
"Sayang... bersiap-siap lah! Sesuai janji papi, hari ini kita liburan. Kalian mau liburan ke mana? Tapi inget kita hanya liburan di daerah Jakarta saja, jangan yang jauh-jauh dulu!" ujar Papi Jo.
Clara dan Clare mencoba berpikir tempat mana yang mereka inginkan. Berhubung Clara sudah merasa lebih besar, jadi dia mengalah dengan sang adik. Clare menginginkan ke Dufan, dia ingin sekali mengunjungi istana boneka.
"Gimana kalau kita ajak nenek juga jalan-jalan? Kasihan nenek di rumah sendiri." ucap Papi Jo dan di setujui istri dan anak-anaknya. Sebenarnya Cairo tak ingin ikut, karna dia lebih suka suasana yang sepi di banding harus mengunjungi tempat hiburan. Tapi sang papi meminta dirinya untuk serta. Dan sebenarnya papi Jo, Clara, dan juga mami Celine sudah merayu mami Grace untuk tinggal bersamanya tapi dirinya lebih suka tinggal di rumahnya sendiri, rumah penuh kenangan.
Kini mereka sudah sampai, memberi kejutan kepada sang nenek. Datang ke rumah tanpa info lebih dulu.
"Cucu-cucu nenek." ucap mami Grace menyambut ketiga cucunya. Mereka bertiga berlari menghampiri sang nenek dan memeluknya.
"Nek, ikut yuk sama kita! Kita mau jalan-jalan ke Dufan." ujar Clare membuka obrolan.
Sebenarnya dirinya ingin sekali ikut bersama ketiga cucunya, tapi sayangnya saat ini mami Grace sedang kurang sehat. Hingga akhirnya dia memutuskan menolak ajakan ketiga cucunya.
"Yach... padahal aku pengen banget nenek ikut bersama kami." ujar Clare.
"Nenek juga sebenarnya pengen ikut dengan kita, tapi nenek kan sudah kasih alasannya ke kita. Kalau nenek tidak bisa ikut karna nenek lagi kurang enak badan." ucap Papi Jo menjelaskan kepada anak ceriwisnya. Dan akhirnya Clare barulah mengerti.
Kini mereka sudah sampai di Jakarta bagian Utara. Sesuai rencana mereka, mereka akan mencoba berbagai macam wahana yang berada di Dufan. Ini adalah permintaan Clare yang sangat menginginkan mengunjungi Dufan.
"Ayo papi, Clare sudah tidak sabar untuk mencoba wahana itu!" ucap Clare sambil menarik tangan papinya menuju tempat yang dia inginkan.
__ADS_1
"Yakin kamu mau mencoba wahana itu? Itu hanya untuk orang dewasa. Pasti kamu ga akan boleh masuk ke dalam wahana itu." ujar Papi Jo. Mendengarkan hal itu tentu saja membuat Clare merasa kesal. Kelak jika dirinya dewasa, dia akan menjadi wanita pemberani.
Hingga akhirnya dirinya memilih mengajak ke istana boneka sesuai tujuan awalnya. Clare terlihat sangat bahagia saat memutari sekeliling istana dengan perahu. Dia bisa melihat berbagai macam jenis boneka dan bahkan dari berbagai negara.
"Pi, aku ingin sekali mengunjungi berbagai negara agar aku bisa membeli boneka hasil karya di negara itu." ujar Clare. Papi Jo menjawab jika suatu saat nanti dirinya akan mewujudkan keinginan anaknya. Untuk masalah uang tentu saja tak akan menjadi alasan, hanya saja papi nya orang yang sibuk tak semudah itu bisa pergi.
Dan tujuan selanjutnya menuju wahana kora-kora, halilintar, Arum jeram, dan tornado. Wahana itu hanya di peruntukkan untuk orang dewasa. Papi Jo memilih menemani sang anak. Celine lah yang menemani Clara mencoba berbagai wahana yang memacu adrenalin. Karna papi Jo tak ingin mati muda karna terkena serangan jantung akibat naik wahana-wahana tersebut.
