
"Sayang...apa kamu berniat untuk menggoda ku? Mengapa kamu berpakaian seperti itu? Kamu memakai daster saja, Bray sudah mengamuk apalagi kamu memakai lingerie merah seperti itu. Kamu benar-benar menyiksaku." ucap papi Jo lesu. Celine justru malah tertawa geli melihat ekspresi suaminya yang baginya sangat menggemaskan.
Bukannya berganti pakaian, Celine justru melenggak-lenggok mendekati sang suami dan memeluk tubuh sang suami dengan erat membuat papi Jo panas dingin.
"Tega kamu! Rasanya aku ingin sudah tidak sabar untuk menerkam mu!" gerutu papi Jo. Nafasnya kini terengah-engah, saat duo semangka sang istri beradu dengan dada bidang miliknya. Tubuh mami Celine sudah kembali langsing kembali, mami Celine sangat pintar merawat diri. Dia tak ingin sang suami berpaling darinya. Terlebih banyak ulat keket yang berusaha untuk merebut suami sempurnanya dari pelukannya.
"Lakukan jika kau mau!" bisik mami Celine dengan suara yang sensual, membuat Bray belingsatan. Papi Jo menatap heran sang istri, dia masih tak mengerti maksud ucapan sang suami. Celine mengedipkan sebelah matanya, menggoda sang suami seperti seorang wanita penggoda. Dia ingin membuat surprise sang suami untuk buka puasa.
Mami Celine langsung membuka lingerie di tubuhnya dan melepas segitiga pengaman miliknya. Kini dirinya sudah dalam keadaan polos. Tentu saja membuat papi Jo menjadi tak karuan. Terlebih kini mami Celine sudah dalam posisi siap di terkam. Sepertinya sudah persiapan sekali mami Celine. Sebelum memberi surprise sang suami, mami Celine menitipkan kembar dulu bersama baby sister keduanya.
"Buka donk sayang pakaian kamu! Katanya kamu ingin menerkam ku? Lantas mengapa kamu masih diam saja?" goda mami Celine. Mendapat angin segar tentu saja papi Jo sangat bersemangat. Dia langsung membuka semua pakaian yang menempel dan merangkak naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah sang istri.
Mami Celine langsung bangkit dan langsung menghampiri Bray, dia ingin bermain-main dengan pisang tanduk milik suaminya yang perkasa.
"Aaahhh...sayang nakal ya kamu!" racau papi Jo saat mulut mami Celine sudah memainkan Bray. Tentu saja membuat mata papi Jo seperti orang cacian.
"Kamu memang paling bisa memuaskan suami mu! I Love Baby..." ucap Papi Jo dengan nafas yang sudah terengah-engah.
Kini mami Celine sedang memberikan sengatan di leher sang suami. Setelah puas bermain di sana, mami Celine langsung bermain dengan bibir sang suami. Ciuman itu semakin memanas, hingga tangan papi Jo meremas duo semangka milik sang istri yang sangat menantang.
Tapi aktivitas meremas harus di hentikan, karna cadangan asi kembar jadi mengalir dan membasahi tubuh mami Celine membuat naf*su papi Jo meredup. Dirinya lupa jika duo semangka milik sang istri masih milik kedua anaknya.
__ADS_1
Papi Jo langsung menggendong tubuh sang istri ke kamar mandi, agar sang istri membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Setelah bersih, papi Jo membawanya kembali sang istri ke ranjang.
"Makanya inget, bagian ini masih milik kembar! Bagian kamu yang bawah! Lakukan pelan-pelan ya sayang, karna sebenarnya aku masih merasa takut!" ucap Mami Celine membuat papi Jo terkekeh. Mendengar pembatasan area bermain.
Tanpa basa basi Papi Jo langsung meraup bibir sang istri yang selalu menjadi candu untuknya. Namun untuk sekarang ini, papi Jo harus mengalah tak bermain dengan duo semangka dulu. Bray sudah tak sabar ingin berlabuh di pelabuhan mami Celine, mendayung perahunya.
Melihat mami Celine yang sudah menikmati, papi Jo langsung saja melabuhkan si Bray perlahan demi perlahan. Dia melakukannya sangat hati-hati.
"Aaahhh... sayang." desau mami Celine, rasa nya begitu nikmat saat berbuka puasa setelah hampir 6 bulan berpuasa. Tangan mami Celine kini mencengkram kuat tubuh papi Jo.
Setelah sang istri sudah merasa tenang, papi Jo langsung memompa miliknya. Bagi Papi Jo milik sang istri rasanya masih sangat nikmat. Membuat dirinya tak tahan menahannya hingga akhirnya dia mengalami pelepasan, menyirami rahim sang istri dengan benihnya. Untungnya sang istri sudah lebih dulu KB, kalau tidak dirinya akan bertambah pusing setelahnya. Sang istri bisa hamil kembali.
Malam ini mereka hanya melakukannya satu kali saja, karna tak baik jika pertama kali buka puasa langsung makan kenyang. Papi Jo langsung mengecup kening sang istri dan mengucapkan terima kasih.
"Faster baby..." racau Vino yang semakin menggila dengan permainan Miranda. Miranda semakin bersemangat memacunya. Membuat sang suami terbang melayang ke langit ke tujuh.
Akhirnya mereka berdua ambruk setelah melakukan pergulatan panas di ranjang dengan berbagai gaya. Wajah Vino terlihat kalem, ternyata saat di ranjang Vino sangat liar.
"Thank you baby." ucap Vino sambil memberikan kecupan di kening istrinya. Miranda membalas dengan senyuman.
❤️❤️❤️
__ADS_1
Usia kembar kini sudah menginjak usia 8 bulan, tapi papi Jo dan mami Celine sudah sepakat tidak akan memberikan adik dalam waktu dekat. Mereka ingin fokus mengurus ketiga anaknya. Dia takut kasih sayang mereka akan semakin terbagi untuk anak-anaknya.
Clare dan Cairo semakin hari semakin menggemaskan, kini sudah bisa duduk. Kakak Clara tak pernah terlepas bermain dengan sang adik. Hidupnya kini sudah tak merasa hampa lagi.
Clare dan Cairo kini sudah dekat sang papi, justru sudah mengerti jika sang papi pergi bekerja. Mereka selalu merengek minta di gendong jika melihat sang papi.
"Aku bahagia banget memiliki istri dan ketiga buah hatiku. Mungkin jika kamu tak pernah melamar menjadi babysitter Clara, pasti kita ga akan pernah bersama seperti ini. inilah yang di katakan jodoh, di pertemukan tanpa terduga. " ucap Papi Jo dan mami Celine membalas dengan senyuman. Dirinya jadi teringat saat dirinya dulu menyusup untuk masuk ke dalam rumah papi Jo. Dan tak pernah terpikir olehnya, jika pada akhirnya dia akan menikah dengan seorang duda yang telah memiliki anak
Kini mereka sedang bermesraan, saling berpelukan di ranjang. Menikmati momen kebersamaan mereka berdua.
"Sayang...apa aku boleh meminta? Aku sangat menginginkannya." rayu papi Jo yang kini sudah sangat menginginkan. Mami Celine langsung menganggukkan kepalanya, tanda memberi izin kepada suaminya.
Dan hari ini di pimpin oleh Celine. Semakin hari permainan ranjang Celine semakin meningkat, membuat papi Jo tak kuasa menahannya.
Mampir yuk 🙏😁😍
__ADS_1