Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Anak sultan


__ADS_3

"Maaf Pak, di luar banyak wartawan yang menunggu anda. Mereka ingin melihat putri anda melakukan sesi wawancara." ujar sang perawat yang menghampiri ke ruangan Celine di rawat.


"Mau ngapain sih? Model anak kita seperti anak sultan aja. Segala mau di liput segala. Kita kan bukan selebriti yang dikit-dikit di liput." gerutu papi Jo.


Celine pun merasa aneh mengapa para wartawan mengetahui kalau dia sudah melahirkan, dan tak biasanya mereka di liput seperti ini.


"Aku keluar dulu ya yang, mengurus mereka! Mengganggu saja!" ujar papi Jo yang melangkahkan kakinya keluar ruangan sang istri dan menemui para wartawan yang akan meliputnya.


Papi Jo menghampiri mereka dengan sikap cool. Meskipun dia merasa tak suka dengan kehadiran para wartawan, namun dia tetap bersikap biasa. kecuali jika mereka mengganggu ketentraman dirinya, Papi Jo pasti akan mengamuk.


"Maaf kalian mau apa ya ke sini?" tanya papi Jo yang menanyakan lebih jelas.


Perwakilan wartawan menyatakan kalau mereka ingin meliput papi Jo bersama keluarga. Karna Papi Jo masuk sebagai nominasi keluarga bahagia pengusaha hebat versi majalah bisnis. Papi Jo termasuk keluarga pengusaha yang harmonis, tak pernah terdengar pertengkaran. Papi Jo juga terlihat harmonis dan dekat dengan anak-anak dan istrinya. Mereka melihat dari postingan papi Jo, dan mencoba menelusurinya.


"Saya hanya ingin mewawancarai anda. Kiat dan suksesnya anda menjadi seorang pengusaha hebat dengan keluarga yang tetap harmonis! Karna anda masuk dalam nominasi kategori Keluarga bahagia pengusaha hebat. Mereka yang mendukung anda melihat kesuksesan anda dalam berumah tangga yang beriringan dengan kemajuan anda dalam bidang bisnis." ujar salah satu wartawan lainnya.


Hingga akhirnya Papi Jo bersedia di wawancara. Dan hasil wawancara papi Jo akan di tayangkan di televisi. Sebagai pengusaha hebat penuh inspirasi. Sebagai pengusaha hebat tak menjadi alasan dia untuk melupakan keluarga dan berhenti membuat anak. Karna kini dia telah memiliki 4 orang anak.


❤️❤️❤️


"Wah Celine sudah melahirkan lagi. Bagaimana bisa tahan suaminya, orang Celine seksi begitu. Inginnya pengen buat anak terus. Aku tak seberuntung mereka. Padahal aku sudah menginginkan memiliki anak kembali." ujar Vino yang melihat tayangan papi Jo di televisi. Bukan hanya Vino saja, tapi banyak mata publik yang melihat tayangan itu.


"Setelah rasa sakit dan penderitaan yang kamu rasakan, kini kamu meraih kebahagiaan. Hebat kamu kak Celine." gumam Ernesta.


Setelah selesai wawancara, papi Jo kembali ke dalam ruangan sang istri memberi tahu tentang apa yang tadi terjadi.

__ADS_1


"Anak sultan mah beda." sindir mami Celine membuat papi Jo terkekeh. Tak pernah terpikir olehnya akan seperti ini.


❤️❤️❤️


Sudah tiga hari mami Celine di rumah sakit, dan hari ini dirinya sudah di perbolehkan untuk pulang. Papi Jo sedang mempersiapkan kepulangan sang istri. Hanya tinggal Combreng yang saat ini masih haru menunggu kelahiran putri pertama mereka.


Celine telah sampai di rumah, dan sudah di sambut dengan ketiga anaknya. mereka menyambut dengan sangat antusias.


"Ya ampun dek kamu lucu banget sih, gemes kakak lihat kamu." ujar Clara. Clara mengelus-elus pipi sang adik. Sama dengan Clara, Clare pun merasa gemes.


