Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda

Mendadak Menjadi Babysitter Anak Sang Duda
Kegagalan janda gatel


__ADS_3

Jangan lupa tekan vote, like, dan hadiah πŸŒ·β˜• kakak ! πŸ˜πŸ˜„πŸ™


" Kamu jahat Jo ! Begitu cepat kau melupakan aku ! Aku Selena bukan Celine. " Ujar Selena sambil meneteskan air matanya. Jo menatap wajah Selena, namun kesadaran nya sangat rendah saat melihat Selena tetap wajah Celine yang terlintas.


Jasuke dan Albert menarik paksa Selena, mereka masih belum selesai terpuaskan. Hingga terjadi perebutan Selena.


Pintu kamar hotel terbuka. Hanif membuka pintu kamar dengan kasar. Dia sangat takut jika dia telat menolong bosnya. Tim polisi langsung meringkus ketiga orang itu. Ketiganya di suruh memakai pakaian kembali dan langsung di giring ke kantor polisi.


" Jo, tolong aku ! Aku ga mau di penjara ! " Teriak Selena. Tapi sayang, Jo saat ini sedang dalam kesadaran tingkat rendah.


" Untuk wanita jahat seperti kamu, tempat mu memang di penjara ! Ku pastikan kau akan menikmati masa tua mu di penjara. " Sahut Hanif sambil tertawa meledek.


Selena, Jasuke, dan Albert di bawa oleh tim polisi.


" Ya ampun Tuan, kenapa anda seperti ini ? " Ujar Hanif sambil memakaikan pakaian bosnya. Namun Jo hanya meracu tak jelas.


" Panas...panas...panas..." Teriak Jo yang merasa tubuhnya semakin panas.


Hanif mencoba berkonsultasi untuk mengatasi masalah menyembuhkan dari pengaruh obat perangsang. Secara dirinya tak memiliki pengalaman dalam hal ini.


Sesuai saran orang yang berada di sana, Hanif memilih membawa Jo ke apartemen miliknya. Hanif juga akan membeli obat penawar untuk obat perangsang. Dan saat sampai di apartemen Hanif harus segera mengguyur tubuh Jo untuk mengurangi hawa panas di dalam tubuhnya.


Sekuat tenaga Hanif membawa Jo keluar dari hotel. Dia meminta tolong dua orang pekerja hotel untuk menemani dirinya pulang.


" Maafkan saya Tuan. Tapi ini semua demi kebaikan tuan ! " Ujar Hanif yang saat ini mengguyur kepala dan seluruh tubuh Jo.

__ADS_1


Setelah itu Hanif dengan di bantu dua orang pekerja hotel memapah Jo ke ranjang. Hanif memaksa Jo untuk meminum obat penawar. Hanif berharap bos nya segera normal hingga dirinya tak perlu mencari wanita ja**** untuk melampiaskan naf*su bosnya itu.


Dan akhirnya Jo tertidur pulas. Hanif baru bisa bernafas lega bos nya bisa terbebas dari pengaruh obat. Dan Hanif juga bersyukur karna bosnya tidak sampe melakukan hubungan suami-istri dengan Selena.


Dan akhirnya Hanif juga bisa tertidur pulas. Karna Jo sudah terlihat tenang.


\=\=\=\=


Matahari sudah bersinar terang. Hanif Perlahan membuka matanya. Dan matanya langsung mencari keberadaan bosnya. Ternyata Jo masih memejamkan matanya. Semalam Hanif memilih tidur di sofa, dia merasa takut jika Jo akan berbuat macam-macam padanya. Dia tak ingin perjaka nya di ambil bosnya.


Hanif memilih langsung mandi dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga bosnya. Hanif tinggal sendiri di apartemen. Oleh karena itu, dirinya sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri termasuk memasak nasi goreng dan telor mata sapi untuk sarapan pagi ini.


" Aku di mana ini ? " Ucap Jo saat melihat sekeliling yang asing baginya. Dia langsung memeriksa pakaiannya. Dan akhirnya Jo bisa mengucap syukur karna dirinya masih memakai pakaian lengkap. Namun yang masih menjadi pertanyaan nya di mana saat ini dirinya berada. Karna selama Hanif menjadi asisten nya, tak sekalipun dirinya pernah ke apartemen Hanif.


