
" Halo sayang..." Ucap Jo dengan wajah yang terlihat sangat bahagia dan hanya berpakaian santai. Karna hari ini dirinya sudah mulai cuti tidak ke kantor.
Clara berpura-pura tak tau apa yang terjadi dengan papi nya dengan Mis Celine. Padahal hal ini merupakan rencana sang nenek dan dia juga terlibat dalam hal ini.
" Kemarin papi dari mana sih ? Mis juga ga ada kabar. Padahal semalam udah hampir jam 19.00. " Ujar Clara.
Jo menelan Saliva nya. Rasanya tak pantas jika dirinya bicara kalau mereka terjebak oleh jebakan Batman sang mami di kamar hotel.
" Eeemmm..maafkan papi sama Mis ya ! Sebenarnya kami semalam pergi bersama. " Ucap Jo ragu-ragu. Jo melirik ke arah Celine seolah sorot matanya mengatakan apakah dirinya harus berkata jujur pada Clara. Celine menganggukkan kepalanya sebagai kode bahwa Jo boleh mengungkapkannya kepada Clara.
Clara menatap sang papi dan Mis Celine secara bergantian. Padahal dalam hatinya sudah tertawa geli.
" Eemmm...Celine tolong kamu kesini ! " Pinta Jo agar Celine duduk di sebelahnya.
" Ada apa Pi ? " Tanya Clara menyelidik. Karna Clara memang tak tau secara detail apa yang terjadi sebenarnya. Dia hanya berencana untuk menyatukan papi dan Mis Celine, dan sang nenek yang mengatur skenario. Dan Clara hanya di suruh berpura-pura bilang menangis karna mencari keberadaan papi dan Mis nya.
Dan ternyata Jo tidak jadi mengungkapkan sekarang, dia memilih ingin memberi kejutan pada anaknya. Pagi ini Jo dan Celine akan mengantar Clara ke sekolah dan mereka akan pergi ke makam ayahnya Celine dan papi nya Jo. Setelah itu mereka kembali ke sekolah menjemput Clara dan mengajaknya ke butik tempat mereka akan memesan baju untuk pernikahan mereka. Mereka juga akan melakukan sesi foto pre-wed.
Sekarang mereka sudah sampai di sekolah Clara. Celine mengantar Clara sampai depan kelasnya.
Sambil menunggu, Jo memilih menghubungi sang mami untuk masalah persiapan pernikahan mereka.
" Halo mi. Mi, gimana masalah persiapan pernikahan aku ? Apa yang perlu aku bantu ? Hari ini aku sama Celine akan melakukan sesi pemotretan pre-wed, memesan gaun pengantin dan jas buat aku dan setelah mengantarkan Clara ke sekolah kami langsung ke makam papi dan ayahnya Celine untuk memohon doa restu. " Ungkap Jo.
Rencananya acara pernikahan ini hanya mengundang kerabat dan keluarga terdekat saja. Karna Persiapan acara yang hanya memakan waktu dua hari. Dan tempat untuk acara tersebut di adakan di hotel Ritz-Carlton, dan untuk mengurus segala hal mami Grace menggunakan jasa Wedding organizer yang bekerja sama dengan pihak hotel.
__ADS_1
" Kau melupakan satu hal Jo ! Kamu nanti sekalian mampir ke toko mas untuk belikan satu set perhiasan untuk Celine ! " Ujar Mami Grace.
Kini mereka sedang dalam perjalanan. Rencananya mereka akan mengunjungi makam ayahnya Celine dan baru setelah itu makam sang papi.
Kring...kring...kring
" Sayang...tolong ambilkan ponsel ku di saku celana ku ! " Ucap Jo sambil mengangkat sedikit bokongnya agar Celine memudahkan mengambilnya. Tapi tanpa sengaja Celine menyentuh pisang tanduk milik Jo hingga membuat pisang tanduk Jo turn on.
Merasa sedikit menyentuh, Celine langsung cepat-cepat mengambil tujuannya dan langsung menyerahkannya pada Jo.
Blush
Wajah Celine langsung merah merona menahan rasa malu, terlebih Jo malah menggoda dirinya jika dirinya sudah tak sabar untuk merasakan pisang tanduk Jo yang super mantab.ππ€£ππ
" Iya Halo...kenapa Han ? " Tanya Jo pada asistennya.