Ada kesedihan yang di rasa papi Jo, saat teringat akan keberadaan sang mami. Biasanya sang mami, selalu hadir di saat kelahiran anak-anaknya.


"Sayang...kamu istirahat aja dulu! Biar Callista aku yang mengurus." ujar Papi Jo.


Papi Jo merasa bahagia menjadi papi dari anak-anaknya. Hidupnya merasa sangat sempurna. Kebahagiaan selalu menyertai kehidupannya.


❤️❤️❤️


Sore ini Combreng dan Mila berencana untuk menengok anak dari sahabatnya itu. Untuk Emeli belum bisa menengok anak bosnya, karna dia pun baru melahirkan belum bisa keluar apartemen.


"Selamat ya bro, lo memang pria tangguh. Semoga anak lo kelak bisa menjadi anak kebanggaan lo berdua." ujar Combreng dan di amin kan Celine dan papi Jo. Sebagai orang tua pastinya menginginkan doa yang terbaik untuk anaknya.


"Kita bisa kompakan begini. Istri-istri kita hamil barengan dan melahirkan bayi perempuan. Mila nanti juga akan melahirkan bayi perempuan." ujar Combreng.


Combreng sudah terlihat segar, meskipun dirinya masih dalan pemantauan dokter, masih harus konsul. Melihat kondisi sahabatnya yang sudah semakin membaik, Papi Jo merasa ikut bahagia.

__ADS_1


"Anak-anak lo lucu-lucu banget sih dari dulu. Semuanya mirip lo, lebih dominan ke wajah lo anak-anak lo. Tandanya lo yang na*psu pas buatnya." ujar Combreng.


"Tuh lo tau. Emang kenyataannya gitu. Gw selalu na*psu sama istri gw. Yang jelas mah merek takut ga di aku." ujar Papi Jo kepada sahabatnya. Membuat mereka terkekeh.


❤️❤️❤️


Papi Jo sedang menikmati perannya sebagai seorang papi. Dia dengan telaten mengganti pampers sang anak, membersihkannya. Selama libur, dia menyuruh Celine untuk beristirahat dan dia yang menjaganya. Bahkan Papi Jo rela terbangun di tengah malam hanya untuk menjaga dan mengurus anaknya.


"Sayang, besok aku sudah mulai bekerja boleh kan? Kamu tak keberatan kan?" ujar papi Jo.


"Ga apa, kamu juga kan di perusahaan lebih di butuhkan. Ini sudah menjadi tugas aku sebagai seorang ibu, mengurus anak-anak." ujar Celine.


Dan hari ini papi Jo sudah mulai bekerja. Saat ini dia telah sampai di perusahaan. Lama kelamaan matanya mulai meredup. Karna selama satu minggu dirinya memang kurang tidur. Setiap malam selalu menjaga baby nya, dan menyuruh sang istri tidur dan terbangun kalau anaknya mau menyusu.


Papi jo menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya, dan lama kelamaan dirinya tertidur pulas. Bahkan mendengkur.


"Suami, bos, dan papi yang luar biasa. Ketiganya sukses. Hebat. Aku harus banyak belajar dari kamu." gumam Hanif yang memandang bosnya.


Hanif juga sedang berusaha untuk menjadi ayah dan suami yang baik untuk keluarganya. Dia pun selalu menjadi suami siaga bagi istrinya. Sama dengan bosnya, Hanif pun sering kali terbangun di malam hari untuk menggantikan tugas istrinya.


Saat jam istirahat, dia pun ikut tertidur. Karna matanya tak bisa di ajak kompromi lagi. Dan kini giliran papi Jo yang terbangun melihat sang asisten yang sedang tertidur.


"Ternyata kamu merasakan juga Han. Perjuangan seorang papi berat juga ya kadang." ujar Papi Jo dalam hati


Papi Jo memilih untuk mendiamkan asistennya tertidur, memberikan kepada Hanif untuk beristirahat. Bagi papi Jo yang terpenting pekerjaan asistennya selesai.

__ADS_1


__ADS_2