
"Aaahhh.."desau papi Jo saat merasa pisang tanduk ada yang **********. Papi Jo segera membuka matanya. Dia ingin segera mengetahui dengan apa yang dia rasa. Hanya sekedar mimpi semata atau kenyataan.
" Mami.." ucap Papi Jo saat melihat sang istri sudah berada di bawah sedang memainkan pisang tanduknya. Bahkan saat istri sudah terlihat polos.
Celine tak mempedulikan suaminya memanggil namanya, dia masih sibuk dengan mainnya.
" Good Job baby..." ucap Jo. Hatinya benar-benar tersanjung dengan sikap liar istri nya.
" Semalam ngambek, ninggalin tidur duluan. Sekarang bikin aku enak. Mimpi apa ni orang semalam." gumam Jo dalam hati.
Sekarang Celine yang menjadi pemimpin permainan. Celine membuat suaminya tak berdaya hanya bisa mendesau dan mata nya seperti orang cacingan. Tujuannya berhasil. Membuat suaminya terbang melayang ke langit ke tujuh dan siap-siap dia hempaskan. Entah mengapa tiba-tiba saja dia ingin sekali mengerjai suaminya itu.
" Lah kok berhenti sih yang? Tega kamu gantungin cintaku ini. Aku udah turn on begini." gerutu papi Jo.
Celine tertawa geli dalam hati, dirinya berhasil membuat suaminya pusing tujuh keliling.
" Hap...mau ke mana kamu? Kamu pikir kamu berhasil mengelabui aku! Aku tak akan membiarkannya baby..." bisik Papi Jo sesensual mungkin. Celine sudah berhasil masuk dalam dekapannya.
Papi Jo langsung menggendong tubuh istrinya ke dan membawanya ke ranjang.
" I Love you mami Celine..." ucap papi Jo, membuat mami Celine klepek-klepek masuk perangkap papi Jo.
Papi Jo langsung membuka pakaiannya dan langsung mengukung tubuh mami Celine.
" Yakin cuma mau main-main. Ga kangen tuh ladang pengen di cangkul?" goda papi Jo. Membuat wajah mami Celine memerah.
__ADS_1
" Kamu tambah cantik dan sexy banget sih sekarang. Jadi ingin buat kamu hamil terus." ucap papi Jo sambil nyengir.
Bilang aja biar bisa bikin mami Celine membuncit terus selama 9 bulan. Gara-gara telor, mayones, dan sosis bikin mami Celine kenyang. Gimana mami Celine ga klepek-klepek sama papi Jo coba? Udah tampan, romantis, tajir, hot di ranjang, pisang tanduk nya pun besar dan berotot. Pokoknya paket lengkap. Awas jangan traveling.πππ€£
Tak mau terlalu lama basa basi, takut di grebek satpol PP. Papi Jo langsung saja memberikan sengatan listrik di sekujur tubuh mami Celine, membuat mami Celine bergelinjang.
Papi Jo kini sedang bermain di tempat favorit nya, mana lagi kalau bukan di semangka super duper istri nya.
"Aaahhh..." desauan akhirnya lolos begitu saja dari bibir Celine. Papi Jo mengarahkan tangan mami untuk bermain dengan pisang tanduk nya.
"Aaahhh...sayang. Aku udah ga tahan." ucap papi Jo dengan suara yang sudah terasa berat. Hasratnya sudah memuncak dan membutuhkan pelepasan.
Papi Jo melebarkan kedua paha istrinya dan mulai memposisikan miliknya.
"Aaaahhh..." desau keduanya saat pisang tanduk berhasil menancap sempurna di ladang milik mami Celine. Papi Jo memompa sepelan mungkin, karna sudah ada dua makhluk kecil di rahim istri nya. Meskipun kini usia mami Celine sudah berada di trisemester kedua, namun resiko keguguran masih bisa saja.
Melihat sang istri terlihat rileks dan menikmati, papi Jo menambah kecepatan memompanya. Membuat mami Celine menggila, dan berhasil mengalami pelepasan pertama.
"Aaaaahhh...sayang..Nikmat sekali milikmu, menggigit milikku." racau papi Jo saat merasa rem cakram mami Celine yang masih menggigit, mencengkram miliknya.