Tawa riang dan raut bahagia terpancar dari mereka. Dan antara orang tua dan ketiga anaknya terlihat kompak.
Wahana selanjutnya yaitu wahana perang bintang. Di wahana ini Cairo terlihat sangat antusias. Karna berpura-pura melawan berbagai macam manusia planet. Mereka mencoba berbagai macam wahana satu-satu. Celine dan Clara terlihat sangat kompak seperti anak dan ibu kandungnya. Celine membuktikan bahwa tidak semua ibu tiri jahat. Buktinya dia yang di awal pertemuan justru menyayangi Clara di banding sang papi.
"Ayo kita foto bersama!" ujar papi Jo yang sudah mengatur kamera di ponselnya untuk menggunakan tongsis.
Bukan hanya melakukan foto bersama keluarga, Clara dan Celine banyak juga mengabadikan foto berdua dan sendiri.
"Gayanya kaya emak-emak donk, kalau kamu seperti itu pasti banyak yang akan mengira jika kamu adik aku." gerutu papi Jo, karna meskipun ada bersamanya masih aja ada yang berbuat iseng kepada sang istri. Tentu saja hal itu membuat papi Jo merasa kesal.
"Ya udah ayo kita foto berdua biar orang tau kita suami istri." goda Celine agar suaminya tak lagi ngambek.
Dan akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang, karna sudah sangat telah. Karna keasikan bermain, mereka sampai lupa makan siang. Kini mereka sedang berada di sebuah tempat makan yang berada di dalam arena Dufan.
__ADS_1
"Gimana kalian suka liburan kali ini? Sudah cape belum? Kalau sudah, habis makan kita langsung pulang." ujar papi Jo di sela-sela makan.
"Aku masih mau main, belum puas. Aku mau naik komedi putar Pi. Aku juga masih pengen main Bombom car." ujar Clare di ikuti Clara.
"Kamu gimana Clare? Apa ada wahana yang kamu inginkan? Apa kau sama dengan Clare ingin menaiki komedi putar?" ujar papi Jo, namun Cairo justru menggelengkan kepalanya.
"Nikmatilah sayang masa kanak-kanak kamu yang ga akan pernah terulang lagi! Suatu saat nanti kamu akan merindukan masa kecil kamu." ucap papi Jo agar Cairo mengerti.
Setelah selesai makan, mereka melanjutkan mencoba wahana lain.
"Hai...kamu cantik sekali. Apa aku boleh berkenalan denganmu? Kau berasal dari negara mana?" ujar salah satu bule yang melintas dan menghampiri Celine. Padahal saat itu Celine sedang menggandeng tangan Cairo dan Clara. Sedangkan Clare sedang berada di gendongan sang papi. Karna mengeluh cape.
Melihat hal itu tentu saja membuat papi Jo naik pitam dan langsung menjawab ucapan bule itu.
"Apa kau gila? Apa jangan-jangan kau buta, tak melihat wanita ini sedang menggandeng dua anak kecil? Saya suaminya, dan ketiga anak ini anak kami." sahut papi Jo sambil memberi tatapan tajam ke arah bule itu. Tentu saja hal itu membuat papi Jo menjadi uring-uringan. Dan mengajak mereka pulang. Selain moodnya menjadi anjlok, dia juga merasa cape jika harus menggendong terus Clare yang sudah terlelap dalam pelukan sang papi. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Karna sudah merasa lelah juga, seharian mencoba berbagai macam wahana bermain.
Setelah meletakkan Clare di kursi depan sampingnya, Papi Jo langsung melajukan kendaraannya.
"Apa ada lagi yang ingin kalian makan?" tanya papi Jo kepada Clara dan Celine. Namun sayangnya perut mereka sudah merasa sangat kenyang, hingga akhirnya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.
Mampir yuk di karya teman emak, di jamin seru dan bikin ketawa. ππ
__ADS_1