah pun tak ingin jauh dari sang papi. Baginya, papinya adalah cinta pertama dan dia ingin mencari sosok suami yang seperti sang papi. Rasa cintanya kepada sang papi sangat besar. Clare lebih bersikap manja kepada sang papi di banding ke maminya. Mami Celine harus mengerti, meskipun Clare pun sangat menyayangi maminya.
Callista menuruni anak tangga dan melihat sang mami dan papi sudah datang dan sedang bersama sang kakak. Usia Clare dengan Callista terpaut jauh.
__ADS_1