Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Pisang tanduk import


__ADS_3

Jo dan Celine memasuki ballroom hotel tempat mereka menyelenggarakan acara resepsi. Senyum bahagia terpancar dari wajah keduanya. Mereka terlihat sangat serasi seperti seorang raja dan ratu. Semua mata tertuju memandang dirinya. Dekorasi terlihat sangat indah di hiasi dengan bunga-bunga yang tersusun rapih.



Kebahagiaan mereka bertambah bahagia, saat mereka mengetahui jika Celine saat ini sudah berbadan dua. Lengkap sudah kebahagiaan mereka. Bukan hanya Jo dan Celine saja yang merasa bahagia, tapi hal itu juga di rasakan Leticia, Clara, mami Grace, dan Cristian.


Jo menampilkan ciu*man romantisnya di hadapan para tamu undangan yang Adira, menunjukkan jika dirinya merasa bahagia. Bukan itu saja, Jo juga berinisiatif untuk mengumumkan berita bahagia ini, bahwa dirinya sebentar lagi akan menjadi papi dari buah cintanya bersama istrinya yang sekarang.


" Wah keren juga sih Jo pisang tanduk import nya, kalah gw. Emang paling pintar tuh anak bikin anak." ucap Combreng dalam hati, dirinya harus mengakui kekalahannya kembali. Lima kali menikah tapi belum juga memiliki anak.


" Aku juga pengen punya anak bang." ucap Mila lirih. Meskipun dirinya sudah memiliki anak dari suami pertamanya, tapi dia tetap ingin mendapatkan dari suami barunya yaitu Combreng.


" Sabar ya sayang! Berarti kita harus lebih kerja keras lagi, kalau perlu kalau ada kesempatan kita langsung buat adonan. Jo sih bilangnya begitu, mungkin kita kurang giat. Jadi ke susul deh." ungkap Combreng berbohong. Padahal pada kenyataannya mereka pun sering kali melakukannya, dua hari sekali dan itu juga dua kali ronde setiap permainan. Tapi memang Tuhan belum saja memberikan mereka anak.


Alunan musik terdengar merdu menghiasai suasana resepsi. Banyak pasangan yang melakukan dansa, menunjukkan keromantisan dengan pasangannya. Hal yang sama di lakukan Jo dan juga Celine. Dengan telaten Jo mengajarkan Celine, untung saja istri kecilnya itu wanita yang cerdas. Sehingga hanya di ajarkan secara dadakan, Celine sudah bisa mengimbangi suaminya berdansa.


Banyak tamu yang hadir ke resepsi pernikahan itu, sehingga membuat suasana terlihat ramai. Para tamu undangan terlihat mengucap memberi selamat kepada mereka.


Owek...owek


Tiba-tiba saja Celine merasa mual, dan pusing. Wajahnya terlihat pusing membuat Jo merasa panik. Dan ingin segera mengakhiri acara. Tapi Celine menolaknya. Dan yakin jika dirinya bisa kuat sampai acara resepsi selesai.

__ADS_1


Akhirnya acara selesai, Jo langsung menggandeng sang istri menuju kamar hotel yang sudah di pesan.


" Papi, mami kenapa?" tanya Clara yang sempat melihat mami nya mual dan wajahnya pucat saat di acara.


" Mami hanya butuh istirahat. Jadi Clara jangan ganggu mami dulu ya! Clara sama nenek dulu! Papi bantu mami dulu lepaskan pakaiannya!" ucap Jo memberi pengertian kepada anaknya. Dan Clara mengangguk setuju.


Kini mereka sudah berada di kamar pengantin mereka. Dengan telaten Jo membantu sang istri melepas aksesoris yang menempel di kepalanya dan juga resleting gaun pengantin sang istri.


" Tahan Jo! Kasihan istri Lo lagi lemah dan hamil muda! Jangan egois Lo!" ucap Jo menenangkan hatinya sendiri. Bagaimana tidak, sejak tadi dirinya terus berusaha menelan saliva nya karna melihat tubuh indah nan sexy milik istrinya.


" Selesai! Berbaring lah dulu sebentar! Aku siapkan dulu air hangat untuk kamu, agar tubuh kamu merasa rileks!" ucap Jo lembut, namun sebelumnya dia memberikan dulu segelas air putih hangat untuk istrinya minum.