" Ya Tuhan, maaf saya lupa memberi kabar padamu. Jika dua hari lagi saya akan menikah, dan hari ini saya sedang mengurus persiapan pernikahan ! " Sahut Jo dengan santainya. Berbeda dengan Hanif yang sampai tersedak karena merasa kaget bosnya bicara akan menikah dua hari.
" Serius tuan ? Anda tidak bercanda kan ? Nikah sama siapa ? " Tanya Hanif dengan polosnya.
" Kamu kira pernikahan bisa buat bercanda ? Kamu mau gaji kamu saya potong karna telah menghina saya ? Dan saya ini menikah ya sama orang masa sama monyet atau kucing ? " Sahut Jo ketus.
" Bukan begitu tuan, maksud saya tuan nikahnya sama siapa orangnya ? Karna saya kan ga menemani tuan 24 jam ? Calon pengantin jangan marah-marah, nanti malam pertamanya bisa gagal !" Ujar Hanif mencoba klarifikasi dan terkekeh melihat sikap tuannya.
Mendengar ucapan Hanif tentu saja dirinya merasa marah karna ini tentang keberhasilan pisang tanduk. Secara udah 1 tahun lebih dirinya menduda. Dan akhirnya Jo memilih mengakhiri panggilan. Karna sudah sampai di makam ayah Celine. Letak makam ayah Celine berada di dekat rumah sang ayah yang di tempati ibu tirinya Celine.
__ADS_1
Celine turun dari mobil dan di ikuti Jo. Celine berjalan lebih dulu dan Jo mengekor dari belakang. Kini mereka sudah berada di pusara ayah Mukidi.
" Ayah...maaf Celine karna baru sempat menengok ayah ! Kedatangan Celine kesini ingin meminta izin pada ayah, dua hari lagi Celine akan menikah dengan seorang pria yang kini berada di sebelah Celine. Celine minta doa restunya, meskipun pernikahan ini bersifat dadakan. Tapi kami berharap pernikahan kami akan langgeng ! Mungkin jika ayah masih ada, Celine pasti akan merasa bahagia karna ayah yang akan menjadi wali di pernikahan Celine ! " Ucap Celine sambil terisak tangis. Jo merangkul tubuh calon istrinya, mencoba menguatkan. Memberitahu pada sang istri, kini sudah ada dirinya yang akan menggantikan posisi sang ayah yang akan menjaga dan melindungi Celine.
Jo menghapus air mata Celine dan berjanji di atas pusara ayahnya Celine bahwa dirinya akan selalu menyayangi dan mencintai Celine.
Setelah itu mereka melanjutkan ke makam Anderson, papi Jo. Hal yang sama di lakukan Jo, yaitu meminta izin dan minta restunya pada sang papi. Jo berharap pernikahannya kali ini adalah pernikahannya yang terakhir.
Setelah selesai, mereka langsung kembali ke sekolah Clara.
" Aku turun dulu, nanti sekalian mau gantiin Clara baju ! " Ujar Celine pada Jo.
Jo kini menunggu di mobil.
" Dari pada bete, gw telpon dulu deh sih Combreng !" Gumam Jo dalam hati.
Pada panggilan kedua, Combreng langsung mengangkat telpon dari Jo.
" Halo...ngapa Lo telpon ? Ganggu aja Lo ! " Ucap Combreng ketus. Karna ternyata dia sedang hahahihi dengan sang istri. Tentu saja telpon dari Jo membuat ritualnya harus terhenti.
" Galak banget ! Kerja Lo ! Ngerjain istri terus Lo ! " Sahut Jo.
" Suka-suka gw lah ! Bini, bini gw ! Udah cepetan Lo ngomong, ngapain telpon gw ? " Ujar Combreng ketus.
Jo memberitahu pada Combreng jika dirinya dua hari lagi akan menikah dengan Celine. Tapi Jo belum sempat memberi tahu kronologi hingga akhirnya dia menikah karna sudah ada Celine.
__ADS_1
" Gw kasih obat perangsang Lo ! Biar ga tahan Lo ! " Ucap Combreng yang kini tertawa geli.