Dengan kepala yang masih terasa berat Jo bangkit dari ranjang dan mencari orang yang memiliki apartemen itu.


" Tuan sudah bangun ? Apa yang tuan rasa saat ini ?" Tanya Hanif saat melihat bos nya datang menghampiri dirinya.


Jo menjelaskan pada Hanif jika dirinya saat ini kepalanya masih terasa berat.


" Silahkan makan tuan ! Maaf saya cuma bisa menyediakan ini aja ! " Ujar Hanif sambil meletakkan dua piring nasi goreng untuk dirinya dan juga bosnya yang berisi toping baso, sosis dan telor mata sapi.


Jo langsung memakan nya dengan lahap tanpa malu-malu.


" Han, masakan kamu enak. Ternyata kamu pinter masak juga ya ! Tadi pas saya bangun, saya sempat merasa bingung saat melihat sekeliling ruangan yang tak saya kenal. Ternyata ini apartemen kamu toh. Oh ya kamu di sini tinggal sendiri ? Kedua orang tua kamu tinggal di mana ? " Ujar Jo sambil mulutnya terus terisi penuh dengan nasi goreng.

__ADS_1


" Mungkin kita mengobrol di kantor saja kali ya ? Karna ini sudah sangat siang tuan. Lebih baik setelah makan kita langsung mandi dan siap-siap berangkat. " Ujar Hanif memilih menghindari. Selain itu memang jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.


" Tolong kamu pesan pakaian lengkap untuk saya sekarang ! " Sahut Jo pada asistennya.


Selesai makan, dirinya langsung memesan pakaian untuk bos nya itu.


Jo dan Hanif sudah siap pergi ke kantor. Dan dalam waktu 30 menit, mereka telah sampai di perusahaan. Karna memang letak apartemen milik Hanif tak terlalu jauh dengan Perusahaan.


" Han, tolong ceritakan pada saya apa yang terjadi semalam pada saya ! " Ujar Jo membuka pembicaraan.


" Tuan tau tidak, jika yang menjebak tuan itu mantan istri tuan nyonya Selena. Dan pria yang tua itu kekasih nyonya Selena dan Albert yang menghubungi tuan adalah orang suruhan kekasih nyonya Selena. " Sahut Hanif membuat Jo tentu saja merasa terkejut.


" Kira-kira tujuannya untuk apa dia melakukan hal itu pada saya ? " Tanya Jo yang masih merasa bingung dengan motif yang di lakukan Selena padanya.


Hanif menjelaskan pada bosnya. Jika Selena menjebak bosnya agar dirinya bisa kembali padanya. Hanif mendapati bosnya sudah dalam keadaan bugil dan menarik-narik Selena. Hanif juga menjelaskan saat terjadi penggerebekan semua yang berada di dalam kamar dalam keadaan bugil. Dan saat itu bosnya dalam kesadaran rendah.


Jo mengepalkan tangannya dan rahang nya terlihat mengeras. Lagi-lagi Selena mengganggu hidup Jo meskipun sudah mendapat penolakan berkali-kali.


" Sungguh menjijikkan sekali Selena. Bermain dengan tiga pria sekaligus. Ya Tuhan semoga saja saya belum sempat melakukan apa-apa kepadanya. Jika tidak, bisa-bisa saya terkena penyakit kelamin." Jo merasa jijik dengan mantan istrinya.


" Lantas di mana mereka semua sekarang ? Kau kirim ke neraka apa rumah sakit ? " Tanya Jo dengan raut wajah yang masih terlihat marah.


Hanif menjelaskan jika saat ini mereka bertiga berada di kantor polisi.


" Good. Kerja mu sangat baik ! Aku akan memberikan bonus padamu ! Ta-tapi tunggu dulu ! Apa kamu yakin aku melakukan apapun dengan Selena ? Apa kau mengecek pisang tanduk ku saat itu ? " Tanya Jo membuat Hanif bergedik ngeri.

__ADS_1


Mana mungkin dirinya melakukan sedetail mungkin. Melihatnya saja sudah merasa jijik padanya jenisnya sama dengan nya. Apalagi aku memegang dan memeriksa apa terasa lengket atau tidak.


Duh papi Jo aya-aya wae 😁😁


__ADS_2