Ah...so sweet banget papi Jo. Kamu bener-bener paket komplit buat mami Celine.πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„πŸ€£


" Mandilah, airnya sudah aku siapkan! Tapi ingat jangan terlalu lama berendamnya! Kasihan Dede bayi!" ucap Jo sambil mengelus perut istrinya yang masih terlihat rata. Tentu saja perlakuan manis ini, membuat Celine tambah mencintai suaminya.


" Loh...kenapa kamu ikut masuk ke dalam? Nanti yang ada aku ga akan bisa berendam, merilekskan tubuh ku." gerutu Celine, karna sang suami ikut masuk juga ke dalam bathtub bersamanya.


" Ga perlu takut, aku hanya ingin membantumu memakaikan sabun. Setelah itu aku akan langsung membilas tubuhku." sahut Jo membuat wajah Celine memerah menahan rasa malu.


Dan benar saja sesuai janjinya, Jo tak melakukan ritual yang biasa dia lakukan saat di kamar mandi. Dengan cueknya Jo mengguyur tubuhnya dengan air shower. Dan kini berganti Celine lah yang menahan Saliva nya, melihat pisang tanduk import suaminya yang sudah menjulang tinggi.

__ADS_1


" Tenang saja, pisang tanduk ku akan mencoba mengerti jika ladang mu untuk saat ini tidak bisa bercocok tanam! Bersabarlah dulu, aku pun sangat menginginkannya!" goda Jo sambil menaik turunkan alisnya membuat wajah Celine bertambah merah seperti kepiting rebus. Tentu saja hal itu membuat Jo merasa puas, karna bisa membuat sang istri merasa malu karna terlihat dirinya sangat menginginkan pisang tanduk nya.


Wah mami Celine udah ketagihan pisang tanduk import papi Jo ya? Author boleh icip ga pisang tanduk import nya? πŸ€£πŸ˜πŸ˜„


Sesuai pesan sang suami, agar dirinya tak berlama-lama berendam. Kini Jo dan Celine sedang menikmati makan malam bersama. Tapi sayangnya Celine tak bisa makan lahap seperti biasanya. Karna baru suapan ketiga, perutnya terasa mual lagi. Hingga akhirnya dirinya menghentikan makannya. Jo langsung menggendong sang istri dan membaringkan sang istri di ranjang.


" Istirahat sayang! Besok pagi kita periksa Dede ya ke dokter! Dede jangan nakal ya, kasihan mami!" ucap Jo kepada istrinya dan beralih ke perut istrinya, mencoba berbicara pada sang anak.


Jo langsung menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut. Demi sang istri, dirinya dengan rela menghentikan makannya. Dan kini baru melanjutkan kembali.


Setelah selesai makan, Jo menghampiri sang istri yang ternyata sudah tertidur pulas.


" Tidurlah yang nyenyak! Aku sangat menyayangi kamu! Terima kasih atas kebahagiaan yang engkau berikan padaku!" ucap Jo sambil mengecup kening sang istri.


" Breng, lo udah di kamar?" ucap Jo yang menghubungi sahabatnya itu.


" Iya gw udah di kamar, kenapa? Mau mulai start ritual nih! Udah ya Lo jangan ganggu! Lo emang ga haha hihi sama si Celine?" sahut Combreng.


" Owh...tadinya gw mau ngobrol sama Lo, kita minum kopi di cafe. Celine kan lagi hamil muda, ga tega gw. Tadi aja dia habis mabok, kasihan gw ngelihatnya. Sekarang dia udah tidur." sahut Jo.


" Owh...berarti itu derita Lo! Minum kopi bisa besok-besok, tapi nyobain gelud di kasur empuk kelas premium kan jarang-jarang! Kali aja gw juga bisa ngikutin Lo dapet bibit unggul kelas premium. Selamat menderita sendiri!" ucap Combreng, dan dia langsung mengakhiri panggilan sahabatnya. Tentu saja hal itu membuat Jo terus mengumpat sahabat yang minim akhlak itu.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan kakak πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„πŸ™


__ADS_2