Hingga akhirnya papi Jo mengalami pelepasan dan ambruk di atas tubuh mami Celine.
Untung saja ritual haha hihi mereka telah selesai, hanya tinggal mengatur nafas sisa-sisa percintaan mereka. Karna Clara telah menggedor pintu kamar mereka dan berteriak memanggil dirinya. Celine masih tak berdaya. Tubuhnya mereka masih banjiri keringat. Akhirnya papi Jo membantu sang istri memakaikan pakaian dan membaringkan kembali di ranjang.
"Istirahatlah dulu jika kamu masih terasa lelah! Biar Clara di antar Selly saja ke sekolah!" ujar papi Jo dan Celine mengangguk mengikutinya.
__ADS_1
Setelah memakai pakaiannya kembali, papi Jo langsung bergegas membuka pintu kamarnya. Agar bisa bertemu dengan Clara.
" Lama banget si pi bukanya? Clara keburu jamuran deh, kalau papi ga buka-buka pintunya." gerutu Clara. Clara langsung naik ke atas ranjang menghampiri maminya.
" Kok mami sama papi berkeringat begitu sih, kaya habis olahraga aja? Padahal ini AC dingin banget." ujar Clara membuat kedua orang tuanya saling memandang dan terkekeh.
Dan giliran Clara lah yang sekarang aneh melihat tingkah kedua orang tua bar-bar nya.
" Clara, kamu kenapa ga sekolah? Udah siap-siap sana, di antar suster Selly aja! Mami hari ini ga bisa nganterin kamu, lagi lemes dia." ujar papi Jo.
Tapi Clara tak mau mengerti, dan malah merengek tidak terima. Bagaimana tidak, ternyata kenyataannya salah. Dia pikir Mis nya itu akan lebih menyayangi dirinya, akan selalu menemani dirinya tapi nyatanya setelah menikah mami Celine justru lebih sering mengurus sang papi. Tentu saja hal ini membuat Clara merasa cemburu.
"Mami udah ga sayang sama aku, belum ada Ade aja aku sering kali di abaikan. Dulu sebelum mami menikah sama papi, mami bobonya sama aku. Selalu menemani aku. Makanya aku berharap banget mami jadi mami aku. Tapi anehnya setelah menikah dengan papi, mami justru lebih sibuk sama papi." protes Clara. Membuat Celine merasa tak enak hati. Wajah Celine menjadi berubah. Dirinya terlihat gugup. Dia tak mau di sebut sebagai wanita yang tak tau diri.
" Clara...ga baik kamu bicara seperti itu ke mami! Mami ga salah, yang salah papi. Papi yang buat mami seperti ini. Tapi kamu harus yakin, bahwa mami sangat menyayangi kamu, hanya saja sekarang waktu mami terbagi. Mami kan sudah menjadi istri papi, jadi mami juga harus bertanggung jawab mengurus papi. Clara harus mengerti ya! Kan sebentar lagi Clara mau jadi kakak. Sekarang justru Clara yang harus lebih memperhatikan dan menyayangi mami dan nanti juga menyayangi ade-ade Clara." ucap papi Jo memberi pengertian kepada anaknya.
Setelah menjelaskan cukup panjang, akhirnya Clara mengerti. Clara langsung memeluk mami Celine. Hal itu membuat Celine terharu dan meneteskan air matanya, dia tak menyangka hidupnya bisa sebahagia ini.
" Kok mami aja sih yang di peluk, papi juga mau donk di peluk!" sindir papi Jo. Dan akhirnya Clara melepaskan pelukan dengan mami nya, dan beralih memeluk papi nya. Clara langsung mencium pipi papinya berkali-kali.
" Clara janji ga akan merasa iri lagi! Karna mami milik semuanya!" ucap Clara dan Celine memberikan senyuman termanisnya.
" Anak pintar...Mulai sekarang Clara jangan pernah takut untuk kekurangan kasih sayang lagi ya! Papi sayang semuanya, sayang mami, sayang Clara, dan sayang kedua adik Clara. Dan tak lupa menyayangi nenek juga."ujar Papi Jo. Dan kini mereka bertiga saling berpelukan.
Jangan lupa berikan dukungannya yaππππ
__ADS_1